Tim Evaluator UNESCO Tiba di Sumbar, Geopark Ranah Minang Silokek Mulai Divalidasi

Penulis -

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekdaprov Sumbar Arry Yuswandi menyambut Tim Evaluator UNESCO dan KNGI di VIP BIM), Minggu (16/8/2026). (Foto: ADPSB)

Sekdaprov Sumbar Arry Yuswandi menyambut Tim Evaluator UNESCO dan KNGI di VIP BIM), Minggu (16/8/2026). (Foto: ADPSB)

Padang Pariaman, Javanusa—Tim Evaluator UNESCO bersama Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) tiba di Sumatera Barat untuk memvalidasi status Aspiring UNESCO Global Geopark (aUGGp) Ranah Minang Silokek.

Proses validasi berlangsung selama lima hari, mulai 16 hingga 21 Agustus 2026. Tim akan meninjau berbagai aspek pengelolaan geopark di Kabupaten Sijunjung sebagai bagian dari proses menuju pengakuan UNESCO Global Geopark.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi menyambut langsung Tim Evaluator UNESCO dan KNGI di VIP Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Minggu (16/8/2026).

Arry memastikan pemerintah daerah siap mendukung seluruh tahapan evaluasi. Menurutnya, proses tersebut menjadi kesempatan untuk memperlihatkan potensi serta pengelolaan Geopark Ranah Minang Silokek.

“Kita menyambut baik kedatangan tim evaluator UNESCO dan KNGI. Ini merupakan kesempatan bagi kita untuk menunjukkan potensi Ranah Minang Silokek sekaligus melihat sejauh mana pengelolaannya telah memenuhi standar yang ditetapkan,” ujar Arry.

Ia menilai evaluasi UNESCO tidak sekadar menentukan peluang memperoleh pengakuan internasional. Proses tersebut juga dapat mengukur sejauh mana keberadaan geopark memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Karena itu, pengelolaan kawasan perlu berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan, pelestarian lingkungan dan budaya, serta penguatan ekonomi masyarakat.

“Yang paling penting, bagaimana geopark ini tidak hanya menjadi sebuah status atau pengakuan, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.

Potensi Geologi hingga Budaya Jadi Perhatian

Arry menyebut Ranah Minang Silokek memiliki kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya yang menjadi modal penting untuk pengembangan kawasan.

Menurut dia, proses validasi juga menjadi kesempatan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk menunjukkan berbagai upaya dalam menjaga sekaligus mengembangkan potensi tersebut.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Sumbar Hari Ini, 13 Daerah di Sumbar Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

“Potensi geologi, keanekaragaman hayati, dan kekayaan budaya yang dimiliki harus kita jaga. Pada saat yang sama, potensi tersebut harus mampu dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” lanjutnya.

Selama proses validasi, Tim Evaluator UNESCO bersama KNGI akan melakukan peninjauan terhadap berbagai aspek pengelolaan aUGGp Ranah Minang Silokek di Kabupaten Sijunjung.

Evaluasi itu menjadi bagian dari jadwal UNESCO untuk mengevaluasi aUGGp dan melakukan revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp) di Indonesia pada 2026.

Ranah Minang Silokek sendiri masih berstatus Aspiring UNESCO Global Geopark. Hasil evaluasi akan menjadi salah satu bagian penting dalam proses menuju pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark.

Evaluasi Jadi Momentum Pembenahan

Arry berharap seluruh pihak memberikan dukungan selama proses validasi berlangsung. Ia juga berharap tim evaluator memberikan masukan yang dapat membantu pemerintah meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan.

“Kita berharap proses evaluasi ini berjalan dengan baik dan seluruh masukan dari tim evaluator nantinya dapat menjadi bahan bagi kita untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pengelolaan geopark,” pungkas Arry.

Dengan demikian, proses validasi tidak hanya berorientasi pada status internasional. Pemerintah Sumbar juga menempatkannya sebagai momentum untuk memperkuat pengelolaan kawasan agar manfaat geopark semakin terasa bagi masyarakat. (*)

Berita Terkait

Terkait Kisruh Gelar Datuak Rajo Bandaro, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Mantan Wali Nagari Puluik Puluik Mencuat
Fadly Amran Minta OPD Padang Perkuat Inovasi Smart City di Enam Dimensi
Koto Tangah Siapkan 16 Venue MTQ ke-42 Padang, Ini Daftar Lokasinya
Koto Tangah Siapkan 65 Kafilah, Bidik Juara Umum MTQ ke-42 Kota Padang
Pemko Padang dan Pelindo Siapkan Penataan Muaro Padang Jadi Kawasan Wisata Maritim
Tutupi Trotoar dan Drainase, Satpol PP Padang Bongkar Lapak Pedagang di Jalan Sutan Syahrir
Gubernur Mahyeldi Dorong Tata Kelola Pemerintahan Sumbar Makin Kuat, Cegah Korupsi Sejak Awal
Farewell Parade Kapolda Sumbar, Irjen Pol Djati Wiyoto Serahkan Estafet Kepemimpinan kepada Irjen Pol Jawari

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:02 WIB

Alee Rilis Single Apa Kabarmu?, Angkat Rindu yang Kembali Setelah Perpisahan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:08 WIB

BLINGOUTKID Rilis Single Freak Like Me, Kisah Keberanian Menjadi Diri Sendiri

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:03 WIB

satchi! Rilis All the Almost, Lagu Indie-Folk tentang Cinta yang Tak Kunjung Terungkap

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Gavendri Rilis Album Kedua Sympathy/Empathy, Rekam Pergulatan Hidup sebagai Orang Dewasa

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Berita Terbaru