Lindungi Dana Jemaah Umrah, Kemenhaj dan OJK Kaji Rekening Penampungan

Penulis -

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenhaj dan OJK membahas skema perlindungan dana jemaah umrah melalui rekening penampungan dan layanan keuangan yang aman. (Foto: Kemenhaj)

Kemenhaj dan OJK membahas skema perlindungan dana jemaah umrah melalui rekening penampungan dan layanan keuangan yang aman. (Foto: Kemenhaj)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membahas skema pengelolaan dana untuk memperkuat perlindungan jemaah umrah.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam audiensi di Jakarta, Senin (5/10/2026). Pemerintah ingin memastikan dana yang telah dibayarkan jemaah tetap memiliki perlindungan ketika penyelenggara menghadapi kendala dalam memenuhi layanan.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi, menilai keamanan dana menjadi unsur penting dalam membangun penyelenggaraan umrah yang terpercaya.

“Kita ingin memastikan dana yang sudah dibayarkan jemaah memiliki perlindungan dan kepastian. Karena itu, mekanisme pengelolaan dana yang aman menjadi penting agar hak jemaah tetap terlindungi ketika terjadi persoalan dalam perjalanan umrah,” ujar Jaenal.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas kemungkinan penggunaan rekening penampungan dana jemaah. Skema itu dapat membuat pengelolaan pembayaran lebih terstruktur sekaligus menekan risiko kerugian apabila penyelenggara tidak memenuhi layanan yang telah dijanjikan.

Dengan mekanisme tersebut, dana jemaah diharapkan memiliki pengamanan yang lebih baik selama proses penyelenggaraan perjalanan umrah berlangsung.

Akses Layanan Keuangan di Arab Saudi

Selain aspek perlindungan dana, Kemenhaj dan OJK turut membahas kemudahan akses layanan keuangan bagi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri, termasuk Arab Saudi.

Jaenal mengatakan akses tersebut dapat membantu jemaah memenuhi kebutuhan transaksi selama menjalankan ibadah di Arab Saudi. Namun, pelaksanaannya tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku.

“Ekosistem haji dan umrah tidak hanya berbicara mengenai perjalanan ibadah, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar. Karena itu, kita perlu membangun ekosistem transaksi yang aman dan mudah diakses,” katanya.

Menurut dia, penguatan layanan keuangan menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem haji dan umrah yang lebih terintegrasi. Aspek keamanan transaksi juga perlu berjalan seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi di sektor tersebut.

Baca Juga :  Andre Rosiade Apresiasi Layanan Haji Embarkasi Padang, Jemaah Dapat Tambahan Uang Saku 100 Riyal

Selanjutnya, Kemenhaj dan OJK akan memperdalam rancangan rekening penampungan dana jemaah. Kedua lembaga juga akan mengkaji dukungan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan ekosistem haji dan umrah.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kepastian bagi jemaah sekaligus menciptakan sistem penyelenggaraan umrah yang lebih aman dan transparan. (*)

Berita Terkait

Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure
Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia
Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli
Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April
Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar
Menhaj Perketat Istitaah Kesehatan Jemaah Haji, Imbau Travel Pilih Penerbangan Langsung

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:17 WIB

BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB