Kemenhaj Perkuat Layanan Kesehatan Haji, Gandeng Pusat Kesehatan TNI Tingkatkan Istithaah Jemaah

Penulis -

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenhaj melakukan audiensi dengan Pusat Kesehatan TNI di Jakarta. (Foto: Kemenhaj)

Kemenhaj melakukan audiensi dengan Pusat Kesehatan TNI di Jakarta. (Foto: Kemenhaj)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat penguatan sistem layanan kesehatan haji dengan menggandeng Pusat Kesehatan TNI.

Kolaborasi ini difokuskan pada pembinaan kesehatan jemaah, penerapan istithaah kesehatan, hingga penyediaan tenaga kesehatan yang kompeten untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji.

Pertemuan yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (7/7/2026) membahas berbagai strategi untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan haji sejak tahap persiapan di dalam negeri.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenhaj, Dani Pramudya, menegaskan pembinaan kesehatan merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya, proses tersebut harus dimulai jauh sebelum jemaah berangkat ke Tanah Suci.

“Pelayanan kesehatan haji dimulai sejak pembinaan di dalam negeri. Karena itu, kami terus memperkuat kolaborasi agar setiap jemaah benar-benar siap secara medis untuk menjalankan ibadah haji,” ujar Dani.

Pemantauan Kesehatan Dimulai Satu Tahun Sebelum Keberangkatan

Selain memperkuat kolaborasi, Kemenhaj juga menyiapkan sistem pembinaan kesehatan yang memungkinkan kondisi calon jemaah dipantau secara berkala sejak satu tahun sebelum jadwal keberangkatan.

Langkah tersebut bertujuan mendeteksi faktor risiko kesehatan lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum jemaah menjalani rangkaian ibadah haji.

“Dengan pemantauan yang berkesinambungan, berbagai faktor risiko kesehatan dapat dideteksi dan dikendalikan lebih dini sehingga jemaah memiliki kesiapan fisik yang lebih baik saat berada di Tanah Suci,” jelas Dani.

Penanganan Jemaah Berisiko Tinggi Jadi Perhatian

Dalam audiensi itu, kedua pihak juga membahas penanganan calon jemaah dengan risiko kesehatan tinggi. Pembahasan mencakup penanganan penyakit jantung, hipertensi berat, hingga gagal ginjal.

Pusat Kesehatan TNI memberikan sejumlah masukan, di antaranya memperkuat layanan promotif dan preventif, mengembangkan pelayanan bagi penyandang gagal ginjal, mengatur keberangkatan jemaah berisiko tinggi, serta mengoptimalkan pemeriksaan kesehatan akhir di embarkasi sebelum keberangkatan.

Baca Juga :  Persiapan Haji 2026 Hampir 100 Persen, Menhaj Pastikan Jadwal Pemberangkatan Sesuai Rencana
Manasik Kesehatan dan Kerja Sama Daerah Diperkuat

Pembinaan kesehatan melalui manasik juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Program ini diharapkan meningkatkan pemahaman jemaah mengenai pentingnya menjaga kebugaran, mengendalikan penyakit penyerta. Serta mempersiapkan kondisi fisik menghadapi lingkungan di Tanah Suci.

Di sisi lain, Pusat Kesehatan TNI mengusulkan penguatan sinergi dengan Dinas Kesehatan di daerah. Serta optimalisasi pelayanan rumah sakit melalui jejaring kemitraan agar layanan kesehatan haji semakin terintegrasi.

Dani menyambut positif berbagai rekomendasi tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting untuk membangun sistem kesehatan haji yang lebih menyeluruh.

“Kami menyambut baik berbagai masukan dari Pusat Kesehatan TNI. Sinergi ini menjadi langkah strategis untuk membangun sistem kesehatan haji yang lebih terintegrasi, mulai dari pembinaan, pemeriksaan kesehatan, hingga pelayanan selama penyelenggaraan ibadah haji,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Kemenhaj dan Pusat Kesehatan TNI sepakat memperkuat koordinasi teknis. Kedua pihak akan menyelaraskan mekanisme kerja sama guna mewujudkan penyelenggaraan kesehatan haji yang lebih efektif, komprehensif, dan berkelanjutan. (*/red)

Berita Terkait

Lindungi Dana Jemaah Umrah, Kemenhaj dan OJK Kaji Rekening Penampungan
Kemenhaj dan Kemendagri Padankan Data Jemaah Haji, Nomor Antrean Tetap Aman
Travel Umrah Diperingatkan Tak Promosikan Haji Khusus Tanpa Izin PIHK
368 ASN Lulus Seleksi Mutasi Karier Batch II, Mulai Bergabung 1 November 2026
189 Pengaduan Travel Haji dan Umrah Masuk hingga September 2026, Kemenhaj Perketat Pengawasan
Kemenhaj Sumbar Ingatkan Travel Umrah Gunakan Identitas Sesuai Izin, ID Card Wajib Diberikan H-1
Perkuat Perlindungan Jemaah, Kemenhaj Sumbar Bentuk Satgas Awasi Travel Umrah di Bandara
Sidak Travel Umrah di BIM, Kemenhaj Sumbar Temukan Jemaah Batal Berangkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Gulat Sumbang Dua Emas, Pasbar Buka Perolehan Medali di Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB