Jangan Langsung Dibuang, Ini 7 Manfaat Kulit Bawang Merah bagi Kesehatan

Penulis -

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bawang merah. (Foto: Pexels)

Ilustrasi bawang merah. (Foto: Pexels)

Javanusa.com—Kulit bawang merah yang biasanya langsung masuk tempat sampah ternyata menyimpan sejumlah senyawa bioaktif.

Berbagai penelitian menunjukkan bagian terluar bawang ini berpotensi mendukung kesehatan dan memiliki kegunaan lain.

Kulit bawang merah kerap dianggap sebagai limbah dapur. Teksturnya yang tipis dan licin membuat bagian tersebut jarang dimanfaatkan dalam pengolahan makanan.

Namun, sejumlah penelitian menemukan kandungan flavonoid dan polifenol dalam kulit bawang merah. Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan dan menunjukkan berbagai potensi dalam penelitian laboratorium maupun pada hewan.

Berikut tujuh manfaat kulit bawang merah yang telah diteliti.

1. Berpotensi membantu melindungi ginjal

Kulit bawang merah atau Allium cepa memiliki kandungan flavonoid yang cukup tinggi. Kandungan antioksidan tersebut menjadi salah satu alasan peneliti mengkaji potensinya terhadap kerusakan ginjal.

Sebuah penelitian dalam Journal of Agromedicine and Medical Sciences menguji ekstrak kulit bawang merah pada tikus Wistar (Rattus norvegicus).

Penelitian tersebut melihat kemampuan antioksidan ekstrak kulit bawang dalam mengurangi stres oksidatif pada ginjal akibat paparan diazinon. Pestisida ini banyak digunakan dalam kegiatan pertanian.

Paparan residu diazinon pada bahan pangan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Meski demikian, hasil penelitian pada hewan belum cukup untuk menyimpulkan manfaat yang sama pada manusia.

2. Berpotensi mengurangi stres oksidatif pada hati

Diazinon juga dapat memberikan efek hepatotoksik karena proses metabolismenya berlangsung di hati. Kondisi tersebut mendorong penelitian mengenai bahan alami yang berpotensi mengurangi dampaknya.

Penelitian dalam Qanun Medika – Medical Journal Faculty of Medicine Muhammadiyah Surabaya menguji ekstrak etanol kulit bawang merah pada tikus.

Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak sebanyak 1.200 mg/kg dapat menurunkan stres oksidatif pada hati akibat paparan diazinon.

Baca Juga :  Tips Mencegah Kencing Manis Sejak Dini, Mulai dari 5 Kebiasaan Sederhana Ini

Temuan tersebut masih berasal dari penelitian pada hewan. Karena itu, peneliti masih membutuhkan studi lanjutan untuk mengetahui keamanan dan efektivitasnya pada manusia.

3. Memiliki potensi antikanker

Kulit bawang merah juga menarik perhatian karena mengandung quercetin. Senyawa flavonoid ini memiliki aktivitas antioksidan serta berpotensi memengaruhi pertumbuhan sel abnormal.

Studi yang dimuat dalam Biomedicine & Pharmacotherapy menunjukkan potensi kulit bawang merah dalam menekan perkembangan kanker payudara.

Salah satu mekanisme yang diteliti berkaitan dengan kemampuan quercetin menghambat pembelahan sel abnormal. Senyawa tersebut juga dapat mendorong apoptosis atau kematian sel terprogram.

Meski menjanjikan, temuan tersebut belum berarti kulit bawang merah dapat digunakan sebagai terapi kanker. Penelitian klinis tetap diperlukan untuk membuktikan manfaat dan keamanannya pada pasien.

4. Berpotensi membantu mengontrol obesitas dan gula darah

Manfaat kulit bawang merah juga berkaitan dengan metabolisme tubuh. Kandungan quercetin dalam ekstraknya menjadi salah satu senyawa yang banyak mendapat perhatian dalam penelitian.

Sebuah penelitian menemukan konsumsi kapsul ekstrak kulit bawang merah yang kaya quercetin pada wanita dengan obesitas berkaitan dengan penurunan lingkar pinggang.

Penelitian lain pada tikus menunjukkan ekstrak etil alkohol kulit bawang merah memiliki aktivitas antihiperglikemik. Ekstrak tersebut juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin.

Temuan ini menunjukkan potensi kulit bawang merah dalam membantu pengendalian kadar gula darah. Namun, manfaat tersebut belum dapat disamakan dengan efek obat diabetes pada manusia.

5. Berpotensi menurunkan risiko penyakit kardiovaskular

Kadar kolesterol LDL yang tinggi menjadi salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular. Karena itu, peneliti juga menguji kemampuan ekstrak kulit bawang merah terhadap profil lipid.

Dalam penelitian selama 12 minggu, tikus mendapatkan suplementasi ekstrak kulit bawang merah dengan dosis 100 mg/kg dan 200 mg/kg berat badan.

Baca Juga :  Gatal Tak Kunjung Sembuh Meski Sudah Diobati? Kenali 5 Kemungkinan Penyebabnya

Hasilnya menunjukkan penurunan kadar LDL sekaligus peningkatan kadar HDL atau kolesterol baik.

Perubahan profil lipid tersebut menunjukkan adanya potensi manfaat terhadap kesehatan jantung. Namun, pemanfaatan kulit bawang merah sebagai terapi penyakit kardiovaskular masih membutuhkan bukti penelitian yang lebih kuat.

6. Bisa dimanfaatkan sebagai pengawet makanan

Potensi kulit bawang merah tidak hanya berkaitan dengan kesehatan. Kandungan senyawa aktifnya juga dapat dimanfaatkan dalam pengolahan dan pengawetan makanan.

Penelitian dalam Vietnam Journal of Chemistry menemukan ekstraksi kulit bawang merah menggunakan etanol 70 persen menghasilkan kadar polifenol dan flavonoid yang tinggi pada kondisi tertentu.

Ekstrak tersebut menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Bacillus subtilis, Escherichia coli, dan Staphylococcus aureus.

Aktivitas antibakteri tersebut membuka peluang pemanfaatan ekstrak kulit bawang merah sebagai bahan pengawet alami, termasuk untuk membantu memperpanjang masa simpan ikan.

7. Membantu pertumbuhan akar tanaman ubi kayu

Kulit bawang merah juga dapat dimanfaatkan dalam bidang pertanian. Salah satu penelitian menguji ekstraknya terhadap pertumbuhan akar pada stek batang ubi kayu.

Penelitian Septiani Ayda menunjukkan pemberian ekstrak kulit bawang merah memengaruhi pertumbuhan akar stek batang ubi kayu.

Konsentrasi 20 persen memberikan hasil paling efektif untuk meningkatkan jumlah akar. Sementara itu, konsentrasi 30 persen menunjukkan hasil paling baik terhadap panjang akar.

Pertumbuhan akar yang lebih baik dapat mendukung perkembangan tanaman. Namun, pemanfaatan ekstrak kulit bawang merah tetap perlu disesuaikan dengan jenis tanaman dan kondisi budidaya.

Tidak semua manfaat sudah terbukti pada manusia

Berbagai penelitian tersebut menunjukkan bahwa kulit bawang merah memiliki potensi karena mengandung senyawa seperti flavonoid, quercetin, dan polifenol.

Namun, sebagian temuan masih berasal dari penelitian laboratorium atau hewan. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak langsung menganggap kulit bawang merah sebagai obat untuk penyakit tertentu.

Baca Juga :  5 Efek Samping Jahe yang Perlu Diwaspadai, Jangan Konsumsi Berlebihan

Penelitian pada manusia dengan desain yang lebih kuat masih diperlukan untuk memastikan dosis, efektivitas, keamanan, serta kemungkinan interaksi dengan obat.

Dengan demikian, kulit bawang merah memang memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Namun, bukti ilmiah yang tersedia belum cukup untuk menjadikannya sebagai pengganti pengobatan medis. (*)

Berita Terkait

Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?
Toilet Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Sehat? Ini Posisi yang Disarankan
Jangan Salah, Begini Cara Menghibur Orang Sedih agar Tidak Makin Tertekan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB