Antisipasi Kemarau Panjang 2026, Kementan Perkuat Cadangan Pakan Ternak Nasional

Penulis -

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementan perkuat cadangan pakan ternak menghadapi kemarau 2026. (Foto: Kementan)

Kementan perkuat cadangan pakan ternak menghadapi kemarau 2026. (Foto: Kementan)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat cadangan pakan ternak nasional untuk mengantisipasi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebih panjang di sejumlah wilayah Indonesia.

Langkah tersebut bertujuan menjaga produktivitas ternak, menjamin ketersediaan protein hewani, serta memastikan usaha peternakan tetap berjalan di tengah tantangan iklim.

Penguatan cadangan pakan menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam membangun sektor peternakan yang tangguh dan berkelanjutan. Kementan menilai ketersediaan pakan sepanjang tahun menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan produksi ternak nasional.

Ketahanan Pakan Jadi Fondasi Peternakan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan ketahanan pakan merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan sektor peternakan. Karena itu, pemerintah terus memperluas pengembangan Bank Pakan, memperkuat cadangan pakan, serta mendorong pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bahan baku pakan alternatif.

Menurut Amran, pembangunan peternakan tidak hanya berfokus pada peningkatan populasi dan produksi ternak. Pemerintah juga harus memastikan ketersediaan pakan yang memadai sepanjang tahun agar peternak dapat berproduksi secara optimal.

Selain itu, penguatan sistem cadangan pakan dinilai mampu meningkatkan daya tahan sektor peternakan terhadap perubahan iklim. Langkah tersebut juga mendukung penyediaan protein hewani yang aman, cukup, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Upaya ini dilakukan seiring proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan sejumlah daerah akan mengalami musim kemarau lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi ketersediaan hijauan pakan yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan ternak.

Pemerintah Siapkan Langkah Mitigasi

Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Tri Melasari, mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi. Langkah tersebut bertujuan memastikan kebutuhan pakan ternak tetap terpenuhi, terutama di wilayah yang rentan mengalami kekurangan pakan akibat cuaca ekstrem.

Baca Juga :  Peringati Hari Bakti ke-79 PU, Pj Wako Pimpin Apel Dinas PUPR Padang

“Pemerintah berkomitmen memastikan kebutuhan pakan ternak tetap terpenuhi, terutama bagi peternak yang berada di daerah terdampak bencana,” ujar Tri.

Salah satu program yang terus diperkuat ialah pengembangan Bank Pakan. Melalui sistem ini, peternak dapat menyimpan pakan dalam bentuk silase maupun hay sebagai cadangan saat produksi hijauan segar menurun selama musim kemarau.

Selain memperkuat Bank Pakan, Kementan juga mendorong pemanfaatan limbah dan hasil samping pertanian sebagai sumber pakan alternatif. Jerami padi, tebon jagung, dan berbagai bahan pakan lokal lainnya memiliki potensi besar untuk membantu memenuhi kebutuhan pakan ternak.

Di sisi lain, pemanfaatan bahan tersebut juga meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya pertanian yang tersedia di berbagai daerah.

BIB Lembang Tingkatkan Produksi Silase

Penguatan cadangan pakan juga berlangsung di berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen PKH. Kepala Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Gun Gun Gunara, mengatakan pihaknya terus meningkatkan produksi silase dan memperluas lahan hijauan makanan ternak untuk menjaga ketersediaan pakan sepanjang tahun.

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok pakan tetap aman selama musim kemarau dan menghadapi berbagai tantangan kondisi iklim,” kata Gun Gun.

Hingga saat ini, BIB Lembang telah memproduksi 107,40 ton silase. Rata-rata produksi silase mencapai 21,48 ton per bulan.

Selain itu, balai tersebut terus mengembangkan lahan hijauan melalui penanaman berbagai tanaman pakan berkualitas. Beberapa di antaranya meliputi jagung, rumput BH, dan Indigofera yang memiliki kandungan nutrisi tinggi.

Peternak Mulai Terapkan Sistem Bank Pakan

Upaya serupa juga mulai diterapkan di tingkat peternak. Achmad Wahyudin, peternak sapi perah asal Garut, Jawa Barat, mengembangkan sistem Bank Pakan untuk menjaga ketersediaan pakan sepanjang tahun sekaligus mengurangi risiko kekurangan pakan saat musim kemarau.

Baca Juga :  World Rabies Day 2026: Digigit atau Dicakar Hewan? Segera Cuci Luka 15 Menit

“Pembuatan Bank Pakan kami lakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau sekaligus menjaga ketersediaan pakan ternak sepanjang tahun,” ujarnya.

Menurut Achmad, sistem tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan pakan ternak. Sistem itu juga memberikan manfaat ekonomi bagi petani melalui kemitraan penyediaan bahan baku silase dari tanaman jagung.

Melalui berbagai langkah tersebut, Kementan menargetkan sektor peternakan nasional semakin adaptif terhadap perubahan iklim. Ketersediaan pakan yang terjamin sepanjang tahun diharapkan mampu menjaga produktivitas ternak, memperkuat pasokan protein hewani nasional, serta mendukung ketahanan pangan Indonesia dalam jangka panjang. (*/red)

Berita Terkait

Kaleb J Rilis Tanda Cinta, Lagu tentang Janji Setia hingga Seumur Hidup
Presiden Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel di IWIP Senilai Rp180 Triliun
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru