Javanusa.com—Anemia dapat membuat tubuh cepat lelah, lemas, pusing, dan terlihat pucat. Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi adalah memperbaiki pola makan.
Buah-buahan dapat menjadi bagian dari pola makan tersebut. Beberapa jenis buah menyediakan vitamin C, folat, dan mineral yang mendukung proses pembentukan sel darah merah.
Mengolah buah menjadi jus juga menjadi pilihan praktis untuk menambah asupan buah setiap hari. Namun, jus bukan pengganti terapi medis jika anemia sudah terdiagnosis.
Sejumlah buah memiliki kandungan nutrisi yang berkaitan dengan metabolisme zat besi dan pembentukan sel darah merah. Dikutip dari Halodoc, berikut beberapa pilihan yang dapat dimasukkan ke dalam menu harian.
1. Jus Jambu Biji
Jambu biji dikenal sebagai salah satu buah dengan kandungan vitamin C tinggi. Nutrisi tersebut membantu tubuh menyerap zat besi non-heme dari makanan nabati.
Karena itu, jus jambu biji dapat menjadi pilihan pendamping makanan yang mengandung zat besi.
2. Jus Buah Bit
Buah bit mengandung folat, kalium, serat, serta sejumlah mineral. Folat memiliki peran penting dalam pembentukan dan perkembangan sel darah.
Jus bit dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang. Namun, konsumsi bit saja tidak cukup untuk mengatasi anemia akibat kekurangan zat besi.
3. Jus Delima
Delima mengandung berbagai senyawa antioksidan serta sejumlah mineral. Buah ini juga dapat menjadi sumber tambahan nutrisi dalam pola makan sehari-hari.
Konsumsi jus delima tanpa tambahan gula berlebihan dapat menjadi salah satu pilihan minuman berbahan buah.
4. Jus Alpukat
Alpukat mengandung folat atau vitamin B9 yang dibutuhkan tubuh dalam proses pembentukan sel darah merah. Buah ini juga menyediakan lemak tak jenuh yang mendukung pola makan sehat.
Jus alpukat dapat dikonsumsi sebagai bagian dari menu harian. Sebaiknya hindari penambahan gula atau pemanis dalam jumlah berlebihan.
5. Jus Jeruk
Jeruk merupakan sumber vitamin C yang mudah diperoleh. Vitamin C membantu meningkatkan penyerapan zat besi non-heme dari makanan.
Karena itu, jus jeruk dapat dikonsumsi bersama makanan yang mengandung sumber zat besi nabati. Kombinasi tersebut membantu tubuh memanfaatkan zat besi dari makanan secara lebih optimal.
6. Jus Apel
Apel menyediakan vitamin C dalam jumlah tertentu, serat, serta berbagai senyawa antioksidan. Buah ini dapat melengkapi asupan buah dalam pola makan sehari-hari.
Meski demikian, kandungan zat besi pada apel tidak tergolong tinggi. Konsumsinya sebaiknya tetap disertai makanan dengan sumber zat besi yang lebih baik.
7. Jus Stroberi
Stroberi mengandung vitamin C, folat, serat, dan berbagai senyawa antioksidan. Kandungan vitamin C-nya dapat membantu penyerapan zat besi non-heme.
Jus stroberi tanpa tambahan gula berlebihan dapat menjadi alternatif minuman buah yang menyegarkan sekaligus melengkapi kebutuhan nutrisi.
Cara Membantu Memaksimalkan Penyerapan Zat Besi
Pemilihan buah saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan zat besi tubuh. Pola makan juga perlu memasukkan sumber zat besi yang lebih kaya.
Daging merah, hati sapi, dan ayam termasuk sumber zat besi heme yang lebih mudah diserap tubuh. Sementara itu, vitamin C dari buah dapat membantu penyerapan zat besi non-heme.
Perhatikan pula waktu konsumsi teh, kopi, dan makanan atau minuman tinggi kalsium. Senyawa tertentu dalam teh dan kopi serta kalsium dapat mengurangi penyerapan zat besi jika dikonsumsi bersamaan.
Selain itu, buat jus dengan sedikit atau tanpa tambahan gula. Cara tersebut membantu menjaga kualitas asupan buah tanpa menambah asupan gula secara berlebihan.
Jus Bukan Pengganti Pengobatan Anemia
Anemia memiliki beragam penyebab, mulai dari kekurangan zat besi hingga kekurangan vitamin tertentu dan penyakit kronis. Karena itu, penanganannya perlu disesuaikan dengan penyebabnya.
Jika keluhan seperti lemas, pusing, atau pucat berlangsung terus-menerus, pemeriksaan medis dapat membantu memastikan penyebabnya. Dokter dapat menentukan apakah pasien membutuhkan perubahan pola makan, suplemen, atau terapi lain.
Dengan demikian, tujuh jus buah tersebut lebih tepat dipandang sebagai bagian dari pola makan bergizi untuk mendukung kesehatan tubuh, bukan sebagai obat tunggal untuk anemia. (*)






