Jakarta, Javanusa—Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menghadirkan empat jenama kuliner binaan Program ASIK batch 1, 2, dan 3 tahun 2025 dalam pameran Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026.
Pameran tersebut berlangsung pada 21–24 Juli 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO).
Keempat jenama yang terpilih yakni El’s Coffee, Novio Fresh, Pempek Cek Molek, dan Rasakoe. Seluruhnya telah melewati proses kurasi yang menilai kualitas produk, kesiapan produksi, kesesuaian dengan kebutuhan industri hotel, restoran, dan katering (HoReCa), serta peluang pengembangan di pasar internasional.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, mengatakan keikutsertaan dalam FHI 2026 merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat posisi produk kuliner Indonesia di pasar global.
“Melalui partisipasi pada FHI 2026, kami ingin membuka peluang yang lebih luas bagi jenama kuliner Indonesia untuk membangun jejaring bisnis, memperkenalkan kualitas produknya, dan memperkuat kesiapan memasuki pasar global,” ujar Teuku Riefky Harsya.
Ia menambahkan, subsektor kuliner masih menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif nasional. Sehingga perlu terus didorong agar semakin kompetitif.
Program ASIK Perkuat Daya Saing Produk Lokal
Program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK) menjadi salah satu program unggulan Kementerian Ekraf dalam meningkatkan kualitas pelaku ekonomi kreatif.
Melalui program ini, peserta memperoleh pendampingan, pelatihan peningkatan kapasitas, standardisasi produk, hingga sertifikasi.
Langkah tersebut bertujuan agar produk lokal mampu memenuhi standar internasional. Sehingga lebih siap memasuki pasar ekspor dan bersaing di tingkat global.
FHI 2026 Hadirkan Pelaku Industri dari 32 Negara
FHI 2026 diikuti peserta dari 32 negara dan terintegrasi dengan pameran sektor perhotelan, desain, serta industri pengemasan. Kondisi ini membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjalin kerja sama dengan pembeli maupun mitra bisnis dari berbagai negara.
Selain memperluas jaringan usaha, peserta juga dapat mempelajari perkembangan industri terkini. Tahun ini, penyelenggara menyoroti inovasi digital dalam layanan kuliner melalui smart manufacturing. Serta penggunaan kemasan ramah lingkungan sebagai bagian dari penerapan prinsip keberlanjutan.
Melalui keikutsertaan dalam FHI 2026, Kementerian Ekraf memfasilitasi promosi empat jenama kuliner binaan ASIK kepada pelaku industri, calon pembeli, dan mitra internasional.
Upaya tersebut diharapkan mampu membuka peluang kemitraan baru sekaligus meningkatkan potensi ekspor produk kuliner Indonesia. (*)






