Padang, Javanusa—Kecamatan Lubuk Begalung patut berbangga dengan hadirnya karya batik lokal yang menggambarkan identitas dan ciri khas wilayahnya.
Salah satu hasilnya adalah batik bermotif “Nagari Nan XX”, karya anak Nagari Nan XX Lubuk Begalung (@galeri_shanumesty) dari Bukik Batu Hampa Kelurahan Pampangan Nan XX dan juga UMKM binaan Semen Padang.
Motif “Nagari Nan XX” tidak sekadar ornamen. Ia hadir sebagai media ekspresi budaya dan visualisasi karakter khas Lubuk Begalung.
Motif ini memuat beberapa unsur seperti gonjong atap rumah gadang, jumlah kelurahan, pohon bambu, sungai, angka 20.
Berikut motif dalam Batik “Nagari Nan XX”
1. Gonjong Rumah Gadang sebagai Simbol Kepemimpinan
Gonjong atap rumah gadang yang berada pada posisi tengah melambangkan rumah gadang pada dahulunya sebagai tempat pusat pemerintahan/ kepemimpinan, menentukan segala keputusan (adat istiadat) terhadap aturan kehidupan secara adil. Begitu pula dengan posisi Kecamatan Lubuk Begalung yang menjadi pusat kepemimpinan untuk mengatur dan mengayomi masyarakat dengan adil, karena berada pada posisi tengah sehingga tidak memihak pada sebelah pihak (adil).
2. Pola Setengah Lingkaran Melambangkan Jumlah Kelurahan
Pada bagian bawah gonjong atap rumah adat terdapat 15 pola setengah lingkaran, yang mengibaratkan sebaran jumlah kelurahan yang berada di bawah pengawasan Kecamatan Lubuk Begalung.
3. Motif Bambu dari Lingkungan Perbukitan
Kecamatan Lubuk Begalung rata-rata berada pada lokasi perbukitan sehingga banyak sekali dijumpai pohon bambu di lingkungannya. Sehingga hal ini menjadi inspirasi untuk pembuatan motif bambu pada bagian bawah motif yang sudah distilasi, sehingga membentuk dua lingkaran yang juga dilengkapi dengan dedaunan.
4. Sungai Melingkar
Terdapat bentuk pola motif dari kata Lubuk (sungai) Begalung (melingkar), yaitu pola sungai melingkar yang dipenuhi dengan aliran air yang jernih dan bersih. Hal ini dapat juga menjadi simbol bahwa Kecamatan Lubuk Begalung merupakan kawasan yang dilalui sungai.
Camat Lubuk Begalung Nofiandi Amir mengaku bangga dengan karya anak Nagari Nan XX. Ia menilai, batik ini bukan sekadar hasil kerajinan tangan, melainkan juga bentuk ekspresi budaya yang mampu memperkuat identitas lokal.
Selain sebagai simbol budaya, batik Nagari Nan XX juga memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Pemerintah kecamatan berkomitmen untuk terus mendukung promosi dan pemasaran batik ini, baik di tingkat lokal maupun nasional. (*/red)






