Javanusa.com—Jus terong belanda bukan sekadar minuman segar untuk melepas dahaga. Kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan di dalamnya menjadikan minuman ini berpotensi membantu menjaga daya tahan tubuh, mendukung kesehatan jantung, hingga menurunkan risiko berbagai penyakit jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Terong belanda (Solanum betaceum) merupakan buah dari keluarga terung-terungan yang belum banyak dibudidayakan di Indonesia. Buah ini memiliki kulit berwarna merah dengan daging berwarna oranye kemerahan serta cita rasa asam yang menyegarkan.
Salah satu cara paling praktis menikmati buah ini adalah dengan mengolahnya menjadi jus. Selain rasanya khas, jus terong belanda juga menyimpan berbagai zat gizi penting.
Dalam setiap 100 gram terong belanda segar terkandung sekitar 52 kalori, 2,1 gram protein, 1,1 gram lemak, 8,6 gram karbohidrat, dan 1,4 gram serat.
Buah ini juga mengandung 16 miligram kalsium, 40 miligram fosfor, serta 1,1 miligram zat besi. Kandungan vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin C, serta antioksidan seperti flavonoid, antosianin, dan karotenoid turut melengkapi nilai gizinya.
Manfaat Jus Terong Belanda bagi Kesehatan
Berkat kandungan nutrisinya, jus terong belanda menawarkan sejumlah manfaat kesehatan jika dikonsumsi secara rutin dalam pola makan yang seimbang. Berikut manfaatnya.
1. Membantu meningkatkan daya tahan tubuh
Vitamin C berperan penting dalam mendukung sistem imun. Nutrisi ini membantu tubuh melawan infeksi sekaligus melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Dengan sistem kekebalan yang terjaga, tubuh menjadi lebih siap menghadapi berbagai penyakit.
2. Mendukung kesehatan jantung
Jus terong belanda mengandung flavonoid dan antosianin yang berpotensi membantu menjaga kesehatan pembuluh darah.
Kedua senyawa tersebut diketahui dapat membantu mengontrol tekanan darah sekaligus menjaga kadar trigliserida dan kolesterol tetap normal. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menurunkan risiko penyakit jantung, bersama olahraga rutin dan pola makan sehat.
3. Menjaga fungsi otak
Flavonoid dalam terong belanda juga berkontribusi terhadap kesehatan otak.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan kaya flavonoid dapat membantu mengurangi peradangan saraf, meningkatkan aliran darah ke otak, serta mendukung konsentrasi dan daya ingat, terutama pada orang dewasa.
4. Mendukung performa otot
Kandungan zat besi membantu mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh, termasuk otot.
Pasokan oksigen yang memadai berperan dalam menjaga kekuatan, daya tahan, kecepatan, serta mempercepat pemulihan setelah aktivitas fisik.
5. Menjaga kesehatan mata
Karotenoid dalam jus terong belanda berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi mata dari paparan cahaya biru.
Perlindungan tersebut dapat membantu mengurangi risiko terjadinya degenerasi makula yang sering muncul seiring bertambahnya usia.
6. Membantu merawat kesehatan kulit
Vitamin C berkontribusi dalam menjaga kesehatan kulit dengan melindungi sel dari paparan radikal bebas dan sinar matahari.
Konsumsi makanan yang kaya vitamin C juga mendukung proses pembentukan kolagen sehingga kulit tetap sehat.
7. Membantu mengontrol kadar asam urat
Terong belanda termasuk buah yang relatif aman dikonsumsi penderita asam urat.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa asupan vitamin C secara rutin dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah sehingga berpotensi mengurangi risiko kekambuhan.
8. Membantu mencegah diabetes tipe 2
Antosianin dalam terong belanda diketahui dapat meningkatkan toleransi glukosa sehingga tubuh lebih baik dalam mengatur kadar gula darah.
Selain itu, buah ini memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga tidak mudah memicu lonjakan gula darah.
9. Membantu mencegah anemia defisiensi besi
Zat besi merupakan komponen utama pembentukan hemoglobin yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Mengonsumsi makanan kaya zat besi, termasuk jus terong belanda, dapat membantu memenuhi kebutuhan mineral tersebut dan menurunkan risiko anemia defisiensi besi.
10. Menurunkan risiko kanker
Vitamin C bersama flavonoid, antosianin, dan karotenoid bekerja sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Meski demikian, konsumsi jus terong belanda tidak dapat menggantikan pola hidup sehat maupun pengobatan medis. Pencegahan kanker tetap memerlukan pola makan bergizi, aktivitas fisik teratur, serta pemeriksaan kesehatan sesuai anjuran.
Cara Membuat Jus Terong Belanda
Membuat jus terong belanda cukup mudah dan dapat dilakukan di rumah. Pertama, siapkan buah terong belanda matang dan air dingin secukupnya. Cuci buah hingga bersih di bawah air mengalir, lalu belah menjadi dua dan kerok daging buahnya.
Masukkan daging buah bersama air dingin ke dalam blender, kemudian haluskan hingga tercampur rata. Setelah itu, jus siap disajikan.
Agar manfaatnya lebih optimal, hindari menambahkan gula pasir atau susu kental manis karena dapat meningkatkan kadar gula darah. Jika menginginkan rasa lebih manis, gunakan madu secukupnya.
Konsultasikan Jika Dikonsumsi untuk Tujuan Pengobatan
Jus terong belanda dapat menjadi pelengkap pola makan sehat, tetapi bukan pengganti terapi medis. Apabila ingin mengonsumsinya sebagai bagian dari penanganan kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Langkah ini penting untuk memastikan keamanannya sekaligus menentukan jumlah konsumsi yang sesuai dengan kondisi masing-masing. (*/red)






