Simfoni Kicau Gerakkan Ekonomi, Ekosistem UMKM di Balik Gantangan Burung

Penulis -

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Produsen pakan burung ikut meramaikan Lomba Burung Berkicau dan Festival UMKM di lapangan parkir Kemendag. (Foto: Kemendag)

Produsen pakan burung ikut meramaikan Lomba Burung Berkicau dan Festival UMKM di lapangan parkir Kemendag. (Foto: Kemendag)

Jakarta, Javanusa—Lapangan parkir Kementerian Perdagangan (Kemendag) dipenuhi ratusan sangkar burung berbalut kain warna-warni pada Minggu pagi (3/5).

Suara kicau bersahutan dari balik jeruji kayu menarik perhatian pengunjung. Suasana ini menghidupkan kawasan tersebut dalam gelaran “Lomba Burung Berkicau dan Festival UMKM”.

Saat panitia membuka sarung sangkar dan menggantangkan burung, aktivitas langsung meningkat. Berbagai jenis burung, mulai dari branjangan hingga murai batu, menampilkan kicauan khas dengan irama konsisten. Setiap suara mencerminkan besarnya industri hobi burung kicau di Indonesia.

Di sekitar arena gantangan, aktivitas ekonomi terlihat jelas. Pelaku usaha, perajin sangkar, dan produsen pakan memanfaatkan momentum ini untuk bertemu langsung dengan pehobi. Mereka berdiskusi, memperkenalkan produk, serta memahami kebutuhan pasar secara lebih dekat.

Ekosistem Hobi yang Saling Menguatkan

Tenda-tenda pameran dipenuhi produk sangkar dan pakan burung yang menarik perhatian pengunjung. Interaksi antara pehobi, pelaku usaha, dan komunitas menunjukkan hubungan yang saling menguatkan. Lomba ini tidak hanya menentukan juara, tetapi juga menggerakkan ekosistem yang lebih luas.

Kegiatan ini berlangsung tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Penyelenggara mengandalkan kolaborasi antar pelaku ekosistem hobi.

Dukungan tersebut semakin kuat karena Menteri Perdagangan juga menggemari burung berkicau. Kedekatan ini membuatnya memahami potensi ekonomi dari hobi tersebut.

Pelaku Usaha Manfaatkan Momentum

Salah satu titik keramaian terlihat di stan Gold Coin, produsen pakan burung. Marketing Communication Assistant Manager, Rahardan Apriadji atau Ardan, aktif berdiskusi dengan pengunjung.

Ia menjelaskan berbagai jenis pakan, mulai dari pelet hingga biji-bijian, yang disesuaikan dengan kebutuhan burung seperti murai batu, cucak ijo, dan kenari.

Ardan menilai ajang ini sebagai kesempatan strategis untuk membangun koneksi. Ia menyebut kegiatan tersebut mempertemukan pehobi, peternak, influencer, dan pemerintah dalam satu ruang. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci pengembangan industri ini.

Baca Juga :  Ade Armando Ditunjuk Jadi Komisaris PT PLN Nusantara Power

Ia juga menegaskan bahwa produk Gold Coin mengutamakan nutrisi praktis dengan standar internasional. Meski produksi dilakukan di dalam negeri, kualitas tetap menjadi fokus utama.

Antusiasme Pengunjung Lampaui Ekspektasi

Awalnya, tim Gold Coin hanya menargetkan pembagian sampel gratis. Namun, respons pengunjung melampaui perkiraan. Banyak pengguna lama langsung membeli produk saat mengetahui kehadiran mereka di lokasi.

“Awalnya kami fokus bagi sampel, tetapi banyak pengunjung sudah menggunakan produk kami dan langsung membeli,” ujar Ardan.

Ia melihat tren hobi burung kicau terus berkembang dan relatif stabil. Komunitasnya solid serta rutin menggelar kegiatan. Ia berharap generasi muda semakin tertarik untuk bergabung agar ekosistem tetap berkelanjutan.

Sinergi Jadi Kunci Keberlanjutan

Ardan menilai sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas menjadi faktor penting dalam menjaga industri ini. Ia berharap kegiatan serupa terus diperbanyak, baik dalam bentuk kompetisi maupun promosi.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya regulasi yang mendukung seluruh pihak dalam ekosistem, baik pelaku usaha maupun pehobi.

Ekonomi Kreatif Tumbuh dari Hobi

Di akhir kegiatan, lomba ini menegaskan peran penting hobi dalam menggerakkan ekonomi. Setiap burung juara mencerminkan rantai ekonomi panjang, mulai dari peternak, perajin sangkar, hingga produsen pakan.

Ekosistem ini menunjukkan wajah nyata ekonomi kreatif. Hobi tidak hanya menjadi aktivitas rekreasi, tetapi juga mampu tumbuh dalam komunitas dan memperkuat ekonomi nasional. (*/red)

Berita Terkait

Mahyeldi Dorong 740 Ribu UMKM Sumbar Perkuat Legalitas, Sertifikasi Halal, dan Akses Modal
Padang Bidik UCCN 2027, Fadly Amran Ajak Pelaku Usaha Gastronomi Perkuat Kolaborasi
Kejuaraan Panahan Berkuda Porprov Sumbar Dongkrak Omzet Pedagang Pantai Pasir Jambak
Perpres Perlindungan Ojol Terbit, Atur Kemitraan hingga Biaya Platform 8 Persen
Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan
Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru