Pessel, Javanusa—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) terus mematangkan persiapan peringatan Hari Jadi Kabupaten (HJK) Pesisir Selatan ke-78 tahun 2026 melalui rapat koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) serta unsur masyarakat.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Pesisir Selatan, Syahrizal Antoni menjelaskan rapat koordinasi yang digelar beberapa waktu lalu tersebut merupakan bagian dari langkah awal pemerintah daerah untuk menyusun konsep dan teknis pelaksanaan peringatan hari jadi daerah agar berjalan dengan baik.
“Rapat koordinasi itu kita laksanakan beberapa waktu lalu untuk menyatukan pemahaman seluruh OPD terkait konsep kegiatan peringatan HJK ke-78. Tujuannya agar persiapan dapat dilakukan sejak dini sehingga pelaksanaannya nanti berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Syahrizal Antoni.
Ia menambahkan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni menginginkan agar peringatan hari jadi daerah tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya daerah.
“Pak Bupati berharap peringatan HJK tahun ini dapat menampilkan kekayaan budaya Minangkabau yang menjadi jati diri masyarakat Pesisir Selatan. Karena itu konsep kegiatan diarahkan agar memadukan unsur budaya dengan partisipasi masyarakat,” katanya.
Menurutnya, dalam rapat koordinasi tersebut berbagai aspek teknis dibahas, mulai dari konsep acara, lokasi kegiatan, hingga keterlibatan masyarakat dan pelaku seni budaya dari seluruh kecamatan di Pesisir Selatan.
Salah satu pembahasan yang menjadi perhatian adalah penggunaan pakaian adat Minangkabau dalam rangkaian kegiatan HJK.
Dalam usulan yang berkembang, perempuan disarankan mengenakan baju kurung basiba yang dipadukan dengan kain songket serta menggunakan tingkuluak sebagai penutup kepala.
Sementara itu bagi laki-laki disepakati mengenakan pakaian adat taluak balango yang merupakan salah satu simbol kearifan budaya Minangkabau.
Selain itu, rapat juga membahas lokasi utama pelaksanaan kegiatan yang direncanakan dipusatkan di GOR Zaini Zain di Nagari Painan Selatan. Lokasi tersebut dipilih karena dinilai mampu menampung berbagai rangkaian kegiatan peringatan HJK.
“GOR Zaini Zain direncanakan menjadi pusat kegiatan, namun sejumlah agenda lainnya juga dapat dilaksanakan di beberapa titik strategis agar masyarakat lebih mudah berpartisipasi,” jelasnya.
Dalam konsep awal kegiatan, peringatan HJK ke-78 Pesisir Selatan direncanakan akan diisi dengan berbagai agenda budaya dan hiburan rakyat yang melibatkan partisipasi masyarakat dari seluruh kecamatan.
Beberapa kegiatan yang diusulkan antara lain pawai budaya, penampilan tari tradisional seperti Tari Maelo Pukek, hingga kegiatan makan bajamba yang merupakan simbol kebersamaan dalam tradisi Minangkabau.
Selain kegiatan budaya, pemerintah daerah juga berencana menghadirkan berbagai kegiatan seni dan hiburan masyarakat yang melibatkan sanggar seni daerah.
Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga juga merencanakan kegiatan seni seperti lomba biola serta pertunjukan sanggar seni yang kemungkinan digelar di kawasan wisata Carocok Painan.
Syahrizal Antoni menambahkan pemerintah daerah juga akan menyediakan area khusus bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat untuk berpartisipasi melalui kegiatan kuliner selama peringatan HJK berlangsung.
“Dengan adanya area kuliner dan kegiatan masyarakat lainnya, kita berharap peringatan HJK tidak hanya meriah tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pesisir Selatan juga akan mendukung publikasi kegiatan melalui berbagai media, termasuk penayangan testimoni tokoh masyarakat mengenai perkembangan daerah.
Ia menegaskan pemerintah daerah masih akan melakukan koordinasi lanjutan bersama Bupati dan sejumlah pihak terkait untuk memfinalkan konsep kegiatan yang telah dibahas.
“Ke depan akan ada koordinasi lanjutan untuk mematangkan seluruh rencana kegiatan. Harapannya, peringatan HJK ke-78 Pesisir Selatan dapat berlangsung meriah, sarat nilai budaya, serta semakin mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat,” tutupnya. (yoniks)






