Jelang Armuzna 2026, Kemenhaj Siapkan Layanan Konsumsi Siap Santap untuk Jemaah Haji Indonesia

Penulis -

Selasa, 19 Mei 2026 - 07:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenhaj memastikan layanan konsumsi jemaah haji Indonesia jelang fase puncak haji atau Armuzna berjalan optimal. (Foto: Kemenhaj)

Kemenhaj memastikan layanan konsumsi jemaah haji Indonesia jelang fase puncak haji atau Armuzna berjalan optimal. (Foto: Kemenhaj)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan layanan konsumsi jemaah haji Indonesia jelang fase puncak haji atau Armuzna berjalan optimal.

Fokus penguatan layanan dilakukan untuk menjaga stamina, kesehatan, dan kenyamanan jemaah selama ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff menyampaikan operasional haji 1447 H/2026 M berjalan baik hingga hari ke-28. Petugas juga terus memberikan pendampingan di seluruh titik layanan jemaah.

“Alhamdulillah, hingga hari ke-28 operasional haji, layanan bagi jemaah terus berjalan baik. Fokus kami saat ini adalah memperkuat kesiapan menjelang Armuzna, termasuk layanan konsumsi yang menjadi bagian penting dalam menjaga stamina dan kesehatan jemaah,” ujar Maria di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Data Keberangkatan dan Kedatangan Jemaah

Berdasarkan data terakhir, 464 kloter dengan 179.463 jemaah dan 1.851 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Sebanyak 455 kloter dengan 175.682 jemaah dan 1.820 petugas telah tiba di Makkah.

Untuk gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, telah tiba 190 kloter dengan 72.904 jemaah dan 759 petugas.

Selain itu, 12.180 jemaah haji khusus telah tiba di Arab Saudi dan menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal.

Konsumsi Jadi Fokus Utama Jelang Armuzna

Maria menjelaskan fase Armuzna merupakan periode padat dan membutuhkan layanan cepat, aman, dan terukur. Kebutuhan konsumsi menjadi salah satu fokus utama dalam fase tersebut.

“Fase Armuzna adalah fase yang sangat padat dan kompleks. Karena itu, layanan konsumsi harus dipastikan berjalan baik. Bagi kami, konsumsi bukan sekadar penyediaan makanan, tetapi bagian penting dari ikhtiar menjaga kesehatan dan stamina jemaah agar dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk,” ujar Maria.

Skema Makanan Siap Santap untuk Jemaah

Pemerintah menyiapkan skema katering Ready To Eat atau makanan siap santap untuk mendukung layanan konsumsi. Skema ini berlaku jelang, selama, hingga pasca puncak haji.

Baca Juga :  Embarkasi Padang Mulai Berangkatkan Jemaah Gelombang II, Jemaah Diminta Berihram dan Kenakan Pita Sesuai Syarikah

Skema ini dipilih untuk mempercepat distribusi dan memudahkan konsumsi jemaah. Selain itu, makanan dirancang tahan di tengah mobilitas tinggi dan memenuhi standar gizi, kebersihan, serta keamanan pangan.

“Makanan siap santap ini disiapkan dengan cita rasa nusantara agar lebih sesuai dengan selera jemaah Indonesia. Selain aman dan higienis, kami ingin makanan yang diterima jemaah juga familiar dan nyaman dikonsumsi,” jelas Maria.

Distribusi dan Pengawasan Ketat Konsumsi

Selama fase Armuzna, jemaah haji Indonesia akan menerima 15 porsi makanan bercita rasa nusantara dari pihak syarikah.

Selain itu, tersedia enam porsi makanan pada fase pra-Armuzna 7 dan 8 Dzulhijjah serta pasca-Armuzna 13 Dzulhijjah. Periode ini bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026.

Kemenhaj juga melakukan pengecekan rutin dan koordinasi intensif untuk memastikan distribusi berjalan lancar.

Seluruh makanan siap santap akan dikirim ke hotel jemaah pada 6 Dzulhijjah 1447 H atau 23 Mei 2026 sebelum pergerakan ke Armuzna.

“Pengawasan dilakukan sejak proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. Kami memastikan makanan yang diterima jemaah layak, higienis, aman dikonsumsi, dan mendukung kebutuhan fisik jemaah selama fase puncak haji,” tegas Maria.

Imbauan Kesehatan untuk Jemaah

Maria mengimbau jemaah untuk menjaga pola makan dan memperbanyak konsumsi air putih. Jemaah juga diminta makan tepat waktu dan mengurangi aktivitas fisik yang tidak mendesak menjelang puncak haji.

“Jaga kesehatan, hemat tenaga, makan tepat waktu, dan ikuti arahan petugas. Semoga seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran dalam menjalani puncak ibadah haji,” tutup Maria. (*/red)

Berita Terkait

Wamenhaj Dahnil: Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji
Kemenhaj Perkuat Transformasi Layanan Haji dengan Tiga Pilar: Humanis, Profesional, dan Adaptif
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, Cek Status Keberangkatan di Sini
Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure
Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia
Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:36 WIB

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:13 WIB

7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:17 WIB

7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:08 WIB

7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai

Berita Terbaru