Padang Panjang Masih Satu-Satunya Daerah dengan Angka Kemiskinan Ekstrem 0 Persen di Sumbar

Penulis -

Kamis, 7 Desember 2023 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pj Wali Kota Padang Panjang Sonny Budaya Putra. (Diskominfo Padang Panjang)

Pj Wali Kota Padang Panjang Sonny Budaya Putra. (Diskominfo Padang Panjang)

Padang Panjang, Javanusa—Di tengah isu percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di berbagai daerah di Indonesia, Kota Padang Panjang masih menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Sumbar dengan angka kemiskinan nol persen pada 2023 ini.

Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Wali Kota, Sonny Budaya Putra, pada Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kota Padang Panjang Semester II-2023, Kamis (7/12) di Aula Bappeda.

“Kita masih menjadi satu-satunya daerah di Sumbar, dengan angka kemiskinan nol persen. Namun jangan terlena, target angka realisasi pada 2023 itu, 5,36% persen. Itu masih cukup tinggi. Kita harus melakukan beberapa hal, di antaranya evaluasi yang komprehensif, dengan melanjutkan program, serta meningkatkan kerja sama dan sinergi dengan semua pihak,” katanya.

Sonny mengungkapkan, berbagai upaya Pemko dalam penurunan angka kemiskinan mengalami tren yang cukup bagus.

Ini terlihat berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Jumlah penduduk miskin Padang Panjang mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

“Walaupun sempat mengalami kenaikan pada 2021 sebesar 0,68 persen, pada 2022 dapat kembali diturunkan menjadi menjadi 5,14 persen. Ini buah dari kerja sama seluruh pihak. Kendati capaian 2022 sudah melampaui target, 2023 ini tentunya ada target yang harus kita penuhi. Di akhir 2023 ini kita akan bekerja keras mengejar target angka 5,36 persen,” jelasnya.

Sonny meminta kepada TKPKD dan pihak terkait lainnya agar dapat lebih proaktif, baik dalam memberikan bahan perencanaan, pemantauan, maupun membantu dalam pemecahan masalah yang timbul di lapangan terkait dengan percepatan pengentasan angka kemiskinan.

“Rakor yang kita laksanakan hari ini adalah momen yang sangat strategis bagi kita untuk memantapkan langkah. Agar program penanggulangan kemiskinan di Padang Panjang dapat terprogram secara sinergis terutama dalam penentuan kebijakan lokasi dan sasaran,” ucapnya.

Baca Juga :  Masjid Jami' Nurul Huda Gelar Tablig Akbar dan Santuni Kaum Duafa

Kepala Bappeda, Rusdianto menyebutkan, progres penurunan angka kemiskinan RPJMD 2018-2023 di bawah 5,65 persen sudah tercapai. Dengan indikator makro daerah Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) 2022 diangka 4,39.

“Kita berharap seluruh OPD dapat melakukan percepatan pelaksanaan program dan kegiatan yang telah disusun terkait dengan penanggulangan kemiskinan ini,” harapnya.

Ditambahkan, beberapa strategi pun telah disiapkan Pemko dalam menanggulangi kemiskinan. Di antaranya pengembangan kualitas SDM, peningkatan kondisi pemukiman, pemberdayaan ekonomi keluarga miskin, pembentukan kelompok usaha bidang pemasaran, revitalisasi usaha hortikultura, peternakan dan lain lain.

“Untuk itu kita berharap program-program ini nanti dapat betul-betul bisa tepat sasaran. Sehingga target penurunan angka kemiskinan Padang Panjang yang direncanakan bisa dapat tercapai,” ucapnya.

Hadir dalam rakor tersebut asisten dan staf ahli, kepala OPD, Baznas, BPS, camat dan lurah se-Padang Panjang, perwakilan perbankan beserta undangan terkait lainnya. (MC Padang/June)

Berita Terkait

Presiden Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel di IWIP Senilai Rp180 Triliun
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:46 WIB

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:01 WIB

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terbaru

Ilustrasi. (Foto: AI Generated)

Cerpen

Nasi dan Sayur

Jumat, 9 Okt 2026 - 08:29 WIB