Ekspor Produk Olahan Perikanan Indonesia Berpeluang Tembus Pasar Arab Saudi, Potensi Transaksi Capai USD 1 Juta

Penulis -

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan business matching antara JAPFA dan Tamaiz Asia Trading di Jakarta, Kamis (25/6). (Foto: Kemendag)

Pertemuan business matching antara JAPFA dan Tamaiz Asia Trading di Jakarta, Kamis (25/6). (Foto: Kemendag)

Jakarta, Javanusa—Produk olahan perikanan Indonesia semakin berpeluang menembus pasar Arab Saudi. Ini setelah pertemuan penjajakan bisnis antara perusahaan Indonesia, JAPFA, dan importir Tamaiz Asia Trading.

Selain menyasar jaringan ritel, kerja sama tersebut juga membuka peluang memasok kebutuhan pangan jutaan jemaah haji dan umrah dengan potensi transaksi hingga USD 1 juta.

Peluang ekspor produk olahan perikanan Indonesia kembali menguat. Kementerian Perdagangan memfasilitasi pertemuan business matching antara JAPFA dan Tamaiz Asia Trading di Jakarta, Kamis (25/6), sebagai langkah awal memperluas akses pasar ke Arab Saudi.

Dalam pertemuan tersebut, Tamaiz Asia Trading menyatakan minat terhadap sejumlah produk, antara lain bakso ikan, nugget ikan, nugget udang, serta filet ikan nila.

Produk-produk itu diproyeksikan masuk ke jaringan ritel di Arab Saudi sekaligus memenuhi kebutuhan katering jutaan jemaah haji dan umrah setiap tahun.

Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Bagas Haryotejo, menilai penjajakan bisnis tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan ekspor pangan olahan Indonesia ke Timur Tengah.

“Selain menyasar konsumen lokal Arab Saudi, produk Indonesia juga berpotensi masuk ke rantai pasok konsumsi bagi jemaah haji dan umrah dari berbagai negara yang secara keseluruhan diperkirakan bernilai sekitar Rp50 triliun. Dalam kerja sama yang tengah dijajaki, potensi transaksi JAFPA dan Tamaiz mencapai sebesar USD 800 ribu hingga USD 1 juta,” ujar Bagas dari Jeddah, Arab Saudi.

Uji Pasar Menjadi Tahap Berikutnya

Sebagai tindak lanjut, Tamaiz Asia Trading akan membawa sampel produk untuk menjalani uji pasar di Arab Saudi. Di sisi lain, JAPFA menyiapkan daftar harga berbagai varian produk sebelum memasuki tahap negosiasi yang lebih rinci.

Selanjutnya, ITPC Jeddah akan memfasilitasi pertemuan lanjutan secara daring guna membahas aspek teknis maupun komersial.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Resmikan Pabrik Lotte Chemical di Cilegon, Perkuat Hilirisasi Petrokimia Nasional

“Kami harap, kerja sama ini dapat menjadi pintu masuk bagi lebih banyak produk pangan olahan Indonesia untuk memperluas pangsa pasar di Arab Saudi dan kawasan sekitarnya,” kata Bagas.

Peluang Besar dari Pasar Haji dan Umrah

Tamaiz Asia Trading merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi makanan, minuman, serta berbagai produk kebutuhan rumah tangga, termasuk sabun dan kosmetik.

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan tersebut juga memperluas bisnisnya ke sektor penyediaan pangan bagi jemaah haji.

Selama lebih dari 15 tahun, Tamaiz Asia Trading telah menjalin kemitraan dengan pelaku usaha Indonesia melalui impor berbagai produk, mulai dari sabun hingga kopi instan.

Perwakilan Tamaiz Asia Trading, Saeed Alamoudi, mengatakan Indonesia memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu negara dengan jumlah jemaah haji dan umrah terbesar di Arab Saudi.

“Fakta ini merupakan peluang untuk produk-produk makanan halal Indonesia agar dapat dipasarkan secara masif di Arab Saudi. Tidak hanya konsumen Indonesia, tetapi juga konsumen lokal Arab Saudi dan negara kawasan sekitar,” ujar Alamoudi.

JAPFA Dinilai Siap Memenuhi Kebutuhan Pasar

Bagas menjelaskan, proses penjajakan bermula ketika ITPC Jeddah menawarkan berbagai produk makanan olahan Indonesia kepada Tamaiz Asia Trading. Salah satu produk yang diperkenalkan berasal dari JAPFA, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan pihak importir ke perusahaan tersebut.

Menurut Bagas, JAPFA memiliki kapasitas produksi besar, telah memenuhi standar keamanan pangan internasional, serta berstatus eksportir terdaftar di Saudi Food and Drug Authority (SFDA) untuk produk makanan olahan berbasis ikan.

“Dengan kapasitas produksi yang besar, standar keamanan pangan internasional yang telah dimiliki, serta status sebagai eksportir terdaftar di Saudi Food and Drug Authority (SFDA) untuk produk makanan olahan berbasis ikan, JAPFA dinilai memiliki kesiapan untuk memenuhi kebutuhan pasar Arab Saudi dalam skala besar,” ungkap Bagas.

Baca Juga :  Diskop dan UKM Padang Perkuat Daya Saing Pelaku UMKM Lewat Sosialisasi HAKI

Ia menambahkan, masyarakat Arab Saudi menunjukkan permintaan yang terus meningkat terhadap produk boga bahari, terutama makanan beku yang praktis, tahan lama, dan memiliki harga kompetitif.

Selain daging ayam, sapi, dan kambing, produk hasil laut kini menjadi alternatif sumber protein yang semakin diminati. Kondisi tersebut membuka peluang bagi produk olahan perikanan Indonesia yang dikenal memiliki kualitas baik dan variasi cita rasa.

Bagas juga menekankan bahwa selain kualitas produk, pemenuhan berbagai sertifikasi internasional menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar Arab Saudi.

Perdagangan Indonesia-Arab Saudi Terus Tumbuh

Kinerja perdagangan Indonesia dan Arab Saudi terus menunjukkan perkembangan positif. Pada periode Januari hingga April 2026, total nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 1,58 miliar.

Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia tercatat sebesar USD 675,8 juta, sedangkan impor dari Arab Saudi mencapai USD 912,1 juta.

Sepanjang 2025, total perdagangan kedua negara mencapai USD 6,52 miliar. Nilai ekspor Indonesia sebesar USD 2,88 miliar, sementara impor mencapai USD 3,64 miliar.

Produk ekspor utama Indonesia meliputi kendaraan beserta komponennya, lemak dan minyak hewan atau nabati, kapal laut, berbagai makanan olahan, serta kayu dan produk turunannya. Sebaliknya, Indonesia mengimpor garam, belerang, kapur, plastik, bahan kimia organik, berbagai produk kimia, hingga buah-buahan dari Arab Saudi.

Seiring meningkatnya permintaan pangan olahan, ekspor produk makanan Indonesia ke Arab Saudi diproyeksikan tumbuh sekitar 5–7 persen, dari sekitar USD 71 juta pada 2025 menjadi sekitar USD 90 juta pada akhir 2026. (*/red)

Berita Terkait

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah
Pertalite Diduga Tercampur Material Asing, Pertamina Periksa 6 SPBU di Padang dan Agam

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Gulat Sumbang Dua Emas, Pasbar Buka Perolehan Medali di Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB