Petugas Dilarang Terima Tips dari Jemaah, Kemenhaj Wajibkan Penilaian Kinerja Harian Petugas Haji 2026

Penulis -

Sabtu, 7 Februari 2026 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Harun Al Rasyid memberikan arahan pada Diklat PPIH Kloter Embarkasi Padang 1447 H/2026 M, Kamis (5/2/2026). (Foto: Kemenhaj)

Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Harun Al Rasyid memberikan arahan pada Diklat PPIH Kloter Embarkasi Padang 1447 H/2026 M, Kamis (5/2/2026). (Foto: Kemenhaj)

Padang, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperketat pengawasan terhadap petugas haji dengan mewajibkan pengisian penilaian kinerja (Penkin) harian.

Langkah ini untuk memastikan seluruh petugas fokus pada pelayanan jemaah selama operasional haji 2026.

Kebijakan itu disampaikan Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid, saat memberikan arahan pada Diklat PPIH Kloter Embarkasi Padang 1447 H/2026 M, Kamis (5/2/2026).

Harun menegaskan, status petugas haji bukan hanya penugasan administratif, tetapi juga amanah spiritual. Karena itu, kinerja di lapangan harus terukur dan terdokumentasi setiap hari.

“Menjadi petugas itu ibadah. Melayani tamu Allah adalah bagian dari integritas. Kita harus merasa setiap pelayanan itu dipantau,” kata Harun di Padang.

Menurut dia, instrumen penilaian harian akan menjadi alat kontrol langsung terhadap disiplin dan fokus kerja petugas.

Penkin Harian Jadi Instrumen Kontrol Layanan

Melalui sistem Penkin harian, setiap petugas wajib melaporkan aktivitas dan tanggung jawabnya selama bertugas. Data itu akan menjadi dasar evaluasi berjenjang oleh pimpinan tim.

“Setiap hari petugas akan mengisi Penkin. Ini bagian dari pengawasan agar tidak ada yang lalai dari tugas utamanya,” ujarnya.

Ia menambahkan, sistem ini juga memudahkan deteksi dini jika terjadi penurunan kinerja di lapangan.

Selain soal pelaporan kinerja, Kemenhaj juga mengingatkan petugas agar tidak mengutamakan ibadah pribadi hingga mengabaikan tugas pelayanan. Fokus utama, kata dia, tetap pada kebutuhan jemaah.

“Jangan sampai dari subuh sampai magrib di Masjidil Haram terus, ingin ke Raudhah terus, tapi tugas pelayanan terbengkalai,” kata Harun.

Ia menegaskan, petugas haji ditugaskan untuk melayani, bukan mencari kenyamanan pribadi selama di Tanah Suci.

Sanksi Tegas hingga Pemulangan Dini

Kemenhaj menyiapkan sanksi tegas bagi petugas yang melanggar aturan dan mengabaikan tanggung jawab. Sanksi dapat diberikan setelah melalui tahapan peringatan.

Baca Juga :  Wamenhaj Minta Layanan Kesehatan Haji Madinah Siaga Hadapi Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua

“Kalau sudah diperingatkan dan tetap tidak mengindahkan, bisa saja dipulangkan sebelum masa tugas berakhir,” ujarnya.

Menurut Harun, penegakan disiplin penting untuk menjaga kualitas layanan dan nama baik penyelenggaraan haji Indonesia.

Dalam arahannya, Harun juga menyoroti potensi pemberian imbalan dari jemaah kepada petugas. Praktik itu kerap terjadi saat layanan kursi roda, safari wukuf, maupun tanazul.

Ia menegaskan seluruh layanan petugas sudah difasilitasi negara, sehingga tidak boleh ada penerimaan dalam bentuk apa pun dari jemaah.

“Kadang jemaah bilang ikhlas, tapi tetap harus ditolak. Ini untuk menghindari hal-hal tabu dan menjaga kehormatan petugas,” katanya.

Kemenhaj, lanjut dia, telah menghitung seluruh skema layanan, termasuk penugasan dan kesempatan badal haji bagi petugas tertentu. Karena itu, tidak ada alasan menerima imbalan pribadi.

Harun mengajak seluruh petugas berjalan seirama dengan kebijakan Kemenhaj dan menjaga integritas selama bertugas. Ia menargetkan penyelenggaraan haji 2026 berjalan tertib, aman, dan terkendali.

“Saling menjaga, saling mengingatkan, dan jaga integritas. Itu kunci layanan haji yang berkualitas,” katanya. (*/red)

Berita Terkait

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, Cek Status Keberangkatan di Sini
Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure
Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia
Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli
Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April
Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB