Kemenhaj Perkuat Transformasi Layanan Haji dengan Tiga Pilar: Humanis, Profesional, dan Adaptif

Penulis -

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenhaj memperkuat transformasi layanan haji melalui tiga pilar utama: humanis, profesional, dan adaptif. (Foto: Kemenhaj)

Kemenhaj memperkuat transformasi layanan haji melalui tiga pilar utama: humanis, profesional, dan adaptif. (Foto: Kemenhaj)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan tiga prinsip utama untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji Indonesia.

Ketiga prinsip tersebut meliputi pelayanan humanis, profesional, dan adaptif yang menjadi landasan transformasi tata kelola haji.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Abd. Haris, mengatakan ketiga prinsip tersebut menjadi arah pengembangan sistem pelayanan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Penerapannya diharapkan mampu memberikan kenyamanan serta memenuhi kebutuhan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Hal itu disampaikan Haris saat memberikan materi dalam kegiatan Entry Program Batch II bagi pegawai mutasi dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah ke Kemenhaj. Kegiatan tersebut berlangsung di Asrama Haji Kelas I Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Pelayanan Humanis Utamakan Kebutuhan Jemaah

Haris menjelaskan, prinsip humanis menempatkan jemaah sebagai prioritas dalam setiap tahapan pelayanan.

Pendekatan ini mencakup pelayanan ramah, penuh empati, serta perhatian terhadap kebutuhan khusus jemaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya bergantung pada kelancaran operasional. Penyelenggara juga harus memastikan setiap jemaah memperoleh pelayanan sesuai kondisi dan kebutuhannya.

“Transformasi tata kelola pelayanan haji harus mengedepankan tiga prinsip utama, yaitu humanis, profesional, dan adaptif. Ketiganya menjadi landasan untuk menghadirkan kenyamanan dan kebaikan bagi jemaah haji Indonesia sepanjang perjalanan suci,” ujar Haris.

Profesionalisme Berlandaskan Regulasi dan Akuntabilitas

Selain pendekatan humanis, Kemenhaj juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam seluruh proses penyelenggaraan ibadah haji.

Prinsip ini mencakup kepatuhan terhadap regulasi, penerapan standar mutu, serta penguatan tata kelola yang akuntabel.

Haris menilai koordinasi menjadi faktor penting karena pelayanan haji melibatkan banyak tahapan dan unit kerja.

Proses tersebut berlangsung di Indonesia maupun Arab Saudi sehingga membutuhkan pembagian tanggung jawab yang jelas dan sistem kerja terintegrasi.

Baca Juga :  Puncak Haji Armuzna, Musyrif Diny Minta Jemaah Prioritaskan Rukun Haji dan Jaga Stamina

“Profesionalisme bukan hanya tentang menjalankan tugas, tetapi memastikan seluruh pelayanan memiliki standar yang jelas, berlandaskan regulasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan begitu, kualitas pelayanan kepada jemaah dapat terus dijaga,” jelasnya.

Adaptasi Teknologi dan Kebijakan Arab Saudi

Pilar ketiga, yakni adaptif, menekankan kesiapan aparatur dan organisasi dalam menghadapi perubahan.

Perkembangan teknologi digital serta dinamika kebijakan Pemerintah Arab Saudi menjadi tantangan yang perlu diantisipasi.

Haris menyebut kemampuan beradaptasi sangat penting agar organisasi mampu menyesuaikan sistem dan pola kerja.

Dengan demikian, perubahan kebijakan maupun perkembangan teknologi tidak menghambat kualitas pelayanan kepada jemaah.

“Perkembangan teknologi dan perubahan regulasi harus menjadi dorongan bagi kita untuk terus meningkatkan kemampuan. Pelayanan haji harus mampu mengikuti perkembangan zaman sekaligus menyesuaikan diri dengan ketentuan yang berlaku di Arab Saudi,” ungkapnya.

Peran Strategis Ditjen Pelayanan Haji

Lebih lanjut, Haris memaparkan sejumlah tugas strategis Direktorat Jenderal Pelayanan Haji. Tugas tersebut mencakup perumusan kebijakan, pelaksanaan pelayanan, pembinaan, supervisi, serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji.

Seluruh fungsi tersebut bertujuan membangun sistem pelayanan yang profesional, terintegrasi, dan akuntabel.

Kemenhaj juga mengarahkan pelaksanaannya agar selalu berorientasi pada kebutuhan jemaah.

Melalui Entry Program Batch II, Kemenhaj mendorong pegawai yang baru bergabung untuk memahami arah kebijakan dan prinsip tata kelola tersebut.

Pemahaman yang sama di antara aparatur menjadi modal penting dalam membangun budaya kerja yang berorientasi pada mutu pelayanan.

Penguatan tiga pilar transformasi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji secara berkelanjutan.

Kemenhaj menargetkan pelayanan yang aman, nyaman, profesional, dan mengutamakan kepentingan jemaah Indonesia. (*)

Berita Terkait

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, Cek Status Keberangkatan di Sini
Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure
Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia
Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli
Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April
Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:57 WIB

Pemko Padang Gandeng LAN Sumbar, Siapkan Satgas Pencegahan Narkoba

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Gubernur Mahyeldi Buka MTQ ke-46 Sawahlunto, Dorong Generasi Muda Cinta Al-Qur’an

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Literasi Pancasila Lewat Bedah Buku Karya Willy Aditya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:59 WIB

Padang Mobile Masuk 5 Besar Padang Innovation Award 2026, Ini Keunggulannya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Berita Terbaru

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menerima audiensi Ketua LAN Sumbar Firman Sikumbang di ruang kerjanya, Balai Kota Aie Pacah, Jumat (30/10/2026). (Foto: Pemko Padang)

Kota Padang

Pemko Padang Gandeng LAN Sumbar, Siapkan Satgas Pencegahan Narkoba

Jumat, 30 Okt 2026 - 18:57 WIB