Mahyeldi Dorong Batu Akik Minangkabau Kembali Populer, Angkat Nilai Budaya dan Seni Lokal

Penulis -

Minggu, 1 November 2026 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumbar Mahyeldi saat membuka Pameran dan Kontes Batu Akik Piala Gubernur di Food Court Rajo Corner, Kota Padang, Sabtu (31/10/2026). (Foto: Adpsb)

Gubernur Sumbar Mahyeldi saat membuka Pameran dan Kontes Batu Akik Piala Gubernur di Food Court Rajo Corner, Kota Padang, Sabtu (31/10/2026). (Foto: Adpsb)

Padang, Javanusa—Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mendorong kebangkitan tradisi batu akik Minangkabau sebagai bagian dari pelestarian budaya daerah.

Ia menilai batu akik bukan sekadar perhiasan, tetapi juga menyimpan nilai seni, filosofi, dan identitas masyarakat.

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat membuka Pameran dan Kontes Batu Akik Piala Gubernur bertajuk Kearifan Lokal Tanah Minang di Food Court Rajo Corner, Kota Padang, Sabtu (31/10/2026).

Menurut Mahyeldi, tradisi batu akik perlu mendapat perhatian agar tetap hidup di tengah masyarakat. Pameran dan kontes menjadi salah satu cara memperkenalkan warisan budaya tersebut kepada generasi muda.

Batu Akik Menyimpan Filosofi dan Identitas Minangkabau

Mahyeldi menegaskan, nilai batu akik tidak hanya terletak pada keindahan bentuk dan warnanya. Tradisi ini juga mencerminkan keterampilan, perjalanan budaya, serta filosofi yang diwariskan secara turun-temurun.

“Keindahannya tidak hanya secara visual, namun ada makna yang terkandung di dalamnya,” ungkap Mahyeldi.

Ia menjelaskan, budaya memakai batu cincin berkaitan dengan nilai kedewasaan, kebesaran, dan apresiasi terhadap seni. Proses pembuatannya pun membutuhkan ketelitian dan keterampilan khusus.

Mulai dari pemilihan bahan batu hingga pembentukan ikek atau cincin dengan berbagai motif dan ukiran, setiap tahap melibatkan sentuhan seni. Karena itu, Mahyeldi berharap masyarakat semakin memahami nilai budaya di balik tradisi tersebut.

Mengulang Popularitas Batu Akik pada 2014–2015

Mahyeldi juga mengenang masa ketika batu akik mengalami lonjakan popularitas pada 2014–2015. Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan besarnya daya tarik batu alam Nusantara di tengah masyarakat.

Ia berharap kegiatan pameran dan kontes dapat kembali menumbuhkan minat terhadap batu akik. Masyarakat tidak hanya menjadikannya sebagai hobi atau koleksi pribadi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga identitas budaya Minangkabau.

Baca Juga :  PKK dan Dasawisma Perkuat Ekonomi Keluarga, Pemko Payakumbuh Mantapkan Program Kesejahteraan

Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperluas pengenalan kekayaan batu alam Sumatera Barat kepada masyarakat dari berbagai daerah.

Ketua Pelaksana Pameran dan Kontes Batu Akik, Ilham Agung Saputra, mengatakan kegiatan tersebut menarik perhatian pencinta batu akik dari Sumatera Barat dan sejumlah provinsi lainnya.

Panitia menghadirkan 185 kelas perlombaan dalam kontes kali ini. Peserta berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat, antara lain Payakumbuh, Agam, Padang, Pasaman, Pesisir Selatan, dan Pariaman.

Antusiasme juga datang dari luar Sumatera Barat. Sejumlah peserta dari Riau, Jambi, hingga Pulau Jawa turut meramaikan kompetisi tersebut.

Keikutsertaan peserta lintas daerah menunjukkan bahwa tradisi batu akik masih memiliki daya tarik di tengah masyarakat.

Pameran Batu Akik Jadi Upaya Pelestarian Budaya

Melalui Pameran dan Kontes Batu Akik Piala Gubernur, penyelenggara berharap kekayaan batu alam dan seni pengolahannya semakin mendapat perhatian.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para pencinta batu akik. Pameran tersebut juga menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi seni lokal dan memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya Minangkabau.

Penyelenggara berharap tradisi batu akik terus berkembang dan menjadi bagian dari warisan budaya yang dapat dikenal serta diapresiasi oleh generasi mendatang. (*)

Berita Terkait

Dian Puspita Kukuhkan Bunda PAUD se-Kota Padang, Tekankan Pendidikan Karakter Anak
Buka Festival Nasyid Sumbar 2026, Maigus Nasir Dorong Penguatan Dakwah Generasi Muda
Pengurus Bundo Kanduang Tuah Sakato Sumbar Dikukuhkan, Perkuat Peran Perempuan Minangkabau
Dinsos Padang Pulangkan Keluarga Terlantar dari Bogor, Tujuh Anak Diupayakan Kembali Bersekolah
Maigus Nasir Ajak Pemuda Manfaatkan Teknologi dan Perkuat Persatuan
Nagari Creative Hub Sungai Duo Diluncurkan, Vasko dan Annisa Dorong UMKM Dharmasraya Tembus Pasar Digital
Fadly Amran Tinjau Progres Pembangunan Infrastruktur Jalan dan Drainase di Padang
Pemko Padang Gandeng LAN Sumbar, Siapkan Satgas Pencegahan Narkoba

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Hotspot Karhutla Nasional Naik Jadi 118 Titik, Papua Selatan Tertinggi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Banteng Jawa Terancam Punah, Kelahiran Anak Ketiga di Pangandaran Jadi Harapan Baru

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:28 WIB

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:55 WIB

BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Berita Terbaru