385 Ribu Porsi Makan dan 1.000 Rumah, Kontribusi Zakat pada Penanganan Penyintas Bencana Sumatera

Penulis -

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenag menyalurkan Al Quran bagi penyintas bencana Sumatera. (Foto: Ist)

Kemenag menyalurkan Al Quran bagi penyintas bencana Sumatera. (Foto: Ist)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Agama (Kemena) memperkuat peran zakat sebagai instrumen perlindungan sosial keagamaan dalam penanganan bencana di wilayah Sumatera.

Melalui sinergi nasional zakat, dana umat dikonversi menjadi intervensi terukur yang menjangkau fase darurat hingga pemulihan.

Program ini berlangsung sejak akhir November 2025 hingga awal Januari 2026 di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pendekatan ini dikembangkan Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Ditjen Bimas Islam Kemenag. Paradigma pengelolaan zakat didorong bergeser dari bantuan karitatif menjadi sistem perlindungan sosial umat. Skema ini memastikan zakat bekerja berkelanjutan, tidak berhenti pada fase darurat semata.

Tanggap Darurat: Pangan dan Logistik Penyintas

Pada fase tanggap darurat, sinergi nasional zakat melibatkan BAZNAS dan berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ).

Sebanyak 385.330 porsi makanan siap saji disalurkan untuk menjaga kebutuhan dasar penyintas. Distribusi meliputi 276.656 porsi di Aceh, 57.472 porsi di Sumatera Utara, dan 51.202 porsi di Sumatera Barat.

Selain makanan siap saji, zakat juga mendukung ketahanan pangan keluarga. Tercatat 239.021 paket sembako dan logistik keluarga telah didistribusikan ke wilayah terdampak. Bantuan ini menjadi penyangga awal bagi rumah tangga penyintas bencana.

Zakat turut menopang layanan kesehatan di 37 titik pos kesehatan. Sebanyak 19 titik berada di Aceh, sembilan di Sumatera Utara, dan sembilan di Sumatera Barat. Total 10.497 jiwa telah menerima layanan kesehatan dari pos-pos tersebut.

Pelayanan ini didukung oleh 5.874 relawan dan personel respon. Para relawan terjun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan berfungsi optimal. Kehadiran mereka memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat.

Pemulihan: Pembangunan Rumah Sementara

Memasuki fase pemulihan, zakat diarahkan pada intervensi yang lebih struktural. Dompet Dhuafa membangun 1.000 unit Rumah Sementara (Rumtara) di tiga provinsi terdampak. Sebanyak 200 unit ditargetkan rampung pada Januari 2026.

Baca Juga :  Buka Kongres PMMBN, Wamenag Ajak Mahasiswa Jadi Penjaga Persatuan Bangsa

Sementara itu, Rumah Zakat membangun 100 unit hunian sementara (huntara) di Aceh Utara.
Program ini dibarengi pelatihan konstruksi kayu bagi warga setempat. Langkah tersebut bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat lokal dalam pemulihan pascabencana.

Air Bersih, Pendidikan, dan Konektivitas

Zakat juga menjaga keberlanjutan layanan dasar penyintas. Sebanyak 29.000 mushaf Al-Qur’an dan buku Iqra, serta 3.548 paket bantuan pendidikan siswa telah disalurkan. Dukungan ini memastikan aktivitas pendidikan dan keagamaan tetap berjalan.

Untuk kebutuhan air bersih dan sanitasi, zakat mendukung distribusi 1,3 juta liter air bersih.
Selain itu, dibangun 60 sumur bor dan disediakan 10 unit alat filter air siap minum. Di sektor konektivitas, bantuan mencakup 35 unit genset dan 15 perangkat Starlink.

Zakat Tidak Boleh Berhenti di Fase Darurat

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur, menegaskan arah kebijakan tersebut. Menurut dia, zakat harus bekerja sebagai sistem perlindungan sosial umat.

“Zakat tidak boleh berhenti sebagai respons darurat. Ia harus menjaga akses pangan, air bersih, pendidikan, listrik, dan konektivitas agar penyintas bisa memulihkan kehidupannya,” ujar Waryono.

Dengan pendekatan ini, zakat tidak lagi bergerak berdasarkan empati sesaat. Zakat bertransformasi menjadi instrumen kebijakan sosial-keagamaan yang menopang daya tahan masyarakat. Model ini relevan menghadapi krisis bencana yang semakin kompleks dan berulang. (*/red)

Berita Terkait

Kaleb J Rilis Tanda Cinta, Lagu tentang Janji Setia hingga Seumur Hidup
Presiden Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel di IWIP Senilai Rp180 Triliun
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:02 WIB

Alee Rilis Single Apa Kabarmu?, Angkat Rindu yang Kembali Setelah Perpisahan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:08 WIB

BLINGOUTKID Rilis Single Freak Like Me, Kisah Keberanian Menjadi Diri Sendiri

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:03 WIB

satchi! Rilis All the Almost, Lagu Indie-Folk tentang Cinta yang Tak Kunjung Terungkap

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Gavendri Rilis Album Kedua Sympathy/Empathy, Rekam Pergulatan Hidup sebagai Orang Dewasa

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Berita Terbaru