Ekonomi Indonesia 2025 Resilien, Inflasi Stabil dan Ekspor Meningkat

Penulis -

Senin, 22 September 2025 - 23:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Senin (22/9). (Foto: Kemenkeu)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Senin (22/9). (Foto: Kemenkeu)

Jakarta, Javanusa—Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan perekonomian Indonesia tetap tangguh meski dunia menghadapi gejolak global.

Ia menyebut prospek ekonomi nasional semakin positif berkat pertumbuhan solid, inflasi stabil, serta perbaikan ekspor di tengah tren penurunan suku bunga global.

Dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Senin (22/9), Purbaya menekankan berbagai negara masih menunjukkan ketahanan ekonomi hingga 2025.

Bahkan, ketika Amerika Serikat menerapkan tarif resiprokal tinggi, Indonesia tetap termasuk dalam kelompok negara yang resilien.

International Monetary Fund (IMF) juga merevisi ke atas proyeksi ekonomi global. Indonesia memperoleh revisi pertumbuhan menjadi 4,8 persen dari sebelumnya 4,7 persen. Menkeu optimistis realisasi bisa melampaui target.

“Saya pikir kita akan lebih dari situ ya. Bahkan tahun ini pun akan di atas 4,8 persen,” ungkapnya.

Data BPS Tunjukkan Pertumbuhan Positif

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,12 persen pada triwulan II-2025. Pertumbuhan ini terutama didorong konsumsi rumah tangga yang naik 5 persen serta investasi yang meningkat 6,99 persen.

Sektor manufaktur pun kembali menguat dengan pertumbuhan 5,68 persen, tertinggi sejak 2022.
“Jadi manufaktur kita di Q2 sudah mulai recover. Mungkin Q3 agak melambat sedikit, tapi Q4 pasti tumbuh lebih cepat dengan dukungan perbaikan demand dan suplai uang di sistem,” jelas Menkeu.

Ekspor dan Neraca Perdagangan Menguat

Selain itu, kinerja ekspor Indonesia menunjukkan tren menggembirakan. Hingga Agustus 2025, ekspor tumbuh 7,8 persen secara tahunan, terutama dari industri pengolahan dan hilirisasi mineral seperti nikel serta tembaga.

Neraca perdagangan kumulatif Januari–Agustus 2025 melonjak 52,3 persen dibanding periode sama tahun lalu. Hal ini menegaskan daya saing ekspor tetap kuat meski dunia menghadapi dinamika tarif perdagangan.

Baca Juga :  Ratas Bersama Presiden, Pertamina Laporkan Percepatan Distribusi Energi di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera

“Ini pertumbuhan yang amat spektakuler. Walaupun ada front loading karena tarif, saya lihat tetap tumbuh,” tegas Purbaya.

Stabilitas Inflasi Menopang Daya Beli

Stabilitas inflasi juga menjadi penopang daya beli masyarakat. Hingga Agustus 2025, inflasi tercatat 2,31 persen (yoy), sesuai konsensus global di level 1–3 persen.

Menurut Menkeu, capaian ini bahkan lebih sehat dibanding Singapura (0,6 persen) dan Malaysia (1,2 persen) yang mencerminkan lemahnya permintaan domestik di negara tersebut.

“Inflasi yang bagus itu bukan nol, bukan juga di atas 10 persen. Konsensus global sekarang 1–3 persen, dan kita ada di 2,3 persen, level yang pas,” ujarnya.

Sinergi Kebijakan Dorong Pertumbuhan

Lebih lanjut, Purbaya menegaskan pemerintah akan terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter. Bank Indonesia sebelumnya telah menurunkan suku bunga acuan 25 basis poin untuk memperlonggar likuiditas perbankan serta mendorong pembiayaan produktif.

“Sekarang semuanya sudah kita set agar ekonomi bergerak lebih cepat. Konsumsi dan investasi akan naik karena bunga turun, dan multiplier effect pertumbuhan akan semakin signifikan,” tambahnya.

Prospek Ekonomi Semakin Optimistis

Dengan dukungan faktor eksternal yang membaik, inflasi stabil, dan permintaan domestik yang kuat, prospek ekonomi Indonesia hingga akhir 2025 dipandang semakin optimistis. Pemerintah yakin momentum ini dapat menjadi landasan menuju pertumbuhan yang lebih tinggi serta berkelanjutan dalam beberapa tahun mendatang. (*/red)

Berita Terkait

Mahyeldi Dorong 740 Ribu UMKM Sumbar Perkuat Legalitas, Sertifikasi Halal, dan Akses Modal
Padang Bidik UCCN 2027, Fadly Amran Ajak Pelaku Usaha Gastronomi Perkuat Kolaborasi
Kejuaraan Panahan Berkuda Porprov Sumbar Dongkrak Omzet Pedagang Pantai Pasir Jambak
Perpres Perlindungan Ojol Terbit, Atur Kemitraan hingga Biaya Platform 8 Persen
Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan
Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru