Padang, Javanusa—Sebanyak 390 jemaah haji kloter 03 Embarkasi Padang asal Provinsi Bengkulu berangkat menuju Madinah melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Minggu (26/4/2026). Penerbangan berlangsung lebih awal dari jadwal yang telah ditetapkan.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, bersama Tim PPIH Hami Mulyawan menyampaikan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-3503 lepas landas pukul 12.02 WIB. Jadwal tersebut lebih cepat 18 menit dari rencana awal pukul 12.20 WIB.
“Alhamdulillah, Embarkasi Padang telah memberangkatkan 3 dari 14 kloter jemaah haji. Keberangkatan berjalan lancar dan seluruh jemaah terangkut sesuai manifest, hanya terdapat 3 kursi kosong,” ujar Rifki.
Transit Singkat di BIM Sebelum Berangkat
Rifki menjelaskan, kloter 03 merupakan jemaah asal Provinsi Bengkulu yang dilayani melalui skema embarkasi antara di Padang. Sebelum terbang ke Madinah, jemaah terlebih dahulu tiba di BIM dan menjalani proses transit.
“Jemaah Bengkulu hanya transit sekitar tiga hingga empat jam di BIM sebelum melanjutkan penerbangan ke Tanah Suci,” katanya.
Selama proses tersebut, seluruh jemaah berada dalam kondisi sehat. Petugas juga mengarahkan jemaah untuk mengikuti seluruh tahapan layanan embarkasi secara tertib.
Komposisi Jemaah Didominasi Lansia
Kloter ini berjumlah 390 orang, terdiri dari 152 laki-laki dan 238 perempuan, dengan tiga kursi kosong (open seat).
Rifki menyebut, kloter 03 didominasi jemaah lanjut usia. Sebanyak 128 jemaah berusia di atas 65 tahun.
“Jemaah tertua berusia 83 tahun asal Rejang Lebong, sedangkan jemaah termuda berusia 20 tahun dari Kota Bengkulu,” jelasnya.
Dalam penerbangan ini, jemaah didampingi petugas kloter yang terdiri dari Ketua Kloter Leni Marlina, Pembimbing Ibadah Ahmad Farhan, dokter Muhammad Arlek, paramedis Ricky Casanopa, serta petugas haji daerah dan pembimbing KBIHU.
Rifki menambahkan, kloter 03 dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada 6 Juni 2026.
Keberangkatan ini menjadi bagian dari rangkaian operasional haji Embarkasi Padang. Petugas terus mengoptimalkan layanan, terutama bagi jemaah lanjut usia, agar seluruh proses ibadah berjalan aman dan lancar. (*/red)






