Terlalu Sering Makan Seblak Bisa Picu Masalah Kesehatan, Ini 6 Risikonya

Penulis -

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seblak. (Foto: AI Generated)

Ilustrasi seblak. (Foto: AI Generated)

Javanusa.com—Seblak memang menggoda dengan rasa pedas, gurih, dan pilihan topping yang beragam.

Namun, kebiasaan terlalu sering menyantap makanan khas Bandung ini dapat meningkatkan risiko sejumlah gangguan kesehatan, terutama jika porsinya berlebihan dan kandungan garam, minyak, serta bahan olahannya tinggi.

Kombinasi kerupuk, cabai, minyak, penyedap rasa, bakso, sosis, hingga telur membuat kandungan gizi seblak sangat bergantung pada cara pengolahan dan bahan yang digunakan.

Dikutip dari KlikDokter, dr. Dyah Novita Anggraini mengatakan konsumsi makanan seperti seblak perlu dilakukan secara bijak. Terutama bagi orang yang memiliki masalah lambung, tekanan darah tinggi, atau gangguan metabolisme.

Seblak umumnya menggunakan kerupuk sebagai sumber karbohidrat utama. Penjual kemudian menambahkan sayuran, telur, bakso, sosis, dan berbagai bumbu untuk memperkaya rasa.

Bumbu seblak biasanya terdiri dari cabai, bawang merah, bawang putih, kencur, garam, dan penyedap rasa. Proses memasaknya juga sering menggunakan minyak dalam jumlah cukup banyak.

Cabai mengandung capsaicin yang menghasilkan sensasi pedas. Sementara itu, penggunaan minyak, garam, dan bahan olahan dapat meningkatkan kandungan kalori, lemak, serta natrium dalam satu porsi.

Jika dikonsumsi sesekali dalam porsi wajar, seblak tentu dapat menjadi bagian dari variasi makanan. Namun, konsumsi terlalu sering tanpa memperhatikan komposisi berpotensi menimbulkan masalah.

1. Gangguan Lambung dan Gastritis

Makanan yang sangat pedas dapat memperburuk keluhan pada sebagian orang yang memiliki lambung sensitif. Rasa pedas dari cabai juga dapat memicu rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Keluhan yang muncul dapat berupa nyeri ulu hati, mual, muntah, atau perut terasa kembung.

Pada orang yang telah memiliki masalah lambung, konsumsi makanan pedas berlebihan berpotensi memperparah gejala yang sudah ada. Karena itu, penderita gastritis perlu lebih berhati-hati dalam menentukan tingkat kepedasan makanan.

Baca Juga :  Jomblo! Jangan Ngiler! Banyak Wanita Cantik di 7 Negara Ini!
2. Memicu Gejala Asam Lambung atau GERD

Seblak dengan tingkat kepedasan tinggi dan kandungan minyak berlebih dapat menjadi pemicu keluhan refluks pada sebagian orang.

Kondisi ini terjadi ketika isi lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Gejalanya antara lain sensasi panas di dada atau heartburn, rasa asam di mulut, makanan yang naik kembali, hingga kesulitan menelan.

Bagi penderita GERD, mengenali makanan pemicu menjadi langkah penting untuk mengendalikan kekambuhan.

3. Risiko Tekanan Darah Meningkat

Kandungan garam dan natrium dalam seblak juga perlu mendapat perhatian. Terlebih jika makanan ini menggunakan banyak penyedap rasa, bumbu instan, serta bahan olahan seperti sosis dan bakso.

Asupan natrium berlebihan dalam jangka panjang dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.

Hipertensi sendiri sering tidak menimbulkan gejala. Namun, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke apabila tidak terkontrol.

4. Berat Badan Naik dan Risiko Sindrom Metabolik

Seblak dapat menjadi makanan tinggi kalori, terutama jika menggunakan banyak kerupuk, minyak, dan topping olahan.

Konsumsi makanan tinggi kalori secara berlebihan tanpa diimbangi aktivitas fisik dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Dalam jangka panjang, obesitas berkaitan dengan berbagai gangguan metabolik. Kondisi tersebut mencakup resistensi insulin, peningkatan kadar lemak darah, dan risiko diabetes tipe 2. Karena itu, porsi dan frekuensi konsumsi menjadi faktor penting.

5. Kadar Kolesterol Bisa Meningkat

Tambahan bahan seperti sosis, bakso, serta penggunaan minyak berlebihan dapat meningkatkan asupan lemak, terutama jika kualitas dan jumlah minyak tidak terkontrol.

Pola makan tinggi lemak jenuh dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar kolesterol LDL.

Kadar LDL yang tinggi dapat mempercepat pembentukan plak pada pembuluh darah. Kondisi ini meningkatkan risiko aterosklerosis dan penyakit jantung koroner.

Baca Juga :  Arisal Aziz Mundur dari Ketua DPW PAN Sumbar, Sebut Upaya Perkuat Soliditas Partai Tak Terwujud
6. Asupan Natrium Berlebih Membebani Kesehatan Ginjal

Seblak pedas sering membuat seseorang berkeringat dan merasa haus. Namun, risiko kesehatan bukan hanya berasal dari rasa pedasnya.

Kandungan natrium yang tinggi dapat menjadi masalah jika konsumsi berlangsung terus-menerus, terutama pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

Ginjal berperan mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Karena itu, pola makan tinggi garam perlu dikendalikan untuk menjaga kesehatan ginjal dan tekanan darah.

Cara Lebih Sehat Menikmati Seblak

Pecinta seblak tidak harus sepenuhnya meninggalkan makanan favoritnya. Kuncinya terletak pada frekuensi konsumsi, ukuran porsi, dan pemilihan bahan.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan agar konsumsi seblak lebih terkendali.

Batasi Frekuensi Konsumsi

Hindari menjadikan seblak sebagai menu harian. Konsumsi sesekali dalam porsi wajar lebih baik dibandingkan makan berlebihan secara rutin. Tambahkan sayuran seperti sawi, kol, atau wortel untuk meningkatkan asupan serat.

Untuk sumber protein, telur atau ayam tanpa kulit dapat menjadi pilihan dibandingkan terlalu banyak menggunakan makanan olahan.

Kurangi Minyak, Garam, dan Penyedap

Penggunaan minyak berlebihan dapat meningkatkan total kalori makanan. Seblak juga dapat dimasak dengan kuah lebih banyak atau minyak lebih sedikit.

Kurangi garam dan penyedap rasa. Bumbu alami seperti bawang putih, kencur, dan rempah dapat membantu memperkuat cita rasa.

Jangan Berlebihan dengan Tingkat Kepedasan

Sensasi pedas memang menjadi daya tarik utama seblak. Namun, tingkat kepedasan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh dan toleransi lambung.

Orang yang sering mengalami nyeri ulu hati atau keluhan refluks sebaiknya lebih berhati-hati.

Perhatikan Porsi Makan

Porsi besar dapat meningkatkan asupan kalori, garam, dan lemak dalam satu kali makan.

Mengonsumsi seblak secukupnya menjadi pilihan lebih aman dibandingkan makan berlebihan dalam satu waktu.

Baca Juga :  Makanan yang Aman untuk Penderita Diabetes: Pilihan Sehat yang Tetap Enak
Tetap Cukupi Kebutuhan Cairan

Minum air putih yang cukup dapat membantu menjaga kebutuhan cairan tubuh, terutama setelah mengonsumsi makanan pedas.

Namun, air putih bukan solusi untuk mengimbangi konsumsi garam secara berlebihan. Karena itu, jumlah garam dalam makanan tetap perlu dikontrol.

Nikmati Seblak, tetapi Jangan Berlebihan

Seblak tetap dapat dinikmati sebagai bagian dari variasi makanan. Namun, kebiasaan terlalu sering makan seblak dengan kandungan minyak, garam, dan topping olahan tinggi dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.

Masalah lambung, GERD, hipertensi, kenaikan berat badan, gangguan metabolik, hingga peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dapat berkaitan dengan pola makan yang tidak seimbang.

Karena itu, memilih bahan yang lebih sehat, mengatur porsi, serta membatasi frekuensi konsumsi menjadi langkah sederhana untuk tetap menikmati seblak tanpa mengabaikan kesehatan. (*)

Berita Terkait

Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?
Toilet Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Sehat? Ini Posisi yang Disarankan
Jangan Salah, Begini Cara Menghibur Orang Sedih agar Tidak Makin Tertekan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB