Jakarta, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) kembali mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin.
Imbauan tersebut bertujuan menjaga kelancaran proses pemulangan jemaah dari Arab Saudi ke Tanah Air.
Hingga Sabtu (6/6/2026), sebanyak 75 kelompok terbang (kloter) dengan total 29.644 jemaah dan petugas telah diberangkatkan menuju Indonesia.
Dari jumlah itu, sebanyak 72 kloter yang terdiri atas 28.536 jemaah dan petugas telah tiba di berbagai debarkasi di Tanah Air. Selain itu, sebanyak 8.579 jemaah dan petugas haji khusus juga telah kembali ke Indonesia.
Kemenhaj Minta Jemaah Patuhi Aturan Bagasi
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, mengatakan pihaknya memahami masih adanya sejumlah penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal dan keterlambatan selama masa puncak pemulangan jemaah.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jemaah dan keluarga atas ketidaknyamanan yang terjadi. Bersama otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, dan seluruh petugas di lapangan, kami terus melakukan langkah-langkah percepatan dan koordinasi agar proses pemulangan dapat berlangsung seaman, senyaman, dan seefisien mungkin,” ujar Maria.
Di tengah proses pemulangan tersebut, Kemenhaj kembali menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan barang bawaan, terutama terkait larangan membawa air zamzam di dalam koper.
“Jangan memasukkan air zamzam ke dalam koper, baik koper kabin maupun koper bagasi. Temuan zamzam saat pemeriksaan keamanan dapat menyebabkan koper harus dibongkar, memperlambat distribusi bagasi, dan berpotensi mengganggu kelancaran proses pemulangan jemaah secara keseluruhan,” tegas Maria.
Menurutnya, aturan tersebut bertujuan memastikan seluruh layanan pemulangan berjalan lebih cepat, tertib, dan nyaman bagi seluruh jemaah.
Setiap Jemaah Tetap Mendapat Air Zamzam
Maria menjelaskan pemerintah telah menyiapkan distribusi air zamzam resmi bagi seluruh jemaah haji Indonesia. Karena itu, jemaah tidak perlu membawa air zamzam di dalam koper.
“Kami memahami keinginan jemaah untuk membawa zamzam. Namun, pemerintah telah menyiapkan distribusi zamzam resmi bagi seluruh jemaah haji Indonesia. Setiap jemaah akan menerima satu galon zamzam berisi lima liter di debarkasi setelah tiba di Tanah Air, sehingga tidak perlu membawa zamzam di dalam koper,” katanya.
Jemaah Gelombang Kedua Mulai Bergerak ke Madinah
Selain proses pemulangan, mulai Minggu (7/6/2026), jemaah haji gelombang kedua akan bergerak dari Makkah menuju Madinah sebagai bagian dari tahapan akhir penyelenggaraan ibadah haji.
Kemenhaj mengimbau jemaah agar mempersiapkan diri dengan baik dan tidak membawa barang bawaan secara berlebihan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung kelancaran mobilisasi serta pelayanan selama masa pergerakan jemaah.
“Kami mengajak seluruh jemaah untuk tetap menjaga kesehatan, mematuhi arahan petugas, serta saling membantu hingga seluruh rangkaian pelayanan haji berakhir dan seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat,” pungkas Maria. (*/red)






