Keputihan Gatal: Kenali Penyebab, Cara Mengatasi, dan Pilihan Pengobatannya

Penulis -

Sabtu, 7 November 2026 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi keputihan gatal. (Foto: AI Generated)

Ilustrasi keputihan gatal. (Foto: AI Generated)

Javanusa.com—Keputihan yang disertai rasa gatal tidak boleh dianggap sebagai gangguan biasa. Kondisi ini dapat menandakan infeksi jamur, vaginosis bakterialis, atau iritasi pada area kewanitaan yang membutuhkan penanganan sesuai penyebabnya.

Pada dasarnya, keputihan merupakan proses alami tubuh wanita untuk menjaga kebersihan vagina. Cairan tersebut membantu mengeluarkan sel-sel mati dan mikroorganisme dari saluran reproduksi.

Namun, perubahan karakteristik cairan vagina perlu mendapat perhatian. Terutama jika keputihan berubah warna, mengeluarkan bau tidak sedap, atau menimbulkan rasa gatal.

Mengenali Penyebab Keputihan Gatal

Keputihan yang disertai gatal sering berkaitan dengan perubahan keseimbangan mikroorganisme di dalam vagina. Dua kondisi yang cukup sering menjadi penyebabnya adalah kandidiasis vagina dan vaginosis bakterialis.

Kandidiasis terjadi akibat pertumbuhan jamur Candida secara berlebihan. Kondisi ini umumnya menimbulkan rasa gatal, kemerahan, iritasi, serta cairan keputihan berwarna putih kental.

Sementara itu, vaginosis bakterialis muncul ketika keseimbangan bakteri normal vagina mengalami perubahan. Keluhan yang sering muncul meliputi keputihan berwarna putih keabu-abuan dan bau amis.

Selain infeksi, penggunaan sabun berpewangi, produk pembersih kewanitaan, atau bahan tertentu juga dapat memicu iritasi. Karena itu, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan.

Rasa gatal yang terus berlangsung dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penanganan yang tidak sesuai penyebab juga berisiko membuat keluhan menetap atau berulang.

Cara Mengatasi Keputihan Gatal

Penanganan keputihan gatal harus menyesuaikan faktor pemicunya. Dokter dapat menentukan terapi berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan.

Dikutip dari Halodoc, berikut beberapa langkah untuk membantu menjaga kesehatan area intim yang dapat diterapkan di rumah.

1. Menjaga Area Kewanitaan Tetap Kering

Kondisi lembap dapat mendukung pertumbuhan jamur, terutama jika disertai faktor risiko lainnya. Karena itu, bersihkan dan keringkan area intim menggunakan handuk bersih setelah mandi atau buang air.

Baca Juga :  Runner Up Liga 3 Sumbar 2023, PSPP Melaju ke Putaran Nasional

Pilih pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat. Hindari pakaian terlalu ketat dan segera ganti pakaian setelah berolahraga atau berkeringat.

2. Mengurangi Konsumsi Gula Berlebihan

Pengendalian asupan gula penting untuk menjaga kesehatan metabolisme tubuh. Kadar gula darah yang tidak terkontrol, khususnya pada penderita diabetes, dapat meningkatkan risiko kandidiasis vagina.

Karena itu, batasi makanan dan minuman tinggi gula. Langkah ini juga membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

3. Menghindari Produk Pembersih Berpewangi

Vagina memiliki mekanisme alami untuk menjaga kebersihan dan keseimbangan mikroorganismenya. Penggunaan sabun khusus kewanitaan, pewangi, atau cairan pembersih vagina secara berlebihan justru dapat mengganggu keseimbangan tersebut.

Cukup bersihkan bagian luar vagina menggunakan air bersih. Hindari melakukan vaginal douching atau memasukkan cairan pembersih ke dalam vagina.

Peran Bakteri Baik dalam Menjaga Kesehatan Vagina

Keseimbangan flora vagina berperan penting dalam melindungi organ reproduksi wanita dari infeksi. Salah satu mikroorganisme yang memiliki fungsi protektif adalah Lactobacillus.

Bakteri ini menghasilkan asam laktat yang membantu mempertahankan kondisi vagina tetap asam. Pada wanita usia reproduktif, pH vagina normal umumnya berada pada kisaran 3,8–4,5.

Lingkungan asam tersebut dapat menghambat pertumbuhan sejumlah mikroorganisme penyebab infeksi. Dominasi Lactobacillus juga berperan sebagai salah satu mekanisme pertahanan alami vagina.

Penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Clinical Investigation turut membahas peran Lactobacillus dalam perlindungan terhadap infeksi dan keseimbangan mikrobiota vagina.

Kapan Keputihan Gatal Harus Diperiksakan?

Tidak semua keputihan membutuhkan pengobatan. Namun, keluhan yang disertai perubahan warna, bau menyengat, atau rasa gatal berkepanjangan perlu mendapat evaluasi medis.

Segera konsultasikan kepada dokter apabila muncul beberapa tanda berikut:

    • Keputihan berwarna abu-abu, kuning, atau kehijauan.
    • Cairan vagina mengeluarkan bau tidak sedap.
    • Rasa gatal disertai kemerahan atau pembengkakan.
    • Muncul nyeri ketika buang air kecil atau berhubungan seksual.
    • Mengalami nyeri panggul, demam, atau perdarahan di luar menstruasi.
Baca Juga :  Kapus Pauh Trisye: Tidak Ada Korban Jiwa Akibat Gigitan Anjing Rabies

Jika keluhan tidak membaik dalam 5–7 hari, jangan terus mengandalkan pengobatan mandiri. Pemeriksaan dokter membantu membedakan infeksi jamur, infeksi bakteri, infeksi menular seksual, maupun iritasi.

Dengan mengenali penyebab dan menerapkan kebiasaan perawatan yang tepat, kesehatan vagina dapat terjaga. Jangan mengabaikan keputihan yang disertai gatal, terutama jika keluhan berlangsung lama atau sering kambuh. (*)

Berita Terkait

Milad ke-39, RSU Aisyiyah Padang Gelar Operasi Celah Bibir dan Langit-Langit Gratis
7 Cara Menghilangkan Jerawat Batu yang Efektif, dari Perawatan Alami hingga Medis
8 Cara Mengecilkan Perut Buncit secara Sehat, Efektif, dan Aman
Dinkes Padang Telusuri Kontak TB di 104 Kelurahan, Sasar 24.200 Orang
6 Penyebab Perut Terasa Panas, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya
Maigus Nasir Dorong Sinergi IDI dan Pemko Padang, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat
IDI Padang Gelar Pertemuan Ilmiah Tahunan 2026, Perkuat Kompetensi Dokter dan Keselamatan Pasien
Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 09:54 WIB

Honda Tunjuk Jake Dixon Gantikan Joan Mir di MotoGP Qatar 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 09:28 WIB

Marc Marquez Tercepat di FP1 MotoGP Qatar 2026, Ungguli Bezzecchi 0,110 Detik

Sabtu, 7 November 2026 - 09:22 WIB

Fabio Di Giannantonio Pecahkan Rekor Lap MotoGP Qatar, Marc Marquez Finis Kedua

Jumat, 6 November 2026 - 09:08 WIB

AC Milan Tumbang 0-2 dari Ferencvaros di San Siro, Kalah Meski Unggul Jumlah Pemain

Jumat, 6 November 2026 - 08:54 WIB

Hasil Liga Europa: Juventus Tekuk AZ Alkmaar 2-1, Naik ke Posisi Kelima

Kamis, 5 November 2026 - 20:03 WIB

Cristiano Ronaldo Resmi Pensiun dari Timnas Portugal, Akhiri Perjalanan 23 Tahun

Kamis, 5 November 2026 - 15:31 WIB

Anastasios Douvikas Pimpin Top Skor Liga Champions 2026, Lewati Haaland

Kamis, 5 November 2026 - 15:08 WIB

Klasemen Liga Champions 2026/2027: PSG dan Real Madrid Sempurna, Arsenal Menguntit

Berita Terbaru