Javanusa.com—Penderita diabetes tetap bisa menikmati makanan yang lezat tanpa mengabaikan kadar gula darah. Kuncinya terletak pada pemilihan jenis makanan, porsi, serta kandungan nutrisinya.
Pola makan memiliki peran penting dalam membantu mengendalikan diabetes. Asupan yang tidak tepat dapat membuat kadar gula darah sulit terkontrol dan meningkatkan risiko komplikasi.
Karena itu, penderita diabetes perlu memilih makanan berdasarkan kandungan karbohidrat, serat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
Makanan yang Aman untuk Penderita Diabetes
Tidak semua makanan harus dihindari oleh penderita diabetes. Beberapa pilihan justru dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari jika dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai.
Dikutip dari Halodoc, berikut beberapa makanan yang aman untuk penderita diabetes.
1. Pilih Karbohidrat Kompleks
Karbohidrat menjadi salah satu sumber energi utama tubuh. Namun, penderita diabetes sebaiknya lebih mengutamakan karbohidrat kompleks dibandingkan karbohidrat rafinasi.
Karbohidrat kompleks cenderung lebih kaya nutrisi dan serat. Pilihan makanan yang dapat dikonsumsi antara lain kentang, ubi jalar, buah-buahan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta roti gandum.
Beras merah dan oat juga dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat. Sebaliknya, konsumsi roti putih dan nasi putih sebaiknya dibatasi karena lebih cepat meningkatkan kadar gula darah.
2. Perbanyak Makanan Tinggi Serat
Serat dapat membantu mengendalikan kadar gula darah. Karena itu, makanan kaya serat layak menjadi bagian dari menu penderita diabetes.
Sumber serat yang bisa dipilih antara lain pepaya, apel, pir, bayam, brokoli, dan selada.
Kacang tanah, chestnut, almond, chia seed, biji rami, dan artichoke juga dapat menjadi pilihan. Konsumsinya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan energi dan kondisi kesehatan masing-masing.
3. Utamakan Protein dengan Kandungan Lemak yang Tepat
Protein membantu menyediakan energi, membangun serta memperbaiki jaringan tubuh. Nutrisi ini juga mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh.
Namun, penderita diabetes perlu memperhatikan kandungan lemak jenuh dan karbohidrat dalam sumber protein yang dipilih.
Beberapa pilihan protein hewani meliputi daging sapi bagian has dalam atau paha belakang, dada ayam tanpa kulit, ikan berdaging putih, dan telur.
Sementara itu, sumber protein nabati dapat berasal dari kacang merah, kacang hitam, kacang polong, edamame, dan tahu.
4. Jangan Takut Mengonsumsi Lemak Sehat
Penderita diabetes tetap membutuhkan lemak dalam pola makan sehari-hari. Yang perlu diperhatikan adalah jenis lemak yang dikonsumsi.
Lemak tak jenuh dapat menjadi pilihan karena berkaitan dengan kesehatan jantung. Beberapa sumbernya meliputi minyak zaitun, minyak kanola, alpukat, almond, hazelnut, biji labu, dan biji wijen.
Lemak tak jenuh ganda juga dapat diperoleh dari minyak bunga matahari, minyak jagung, kenari, biji rami, serta ikan.
5. Lengkapi dengan Vitamin, Mineral, dan Antioksidan
Pola makan penderita diabetes juga perlu mencakup makanan yang kaya vitamin, mineral, dan senyawa antioksidan.
Sayuran hijau, misalnya, mengandung berbagai vitamin serta mineral seperti kalsium dan seng. Stroberi menyediakan vitamin C dan antioksidan, termasuk antosianin dan polifenol.
Buah sitrus seperti jeruk juga dapat menjadi pilihan karena mengandung serat, vitamin C, folat, dan kalium. Buah beri turut menyediakan vitamin C, vitamin K, mangan, serat, dan kalium.
Menjalani pola makan untuk diabetes bukan berarti makanan harus selalu terasa hambar. Penderita diabetes tetap dapat menggunakan sejumlah penyedap, tetapi jumlahnya perlu diperhatikan.
Batasi Penggunaan Garam
Garam boleh digunakan dalam makanan penderita diabetes. Namun, konsumsinya perlu dibatasi karena asupan garam berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah.
Pada penderita diabetes tipe 2, asupan garam dianjurkan kurang dari satu sendok teh per hari. Untuk makanan olahan atau makanan kalengan, perhatikan pula kandungan natriumnya.
Sebagai acuan, pilih produk dengan kandungan sodium kurang dari 140 mg per porsi. Meski demikian, membatasi makanan olahan tetap menjadi pilihan yang lebih baik.
Pertimbangkan Pengganti Gula
Makanan manis perlu dikonsumsi secara bijak oleh penderita diabetes. Jika membutuhkan rasa manis, pemanis pengganti gula dapat menjadi salah satu pilihan.
Beberapa jenis pemanis yang dapat digunakan antara lain stevia, lo han kuo, erythritol, aspartam, sakarin, dan sukralosa.
Penggunaannya tetap perlu memperhatikan jumlah dan jenis produk. Penderita diabetes juga sebaiknya memperhatikan keseluruhan kandungan karbohidrat dalam makanan, bukan hanya jenis pemanisnya.
Gunakan Herba dan Rempah
Herba dan rempah dapat membantu membuat makanan lebih bercita rasa. Penggunaannya juga dapat membantu mengurangi kebutuhan terhadap gula dan garam.
Beberapa bahan yang dapat digunakan antara lain kayu manis, daun kucai, bawang putih, adas, rosemary, kunyit, dan fenugreek.
Sejumlah penelitian juga mengkaji potensi berbagai herba dan rempah dalam membantu pengendalian kadar gula darah. Namun, bahan tersebut tidak boleh dianggap sebagai pengganti obat diabetes yang diresepkan dokter.
Tetap Nikmati Makanan dengan Pilihan yang Tepat
Diabetes tidak berarti seseorang harus menghilangkan semua makanan yang disukai. Pengaturan jenis makanan, jumlah porsi, serta keseimbangan nutrisi menjadi bagian penting dalam mengelola kadar gula darah.
Penderita diabetes juga perlu mengikuti terapi dan obat-obatan sesuai anjuran dokter. Pola makan yang baik akan lebih optimal jika berjalan bersama pengobatan dan gaya hidup sehat.
Kebutuhan setiap penderita diabetes dapat berbeda. Kondisi seperti gangguan ginjal atau luka yang sulit sembuh juga dapat memengaruhi pilihan makanan.
Jika memiliki kondisi tersebut, konsultasikan pola makan dengan dokter atau tenaga kesehatan. Dengan begitu, menu harian dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh dan kebutuhan pengobatan. (*)






