Padang, Javanusa—Balai Karantina Pertanian Sumatera Barat (Karantina Sumbar) melakukan pemeriksaan ketat terhadap 16 kontainer bungkil jagung impor asal Amerika Serikat (AS) yang tiba di Pelabuhan Teluk Bayur, meskipun dalam masa libur Lebaran.
Pengecekan ini bertujuan memastikan keamanan produk sebelum diedarkan ke pasar lokal.
Kepala Balai Karantina Sumbar, Ibrahim, menegaskan bahwa pengawasan impor tetap berjalan maksimal meski di hari libur.
“Kami tidak boleh lengah, termasuk saat libur panjang. Setiap produk impor harus melalui prosedur karantina untuk melindungi peternak dan petani dari risiko hama atau penyakit,” ujarnya.
Bungkil jagung merupakan bahan baku pakan ternak untuk sapi, ayam, dan ikan.
Dengan total 16 kontainer berukuran 40 kaki, komoditas ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi menjadi sasaran penyelundupan atau pemalsuan dokumen.
Petugas karantina melakukan pemeriksaan fisik dan pengambilan sampel untuk uji laboratorium guna memastikan kelayakan dan keamanannya.
Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen Karantina Sumbar dalam menjaga stabilitas pangan dan perlindungan industri peternakan lokal. (*/red)






