Jemaah Haji Asal Sawahlunto Wafat di Makkah, Alami Gangguan Jantung dan Paru-Paru

Penulis -

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mainusni Marukun, jemaah haji Kloter PDG 12 asal Sawahlunto, Sumatera Barat, wafat di Makkah, Arab Saudi. (Foto: Humas Kemenhaj Sumbar)

Mainusni Marukun, jemaah haji Kloter PDG 12 asal Sawahlunto, Sumatera Barat, wafat di Makkah, Arab Saudi. (Foto: Humas Kemenhaj Sumbar)

Makkah, Javanusa—Kabar duka kembali datang dari jemaah Embarkasi Padang.

Mainusni Marukun (74), jemaah haji Kloter PDG 12 asal Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, wafat di Makkah, Arab Saudi, setelah sebelumnya sempat dirujuk ke Rumah Sakit Al Noor Makkah.

Almarhumah yang menempati pemondokan Tower 9C Hotel Al Hidayah itu wafat sebelum pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada Jumat (22/5/2026) pukul 12.30 Waktu Arab Saudi (WAS).

Ia berangkat bersama anaknya, Surtiyaningsih, dan tampak siap menjalani seluruh rangkaian ibadah.

Pembimbing ibadah Yusmanto dan Ketua Kloter PDG 12 Ifkar menyampaikan informasi tersebut. Mereka menjelaskan almarhumah sempat mengalami sesak napas dan mendapatkan penanganan medis berulang.

Mainusni bahkan dua kali menjalani perawatan di Rumah Sakit Al Noor Makkah. Setelah kondisi stabil, tim kesehatan memulangkan almarhumah ke hotel untuk pemantauan lanjutan.

“Yang bersangkutan sempat dua kali dirujuk ke rumah sakit karena sesak napas, namun kondisi beliau masih stabil dan tetap dalam pemantauan petugas kesehatan,” tulis petugas kloter, Minggu (24/5/2026).

Diagnosis Medis dan Kondisi Sebelum Wafat

Yusmanto menyampaikan hasil pemeriksaan medis menunjukkan almarhumah mengalami acute lung edema dan acute decompensated heart failure (ADHF). Kondisi itu menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru dan gangguan fungsi jantung.

Meski demikian, kondisi almarhumah pada Jumat pagi masih relatif stabil. Ia tetap makan, berkomunikasi normal, dan menunjukkan semangat untuk persiapan keberangkatan Armuzna.

“Pagi itu beliau masih bisa makan, berbicara normal, bahkan terlihat semangat untuk persiapan Armuzna,” ujar petugas kloter PDG 12.

Penurunan Kondisi dan Penanganan Medis

Setelah salat Jumat, jemaah sekamar melaporkan kondisi almarhumah menurun secara tiba-tiba. Petugas kesehatan kloter langsung bergerak cepat memberikan tindakan medis.

Baca Juga :  14 Tahun Menunggu, Mimpi Haji Sajeriah yang Tunanetra Terwujud

Dokter dan perawat melakukan pemeriksaan EKG, namun hasil menunjukkan denyut jantung tidak lagi terdeteksi. Tim medis tetap membawa almarhumah ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah untuk pemeriksaan lanjutan sesuai prosedur.

Pemulasaran Jenazah di Makkah

Setelah dinyatakan wafat, proses pemulasaran jenazah dilakukan oleh pihak syarikah bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Jenazah kemudian disalatkan di Masjidil Haram usai salat Magrib sebelum dimakamkan di pemakaman Al Sharaya, Makkah.

Hak Jemaah Haji yang Wafat di Tanah Suci

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya jemaah asal Sawahlunto tersebut.

Ia menegaskan seluruh proses pemulasaran jenazah jemaah haji Indonesia di Arab Saudi tidak dipungut biaya. Layanan tersebut meliputi memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga pemakaman yang ditangani syarikah bersama PPIH Arab Saudi.

Selain itu, jemaah yang wafat tetap memperoleh hak badal haji melalui petugas PPIH Arab Saudi. Rifki meminta petugas segera melaporkan setiap kasus wafat untuk proses administrasi.

“Jemaah yang wafat sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah hajinya tetap akan dibadalhajikan oleh petugas,” kata Rifki.

Asuransi dan Pengembalian Barang Jemaah

Rifki juga memastikan ahli waris berhak menerima klaim asuransi kematian sesuai ketentuan yang berlaku. Proses pengurusan dilakukan berjenjang melalui Kementerian Haji dan Umrah hingga ke keluarga jemaah.

Selain itu, barang milik jemaah akan dikembalikan secara utuh kepada keluarga melalui mekanisme PPIH.

“Keluarga tidak perlu khawatir terkait barang-barang almarhumah di Tanah Suci karena akan dikembalikan kepada ahli waris,” ujarnya.

Lima Jemaah Wafat

Hingga Minggu (24/5/2026), tercatat lima jemaah Embarkasi Padang wafat di Arab Saudi selama operasional haji tahun ini. Data jemaah wafat masih menunggu Certificate of Death (COD) dari rumah sakit. (*/red)

Baca Juga :  Terima Audiensi GP Ansor Sumbar, Fadly Amran Tegaskan Dukungan Penguatan Organisasi Kepemudaan

Berita Terkait

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, Cek Status Keberangkatan di Sini
Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure
Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia
Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli
Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April
Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terbaru