Industri AMDK Perkuat Pengelolaan Air Berkelanjutan dan Dorong Kontribusi Ekonomi Nasional

Penulis -

Minggu, 19 April 2026 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke PT Tirta Alam Segar di Cikarang dan PT Tirta Investama di Klaten. (Foto: Kemenperin)

Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke PT Tirta Alam Segar di Cikarang dan PT Tirta Investama di Klaten. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) terus menegaskan perannya sebagai sektor strategis.

Industri ini tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan air minum yang aman dan berkualitas, tetapi juga berkontribusi terhadap perekonomian nasional melalui penyerapan tenaga kerja serta penguatan sistem distribusi air secara luas.

Berdasarkan data industri, saat ini terdapat 707 pabrik AMDK dengan kapasitas total mencapai 47 miliar liter per tahun dan nilai investasi sebesar Rp27,8 triliun.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa industri AMDK memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan air minum yang aman bagi masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata pada perekonomian nasional.

Ia menyatakan, pengembangan industri ini harus terus dipacu dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Penggunaan Sumber Daya Air

Dalam operasionalnya, industri AMDK memanfaatkan berbagai sumber air. Tercatat, penggunaan air permukaan mencapai 7,09 miliar liter, air tanah sebesar 41,08 miliar liter, serta 6,93 miliar liter berasal dari perusahaan penyedia air. Secara keseluruhan, total penggunaan mencapai 55,1 miliar liter per tahun atau setara 0,055 miliar meter kubik per tahun.

Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika menjelaskan, pemanfaatan air tanah—termasuk dari perusahaan penyedia air—mencapai 48,01 miliar liter per tahun atau sekitar 0,048 miliar meter kubik per tahun. Angka tersebut setara dengan sekitar 0,23 persen dari kapasitas air tanah pada akuifer tertekan di Indonesia.

Komitmen Keberlanjutan dan Teknologi Ramah Lingkungan

Komitmen terhadap pengelolaan sumber daya air berkelanjutan dan kepatuhan regulasi menjadi fokus utama pengembangan industri AMDK.

Untuk memastikan implementasinya, Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke PT Tirta Alam Segar di Cikarang dan PT Tirta Investama di Klaten.

Baca Juga :  Indosat Dorong Inklusi Digital, Berikan Pelatihan AI bagi Guru dan Penyandang Disabilitas

PT Tirta Alam Segar yang merupakan bagian dari Wings Group memproduksi AMDK merek AQUVIVA dengan kapasitas 50 juta botol per bulan. Perusahaan ini menyerap 2.800 tenaga kerja, dengan lebih dari 90 persen berasal dari masyarakat lokal.

Selain itu, perusahaan menjalankan berbagai inisiatif keberlanjutan. Di antaranya pembangunan PLTS atap berkapasitas 10,8 MWp yang mampu mengurangi emisi CO2 hingga 15.078 ton per tahun.

Perusahaan juga menerapkan teknologi Reverse Osmosis untuk mendaur ulang air limbah sehingga menghemat penggunaan air sebesar 20–30 persen.

Tidak hanya itu, perusahaan menyediakan 24 titik Reverse Vending Machine (RVM) melalui kerja sama dengan Plasticpay sebagai bagian dari upaya pengelolaan limbah plastik.

Kepatuhan Regulasi dan Pengawasan

Secara regulasi, industri AMDK beroperasi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air beserta aturan turunannya, termasuk Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2024 dan Permen PUPR Nomor 2 Tahun 2024.

Selain itu, produk AMDK masuk dalam ruang lingkup SNI wajib. Pengawasan dilakukan secara berkala oleh Lembaga Sertifikasi Produk dan dimonitor melalui sistem e-Wasdal.

Evaluasi DPR dan Penguatan Sinergi

Melalui kunjungan kerja spesifik tersebut, Komisi VII DPR RI mengkaji tingkat kepatuhan industri terhadap regulasi perizinan, aspek lingkungan, serta efektivitas pengelolaan sumber daya air dan kualitas produk.

Putu Juli Ardika menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan industri AMDK, khususnya dalam pengelolaan sumber daya air serta pengendalian limbah plastik. (*/red)

Berita Terkait

Mahyeldi Dorong 740 Ribu UMKM Sumbar Perkuat Legalitas, Sertifikasi Halal, dan Akses Modal
Padang Bidik UCCN 2027, Fadly Amran Ajak Pelaku Usaha Gastronomi Perkuat Kolaborasi
Kejuaraan Panahan Berkuda Porprov Sumbar Dongkrak Omzet Pedagang Pantai Pasir Jambak
Perpres Perlindungan Ojol Terbit, Atur Kemitraan hingga Biaya Platform 8 Persen
Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan
Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru