Produksi Jagung Pasbar Menurun, Pemkab Dorong Penguatan Industri Jagung Terpadu

Penulis -

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah Pasbar, Doddy San Ismail membuka FGD Pengembangan Ekonomi Daerah Komoditas Jagung di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat, Rabu (20/5). (Foto: Diskominfo Pasbar)

Sekretaris Daerah Pasbar, Doddy San Ismail membuka FGD Pengembangan Ekonomi Daerah Komoditas Jagung di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat, Rabu (20/5). (Foto: Diskominfo Pasbar)

Pasbar, Javanusa—Penurunan luas tanam dan produksi jagung dalam beberapa tahun terakhir mendorong Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) memperkuat strategi pengembangan komoditas tersebut.

Pemerintah menggelar Forum Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekonomi Daerah Komoditas Jagung untuk merumuskan langkah konkret menghadapi berbagai kendala sektor pertanian unggulan itu.

Kegiatan berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat, Rabu (20/5). Pemerintah daerah melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam forum ini, mulai dari unsur pemerintah, lembaga keuangan, hingga pelaku usaha jagung di daerah.

Pasbar Sentra Produksi Jagung Sumbar

Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail menegaskan arah pengembangan jagung tidak hanya fokus pada peningkatan produksi.

Pemerintah juga mendorong akses permodalan, penguatan kelembagaan petani, pemasaran, hingga pengembangan industri hilir.

“Diperlukan kolaborasi dan sinergi dari seluruh pihak agar sektor unggulan ini mampu berkembang secara optimal dan berkelanjutan,” ujar Doddy.

Ia menjelaskan Pasbar menjadi salah satu sentra produksi jagung terbesar di Sumatera Barat. Pada 2025, produksi jagung mencapai 196.101 ton dengan luas tanam 31.290 hektare dan luas panen 31.923 hektare.

Wilayah sentra produksi jagung meliputi Kecamatan Kinali, Luhak Nan Duo, Pasaman, dan Ranah Batahan yang menopang produksi daerah.

Tantangan Penurunan Produksi dan Ketersediaan Input

Meski memiliki potensi besar, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mengakui sektor jagung masih menghadapi sejumlah tantangan.

Data periode 2023 hingga 2025 menunjukkan penurunan luas tanam, luas panen, dan produksi jagung di daerah tersebut.

Doddy menyebut kondisi itu terjadi akibat beberapa faktor. Faktor tersebut meliputi kelangkaan pupuk, keterbatasan benih unggul, serta berkurangnya lahan integrasi jagung dengan perkebunan masyarakat.

FGD Dorong Solusi dan Kebijakan Bersama

FGD ini menjadi momentum strategis bagi seluruh pihak untuk merumuskan solusi bersama. Pemerintah daerah juga memperkuat kebijakan pengembangan sektor pertanian berbasis komoditas unggulan daerah melalui forum ini.

Baca Juga :  Penerimaan Pajak Pasbar Capai Rp 280 Miliar, Pemkab dan KPP Bukittinggi Perkuat Sinergi

“Kita perlu menyatukan ide, gagasan, dan langkah strategis agar komoditas jagung dapat menjadi sektor unggulan yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pasbar,” kata Doddy.

Penguatan Edukasi Keuangan Petani

Pemkab Pasaman Barat juga menekankan pentingnya edukasi dan inklusi keuangan bagi petani. Edukasi ini membantu petani memahami pengelolaan usaha tani, pemanfaatan kredit produktif, serta penguatan kapasitas ekonomi masyarakat.

Pemerintah daerah berkomitmen mendukung pembangunan sektor pertanian. Selain itu, pemerintah membuka peluang investasi dan kerja sama lintas sektor untuk memperkuat ekonomi daerah.

“Mari jadikan FGD ini sebagai langkah memperkuat sinergi dan menghadirkan kebijakan serta program yang benar-benar berpihak kepada masyarakat dan pembangunan ekonomi daerah,” tutup Doddy.

FGD tersebut dihadiri Plt Asisten II Ekadiana Oktavia, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumatera Barat Risdawati beserta rombongan. Hadir juga perwakilan Bank Indonesia, OJK, Bulog, pelaku jasa keuangan, penyuluh pertanian, gapoktan, pelaku usaha jagung, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. (*/red)

Berita Terkait

Terkait Kisruh Gelar Datuak Rajo Bandaro, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Mantan Wali Nagari Puluik Puluik Mencuat
Fadly Amran Minta OPD Padang Perkuat Inovasi Smart City di Enam Dimensi
Koto Tangah Siapkan 16 Venue MTQ ke-42 Padang, Ini Daftar Lokasinya
Koto Tangah Siapkan 65 Kafilah, Bidik Juara Umum MTQ ke-42 Kota Padang
Pemko Padang dan Pelindo Siapkan Penataan Muaro Padang Jadi Kawasan Wisata Maritim
Tutupi Trotoar dan Drainase, Satpol PP Padang Bongkar Lapak Pedagang di Jalan Sutan Syahrir
Gubernur Mahyeldi Dorong Tata Kelola Pemerintahan Sumbar Makin Kuat, Cegah Korupsi Sejak Awal
Farewell Parade Kapolda Sumbar, Irjen Pol Djati Wiyoto Serahkan Estafet Kepemimpinan kepada Irjen Pol Jawari

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Fadly Amran Minta Pembangunan SDN 01 Pasar Laban Dipercepat, Mitigasi Banjir Diperkuat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Kabut Asap, Disdikbud Padang Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh 9–10 Oktober 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Buka CSC Lustrum XII SMK SMTI Padang, Maigus Nasir Tekankan Pentingnya Karakter Generasi Muda

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Bunda PAUD Padang Dorong Pengenalan Manasik Haji Sejak Usia Emas

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Porsematik 32 SMPN 32 Padang Ditutup, Maigus Nasir Dorong Siswa Kejar Prestasi

Rabu, 30 September 2026 - 16:22 WIB

Guru TK Aisyiyah Padang Didorong Manfaatkan AI untuk Perkuat Kreativitas Mengajar

Selasa, 29 September 2026 - 18:01 WIB

Pendaftaran SMA Kemala Taruna Bhayangkara Dibuka, Tawarkan Beasiswa 100 Persen

Selasa, 22 September 2026 - 08:17 WIB

340 Warga Sumbar Terima Beasiswa Sawit, Mahyeldi: Jangan Sia-siakan Kesempatan

Berita Terbaru