Jeddah, Javanusa—Grand Hajj Symposium yang berlangsung di Hotel Ritz-Carlton, Rabu (20/5/2026), menjadi forum strategis bagi para pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Kegiatan ini menghadirkan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, bersama perwakilan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sebagai narasumber utama.
Forum tersebut membahas berbagai isu penting terkait penyelenggaraan ibadah haji. Pembahasan mencakup kesiapan layanan, peningkatan fasilitas jemaah, hingga penguatan koordinasi antara negara pengirim jemaah dan otoritas penyelenggara di Arab Saudi.
Bahas Evaluasi dan Persiapan Haji
Grand Hajj Symposium juga menjadi ruang diskusi untuk mengevaluasi pelaksanaan ibadah haji. Selain itu, forum ini merumuskan langkah perbaikan guna meningkatkan kualitas layanan pada masa mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Menhaj menyampaikan apresiasi atas berbagai persiapan yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi untuk mendukung kelancaran operasional haji tahun ini. Menurutnya, kesiapan tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.
“Saya mengapresiasi pada persiapan yang dilakukan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Mudah-mudahan menjadi bagian dari persiapan yang lebih baik, terutama untuk tahun kedepannya semoga akan bisa lebih baik lagi,” ujar Menhaj.
Soroti Peran Strategis Media
Selain membahas kesiapan teknis penyelenggaraan haji, forum ini juga menyoroti peran strategis media dalam mendukung kelancaran ibadah haji.
Melalui Grand Hajj Symposium, pemerintah dan otoritas penyelenggara diharapkan terus memperkuat sinergi. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting untuk menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih matang serta mampu memberikan layanan aman, nyaman, dan optimal bagi seluruh jemaah pada masa mendatang. (*/red)






