Kampus Didorong Bangun SPPG, Kepala BGN: Jadi Motor Ekosistem Gizi dan Ekonomi Lokal

Penulis -

Rabu, 29 April 2026 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Makassar, Javanusa—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan efek domino yang meluas ke berbagai sektor. Program ini tidak hanya menyentuh kesehatan, tetapi juga memperkuat pendidikan dan ekonomi produktif.

Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pemerintah mendorong keterlibatan aktif perguruan tinggi hingga petani. Ekosistem terintegrasi dari hulu ke hilir pun mulai terbentuk secara bertahap.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung program tersebut. Karena itu, kampus perlu membangun dan mengelola SPPG secara mandiri. Selain itu, kampus juga dapat menjadikannya sebagai pusat pembelajaran berbasis praktik.

“Saya kira kampus perlu memahami ini karena peluangnya besar. Minimal punya satu SPPG, dan kalau bisa pasokannya dari civitas akademika,” ujar Dadan dalam Forum U25 PTN-BH di Makassar, Selasa (28/4).

SPPG Jadi Simpul Ekonomi Baru

Dadan menjelaskan, satu unit SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan bergizi. Lebih dari itu, SPPG menjadi simpul ekonomi yang membutuhkan dukungan produksi pangan dalam skala besar.

Untuk memenuhi kebutuhan satu SPPG, diperlukan sekitar 8 hektare lahan sawah sebagai pemasok beras. Selain itu, dibutuhkan sekitar 19 hektare lahan jagung untuk mendukung kebutuhan pakan ternak.

Di sisi lain, sektor peternakan juga memegang peran penting dalam rantai pasok. Satu SPPG membutuhkan sekitar 4.000 ayam petelur agar pasokan protein hewani tetap terjaga setiap hari.

“Kalau ingin telurnya dipasok sendiri, maka harus ada sekitar 3.700 sampai 4.000 ayam petelur untuk satu SPPG,” jelasnya.

Integrasi Pembelajaran dan Praktik Lapangan

Kebutuhan besar tersebut membuka peluang integrasi antara kegiatan akademik dan praktik lapangan. Mahasiswa dapat terlibat langsung dalam pengelolaan pertanian, peternakan, hingga distribusi pangan.

Baca Juga :  BGN Aktifkan 480 SPPG di 16 Provinsi, Sasar Wilayah 3T dengan Stunting Tinggi

Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di kelas, tetapi juga melalui proyek nyata di lapangan.

Dadan menegaskan, SPPG dapat menjadi laboratorium hidup bagi perguruan tinggi. Kampus dapat mengembangkan riset dan inovasi mulai dari teknologi pertanian hingga manajemen rantai pasok.

Seluruh proses tersebut dapat diuji dan diterapkan secara langsung dalam satu sistem yang terintegrasi.

Kolaborasi Dorong Ekonomi Lokal

Lebih lanjut, integrasi ini memungkinkan kolaborasi antara kampus, petani, peternak, dan pelaku UMKM. Kolaborasi tersebut membentuk sistem yang saling menguatkan dalam satu ekosistem ekonomi.

Program MBG tidak hanya menciptakan permintaan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas produksi lokal secara berkelanjutan.

“SPPG menjadi offtaker terdepan bagi produk lokal. Jadi bukan hanya memberi makan, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi berkelanjutan,” tegas Dadan. (*/red)

Berita Terkait

Kaleb J Rilis Tanda Cinta, Lagu tentang Janji Setia hingga Seumur Hidup
Presiden Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel di IWIP Senilai Rp180 Triliun
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru