Selama Tanggap Darurat Kemenag Salurkan Rp19,3 M untuk Aceh, Fokus Pemulihan Madrasah dan Pesantren

Penulis -

Senin, 16 Februari 2026 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin Umar ketika berkunjung ke Pesantren Najmul Hidayah, Bireuen, Desember lalu. (Foto: Kemenag)

Menteri Agama Nasaruddin Umar ketika berkunjung ke Pesantren Najmul Hidayah, Bireuen, Desember lalu. (Foto: Kemenag)

Aceh, Javanusa—Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia menggelontorkan dana Rp19,3 miliar selama masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi. Bantuan menyasar fasilitas pendidikan keagamaan, rumah ibadah, dan mahasiswa terdampak.

Program ini dijalankan berbasis pendataan lapangan dan analisis kebutuhan pascabencana. Seluruh alokasi diverifikasi melalui metode JITUPASNA agar penyaluran tepat sasaran.

Ketua Tim Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2025 Kanwil Kemenag Aceh, Khairul Azhar, mengatakan dana dikelola melalui dua skema.

Sebesar Rp4,42 miliar dikelola Kanwil Kemenag Aceh, sementara Rp14,9 miliar ditransfer langsung ke rekening lembaga penerima. Penyaluran dilakukan bertahap sesuai laporan kebutuhan daerah.

“Dana kami fokuskan untuk kebutuhan paling mendesak sekaligus menjaga layanan pendidikan dan layanan publik pascabencana,” kata Khairul di Banda Aceh, Senin (16/2/2026).

Bantuan Langsung untuk Madrasah dan Pesantren

Sebanyak Rp14,9 miliar disalurkan langsung ke 149 lembaga terdampak. Rinciannya, 131 madrasah swasta dan 18 pondok pesantren masing-masing menerima Rp100 juta. Dana digunakan untuk perbaikan sarana belajar dan operasional darurat.

Selain uang, bantuan barang juga dikirim ke 169 madrasah negeri. Kanwil turut menyalurkan 5.000 mushaf Al-Qur’an ke kabupaten/kota terdampak.

Dari dana Rp4,42 miliar yang dikelola Kanwil, Rp1,3 miliar disalurkan ke kantor Kemenag kabupaten/kota terdampak. Dana ini digunakan untuk logistik awal, pembersihan lokasi, operasional lapangan, dan bantuan langsung ke satuan kerja. Penyaluran dilakukan berdasarkan laporan kebutuhan daerah.

Rincian lain mencakup Rp244,5 juta untuk kebutuhan pokok korban. Sebesar Rp71 juta dipakai untuk pengadaan laptop, printer, perangkat komunikasi, dan internet satelit Starlink. Lalu Rp172,3 juta untuk operasional relawan dan posko, serta Rp15,8 juta untuk transportasi distribusi bantuan.

“Kami salurkan berdasarkan laporan kebutuhan daerah dan koordinasi dengan tim penanganan bencana,” ujar Khairul.

Baca Juga :  Sinopsis Film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali, Davina Karamoy Diuji Pilihan Berat Demi Sang Ibu
Bantuan Tunai untuk 11.772 Mahasiswa Terdampak

Kemenag juga menyalurkan bantuan sosial bagi mahasiswa terdampak bencana. Dana Rp2,35 miliar diberikan kepada 11.772 mahasiswa PTKI negeri dan swasta. Setiap mahasiswa menerima Rp200.000 melalui rekening Islamic Trust Fund Infag.

Skema ini ditujukan untuk menjaga keberlanjutan studi mahasiswa di wilayah terdampak. Bantuan difokuskan pada mahasiswa yang mengalami gangguan ekonomi akibat bencana.

Pendataan Kemenag mencatat 1.842 fasilitas keagamaan dan pendidikan terdampak bencana di Aceh. Angka ini meliputi 472 madrasah dan 391 pondok pesantren atau dayah. Selain itu, 896 rumah ibadah lintas agama, 79 Kantor Urusan Agama, dan empat kantor Kemenag kabupaten/kota ikut terdampak.

Aceh Utara menjadi wilayah dengan kerusakan tertinggi. Tercatat 131 madrasah dan 101 pesantren mengalami dampak langsung. Wilayah lain seperti Aceh Tamiang juga masuk kategori terdampak signifikan.

Kanwil Kemenag Aceh masih menyimpan Rp255 juta di rekening tanggap bencana. Dana ini disiapkan untuk kebutuhan lanjutan yang belum terakomodasi. Penggunaannya menunggu hasil verifikasi tahap berikutnya.

Pihak Kanwil memastikan seluruh proses penyaluran terdokumentasi dan dapat diaudit. Transparansi menjadi syarat utama agar bantuan tepat guna dan tepat sasaran. (*/red)

Berita Terkait

Kaleb J Rilis Tanda Cinta, Lagu tentang Janji Setia hingga Seumur Hidup
Presiden Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel di IWIP Senilai Rp180 Triliun
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Raul Fernandez Pecahkan Rekor Lap Mandalika, Aprilia Kuasai Tiga Besar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Maigus Nasir Lepas 12 Atlet SOIna ke Pesonas II 2026, Berharap Bawa Pulang Medali

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Berita Terbaru