Padang, Javanusa—Perempuan yang sehat jasmani dan rohani adalah aset bangsa yang berharga. Dengan kondisi jantung yang kuat dan badan yang sehat, perempuan dapat menjalani berbagai peran dengan maksimal, baik sebagai ibu, istri, maupun sebagai bagian dari masyarakat yang aktif.
Hal ini disampaikan Ketua TP PKK Kota Padang Ny. dr. Dian Puspita Fadly Amran, Sp.JP pada peringatan Hari Kartini tingkat Kota Padang, di Ruang Bagindo Aziz Chan Balai Kota Padang, Sabtu (3/5/2025).
Tahun ini peringatan Hari Kartini mengangkat tema “Detak Cantik Kartini: Kuatkan Jantung, Sehatkan badan, Cerahkan Kulit, Bersinarlah Perempuan Indonesia”. Tema ini sangat relevan, mengingat perempuan memiliki peran sentral dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Baca Juga: Dian Puspita Fadly Amran Resmi Pimpin Yayasan Pertiwi Padang 2025–2030
“Penyakit jantung tidak hanya menyerang pria, tetapi juga perempuan. Oleh karena itu, kami di TP PKK berkomitmen meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jantung,” ujar Dian.
Ia menyebutkan secara global, penyakit kardiovaskular menyebabkan sekitar 17,9 juta kematian setiap tahun. Di Indonesia, prevalensi penyakit jantung koroner (PJK) pada perempuan mencapai 1,6 persen lebih tinggi dibandingkan pria yang sebesar 1,3 persen. Di Sumatera Barat, prevalensi PJK tercatat sebesar 1,8 persen atau sekitar 327.262 penderita.
Gaya Hidup Sehat Kunci Kualitas Hidup
Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak perempuan untuk mulai menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, mengelola stres, serta menjaga kesehatan kulit dari dalam melalui pola makan dan gaya hidup sehat.
Baca Juga: Raker TP-PKK Padang 2025, Ny. Dian Puspita Tekankan Kolaborasi dan Inovasi
“Perempuan sebagai Kartini masa kini tidak hanya memperjuangkan kesetaraan, tetapi juga bertanggung jawab menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup keluarga,” pungkasnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Syahrial Kamat mengatakan peringatan Hari Kartini menjadi momentum penting untuk mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan dan hak-hak perempuan Indonesia.
“Kartini adalah simbol keberanian dan pemikiran yang melampaui zamannya. Ia membayangkan Indonesia yang lebih adil, di mana perempuan bebas bermimpi, mengakses pendidikan, dan menentukan masa depannya,” ujar Syahrial mewakili Wali Kota Padang.
Baca Juga: Ketua TP PKK Padang Ajak Warga Belanja di Pasar Raya Fase VII
Ia menambahkan semangat Kartini tetap relevan di masa kini. Perempuan telah berperan aktif dalam pembangunan daerah, termasuk di Ranah Minang yang menjunjung tinggi martabat perempuan melalui peran Bundo Kanduang.
“Dalam Islam pun perempuan sangat dimuliakan. Kita harus bijak menyelesaikan masalah, termasuk dalam rumah tangga. Jangan mudah memviralkan permasalahan di media sosial, karena dampaknya bisa luas,” pesannya.
Selain menghadirkan Ny. dr Dian Puspita Fadly Amran, Sp. JP sebagai narasumber, juga mengundang dr. Miranda Ashar, Sp. DVE seorang spesialis kulit, kelamin dan estetika di Kota Padang.
Baca Juga: Ny. Dian Puspita: Iskada Komitmen Dukung Pembangunan
Pada kesempatan itu, juga diserahkan penghargaan kepada perempuan inspiratif, terbaik I Maivita (Koto Tangah) terbaik II Tin Suarni (Lubuk Kilangan), terbaik III Mursida (Kuranji), harapan I Mutia Oktavia (Padang Timur, harapan II (Yirmadi (Lubuk Begalung).
terbaik I perempuan tangguh Yulia Nelti (Lubuk Kilangan) terbaik II Maryatun (Padang Timur), terbaik III Batharia Yunita (Nanggalo), harapan I Agustini (Padang Barat), harapan II Afriyanti (Kuranji). (*/red)






