BPBD Padang Go to Campus, Pentingnya Kesiapsiagaan Dini Hadapi Bencana

Penulis -

Kamis, 26 September 2024 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPBD Padang menggelar BPBD Padang go to campus di Universitas Negeri Padang (UNP) PGSD Ulu Gadut. (Foto: Diskominfo Padang)

BPBD Padang menggelar BPBD Padang go to campus di Universitas Negeri Padang (UNP) PGSD Ulu Gadut. (Foto: Diskominfo Padang)

Padang, Javanusa—Menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Kota Padang yang jatuh pada 30 September 2024, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang terus menggiatkan kegiatan BPBD Padang Go to Campus sebagai kegiatan edukatif terkait kebencanaan di kalangan akademisi.

Pada Kamis (26/9/2024), BPBD Padang menyasar kampus Universitas Negeri Padang (UNP) PGSD Ulu Gadut. Dalam kuliah umum kali ini ditekankan pentingnya kesiapan menghadapi ancaman besar di masa depan. Terutama terkait potensi megathrust Mentawai yang dapat memicu gempa bumi dan tsunami dahsyat di wilayah Sumatera Barat, termasuk Kota Padang.

Program ini juga sebagai refleksi atas gempa dahsyat yang melanda Sumbar pada 30 September 2009 silam. Hal itu diharapkan sebagai momentum penting untuk meningkatkan kesadaran kesiapsiagaan bencana di Kota Padang yang termasuk daerah rawan bencana.

Kalaksa BPBD Kota Padang Hendri Zulviton yang bertindak sebagai narasumber menekankan pentingnya kesiapsiagaan dini dalam menghadapi bencana alam.

“Kesiapsiagaan dan edukasi masyarakat khususnya mahasiswa harus dimulai dari sekarang. Terutama mengingat potensi gempa Megathrust Mentawai yang dapat memicu tsunami besar. Kota Padang harus memiliki langkah-langkah mitigasi yang efektif dan masyarakat yang sadar akan risiko tersebut,” katanya.

Ia juga menjelaskan beberapa langkah strategis yang telah dilakukan BPBD Padang sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi bencana. Salah satunya dengan memperkuat sistem peringatan dini dan jalur evakuasi di sepanjang wilayah pesisir.

“Kami telah bekerja sama dengan BMKG dalam memperkuat teknologi sistem peringatan dini. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi secepat mungkin ketika terjadi gempa yang berpotensi tsunami. Selain itu, jalur evakuasi dan titik-titik kumpul di kawasan pesisir juga terus kami sosialisasikan agar masyarakat tahu kemana harus pergi jika terjadi keadaan darurat,” jelasnya.

Baca Juga :  Krisis Air Bersih di Padang, Ini Langkah Wali Kota Fadly Amran Tangani Kekeringan

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Tenaga Kesehatan, Dinkes-BPBD Simulasi Bencana

Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan pribadi dan keluarga. Pastikan sudah mengetahui jalur evakuasi terdekat dari tempat tinggal, dan ikuti setiap arahan dari pemerintah terkait simulasi bencana yang sering dilakukan. “Jangan panik, tapi selalu waspada, karena kesiapsiagaan kita adalah kunci dalam mengurangi risiko dampak bencana,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I BMKG Padang Panjang Suaidi Ahadi, turut memberikan materi terkait kondisi seismik di sekitar zona Megathrust Mentawai.

“Kami terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas gempa di sekitar zona subduksi Mentawai dan kami berharap masyarakat serta pemerintah daerah dapat lebih proaktif dalam mempersiapkan diri,” jelas Suaidi.

Ia juga memaparkan teknologi yang digunakan BMKG dalam mendeteksi dini gempa dan potensi tsunami, serta pentingnya kolaborasi antara BMKG dan pemerintah daerah dalam upaya mitigasi bencana.

Direktur Kemahasiswaan UNP Sujana Wahyuri menyampaikan pentingnya edukasi bencana bagi kalangan akademisi.

“Kegiatan ini sangat penting untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang ancaman bencana yang ada di sekitar kita. UNP mendukung penuh upaya BPBD dan BMKG dalam menyebarkan informasi kesiapsiagaan bencana, karena mahasiswa adalah agen perubahan yang dapat membantu menyebarkan edukasi ini ke masyarakat luas,” ujar Sujana.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala UPP 3 PGSD Kampus UNP, para dosen, serta ratusan mahasiswa PGSD UNP, Dewan Penggerak Forum Pengurangan Risiko Bencana Sumatera Barat Khalid Syaifullah, turut memperkuat diskusi dengan memberikan pandangan mengenai langkah-langkah mitigasi dan pengurangan risiko bencana di Sumbar. (*/jn01)

Berita Terkait

Kaleb J Rilis Tanda Cinta, Lagu tentang Janji Setia hingga Seumur Hidup
Presiden Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel di IWIP Senilai Rp180 Triliun
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru