Presiden Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Bangunan Bersejarah Kini Tampil dengan Wajah Baru

Penulis -

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Semarang, Javanusa—Presiden Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan layanan transportasi yang modern tanpa menghilangkan nilai sejarah salah satu stasiun tertua di Indonesia.

Peresmian berlangsung di kawasan Stasiun Semarang Tawang dengan sambutan hangat dari masyarakat dan para pelajar yang telah menunggu kedatangan Presiden.

Presiden menyempatkan diri menyapa, menyalami warga, serta meninjau panel yang menampilkan proses revitalisasi bangunan bersejarah tersebut.

Dalam laporannya, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menjelaskan Stasiun Semarang Tawang mulai beroperasi pada 1914 setelah proses pembangunan yang dimulai sejak 1911 pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Menurut Bobby, stasiun itu bukan hanya menjadi simpul transportasi, tetapi juga menyimpan rekam jejak penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Ia mengatakan revitalisasi dan beautifikasi dilakukan atas arahan Presiden Prabowo serta berhasil diselesaikan dalam waktu 330 hari.

Tahap pertama pekerjaan meliputi pembaruan fasad depan, hall utama, serta pemulihan tampilan sisi barat dan timur bangunan sesuai bentuk aslinya.

Proses tersebut mengacu pada dokumentasi foto-foto lama agar karakter arsitektur bersejarah tetap terjaga.

Selain itu, berbagai elemen seperti lampu dan ornamen bersejarah juga dipulihkan sehingga kembali menyerupai kondisi awal bangunan.

“Dengan demikian, bangunan yang telah berusia 112 tahun ini dapat terus kita jaga kelestarian serta jejak sejarahnya,” ujar Bobby.

Prabowo: Melestarikan Sejarah Berarti Menjaga Identitas Bangsa

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan Stasiun Semarang Tawang memiliki nilai historis yang besar bagi Indonesia.

Ia mengungkapkan Presiden pertama Republik Indonesia pernah menggunakan stasiun tersebut untuk menjalankan tugas kenegaraan pada masa awal kemerdekaan.

Baca Juga :  Mengenal Hormon Ghrelin, Pengatur Rasa Lapar dan Berat Badan

“Sejarah mencatat bahwa Presiden Republik Indonesia yang pertama menggunakan stasiun ini untuk berangkat ke daerah-daerah lain untuk menjalankan tugas negara di awal kemerdekaan. Karena itu menjaga, melestarikan Stasiun Tawang ini tidak hanya menjaga dan melestarikan satu bangunan, tapi juga menjaga identitas dan menjaga memori dan perjalanan sejarah kita,” ujar Presiden.

Presiden menilai bangsa yang maju adalah bangsa yang menghargai perjalanan sejarahnya. Menurutnya, pengalaman masa lalu, termasuk masa penjajahan, harus menjadi pelajaran untuk memperkuat pembangunan melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ia juga mengajak seluruh pihak menjaga bangunan dan warisan budaya dari berbagai zaman sebagai bagian dari identitas nasional yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Karena itu penting juga kita untuk melestarikan semua yang kita miliki, walaupun itu dari zaman dahulu. Kita harus melestarikan kuil-kuil, kita harus melestarikan semua bangunan-bangunan ribuan tahun, ratusan tahun yang lalu. Itu bagian dari sejarah kita, bagian dari identitas kita,” ucap Presiden.

Apresiasi untuk PT KAI

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada jajaran PT Kereta Api Indonesia yang dinilai mampu menyelesaikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang secara cepat.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Direktur Utama Kereta Api Indonesia yang mengambil langkah-langkah cepat, tanggap,” tutur Presiden.

Peresmian revitalisasi Stasiun Semarang Tawang turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. (*)

Berita Terkait

Kaleb J Rilis Tanda Cinta, Lagu tentang Janji Setia hingga Seumur Hidup
Presiden Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel di IWIP Senilai Rp180 Triliun
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru