10 Tanda Tubuh Butuh Istirahat, Jangan Abaikan Sinyalnya

Penulis -

Selasa, 25 Agustus 2026 - 00:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi wanita mengalami kelelahan. (Foto AI Generated)

Ilustrasi wanita mengalami kelelahan. (Foto AI Generated)

Javanusa.com—Kesibukan yang berlangsung tanpa jeda dapat membuat tubuh kehilangan energi. Jika kelelahan terus dipaksakan, konsentrasi, suasana hati, kualitas tidur, hingga produktivitas bisa ikut terganggu.

Kelelahan merupakan kondisi yang umum dialami banyak orang. Namun, tubuh dapat memberikan sejumlah sinyal ketika kebutuhan untuk beristirahat mulai meningkat.

Karena itu, penting mengenali perubahan fisik dan emosional yang muncul setelah menjalani aktivitas padat. Dilansir dari Klikdokter, berikut 10 tanda tubuh butuh istirahat yang perlu diperhatikan.

1. Nyeri otot tidak kunjung membaik

Aktivitas fisik yang berat atau dilakukan berulang dapat membuat otot terasa nyeri. Kondisi ini lebih mudah muncul ketika tubuh belum terbiasa dengan aktivitas tersebut.

Nyeri yang menetap perlu mendapat perhatian, terutama jika tidak membaik setelah tubuh mendapat waktu pemulihan. Kurangi aktivitas berat dan berikan kesempatan bagi otot untuk beristirahat.

2. Mudah murung dan terus merasa lelah

Kelelahan tidak hanya memengaruhi kondisi fisik. Energi yang terkuras juga dapat membuat seseorang lebih mudah tersinggung, sensitif, sedih, atau kehilangan semangat.

Kesulitan mengendalikan emosi dapat muncul ketika beban aktivitas dan tekanan sehari-hari menumpuk. Istirahat yang cukup dapat menjadi salah satu langkah untuk membantu memulihkan kondisi tubuh dan pikiran.

Jika perubahan suasana hati berlangsung terus-menerus, jangan langsung menganggapnya hanya akibat kelelahan. Kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan masalah kesehatan lain.

3. Detak jantung terasa tidak biasa

Perubahan denyut jantung dapat menjadi tanda bahwa tubuh sedang mengalami kondisi tertentu. Pada orang dewasa, denyut jantung istirahat umumnya berada pada kisaran 60–100 kali per menit.

Namun, angka di bawah atau di atas kisaran tersebut tidak otomatis menunjukkan penyakit. Kondisi fisik, obat-obatan, tingkat kebugaran, stres, dan aktivitas dapat memengaruhi denyut jantung.

Baca Juga :  Pastikan Kesiapan Tenaga Kesehatan, Dinkes-BPBD Simulasi Bencana

Jika jantung terus berdebar cepat saat beristirahat, terasa tidak teratur, atau muncul bersama sesak napas, nyeri dada, maupun rasa ingin pingsan, segera cari pertolongan medis.

4. Tubuh terasa kaku

Rasa kaku pada tubuh dapat muncul setelah melakukan aktivitas fisik secara berulang tanpa jeda pemulihan.

Selain mengurangi aktivitas, berikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat. Peregangan ringan atau aktivitas relaksasi juga dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.

5. Urine berubah menjadi kuning gelap

Urine berwarna kuning gelap dan berbau lebih kuat dapat menjadi salah satu tanda tubuh kekurangan cairan. Dehidrasi juga dapat disertai rasa haus, lelah, mulut kering, serta pusing.

Cukupi kebutuhan cairan dengan minum air secara teratur. Saat tubuh mengalami kelelahan, kurangi sementara aktivitas fisik yang terlalu berat.

Meletakkan botol air di meja kerja juga dapat membantu mengingatkan Anda untuk minum secara berkala.

6. Konsentrasi mulai terganggu

Kesulitan berkonsentrasi merupakan salah satu dampak yang dapat muncul ketika tubuh mengalami kelelahan. Pekerjaan sederhana pun bisa terasa jauh lebih sulit untuk diselesaikan.

Jika fokus mulai menurun, jangan terus memaksakan diri. Berhenti sejenak, beristirahat, lalu kembali bekerja setelah tubuh dan pikiran terasa lebih siap.

Kelelahan yang menetap juga dapat memengaruhi energi, kemampuan beraktivitas, dan fokus seseorang.

7. Lebih sering mengalami keluhan kesehatan

Tubuh yang terus bekerja tanpa pemulihan dapat membuat seseorang merasa semakin tidak bugar. Keluhan seperti batuk, pilek, atau demam juga dapat muncul ketika seseorang sedang mengalami sakit.

Jika kondisi tersebut terjadi, prioritaskan tidur yang cukup, konsumsi makanan bergizi, dan berikan waktu bagi tubuh untuk pulih.

Jangan menganggap semua keluhan sebagai akibat kurang istirahat. Gejala yang menetap atau semakin berat tetap membutuhkan evaluasi tenaga kesehatan.

Baca Juga :  Merayakan 357 Tahun Padang: Ini Jadwal Taste of Padang Experience 2026 Menuju Kota Gastronomi Dunia
8. Sulit tidur meski tubuh terasa lelah

Merasa lelah tetapi sulit tertidur dapat menjadi tanda adanya gangguan pada pola tidur. Kesulitan tidur juga dapat membuat tubuh tidak memperoleh pemulihan yang optimal.

Stres dan pikiran yang terus aktif dapat ikut mengganggu proses tidur. Pada akhirnya, kurang tidur dapat memperburuk rasa lelah pada hari berikutnya.

Jika gangguan tidur berlangsung secara rutin atau membuat aktivitas sehari-hari terganggu, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

9. Mudah menangis tanpa alasan yang jelas

Kelelahan dapat memengaruhi kondisi emosional. Situasi yang biasanya terasa ringan bisa menjadi lebih sulit dihadapi ketika energi fisik dan mental sudah terkuras.

Karena itu, jangan mengabaikan perubahan emosi yang muncul bersamaan dengan kelelahan. Berbicara dengan orang yang dipercaya dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi beban pikiran.

Jika kesedihan, kehilangan minat, gangguan tidur, atau kelelahan berlangsung terus-menerus, penyebabnya perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

10. Hubungan dengan orang terdekat mulai terganggu

Kelelahan juga dapat memengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan orang lain. Anda mungkin mulai enggan menghabiskan waktu bersama pasangan, anak, keluarga, atau teman.

Perubahan tersebut dapat menjadi tanda bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan jeda. Jangan menunggu sampai kelelahan mengganggu hubungan yang selama ini penting bagi Anda.

Saatnya memberi tubuh waktu untuk pulih

Sepuluh tanda tersebut menunjukkan bahwa tubuh membutuhkan perhatian, terutama ketika beberapa gejala muncul bersamaan. Istirahat yang cukup, tidur berkualitas, asupan cairan, makanan bergizi, dan pengurangan aktivitas berat dapat membantu proses pemulihan.

Jika kondisi tubuh mulai membaik, aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau yoga dapat dilakukan secara bertahap. Sebaliknya, kelelahan yang tidak membaik meski sudah beristirahat perlu mendapat pemeriksaan medis.

Baca Juga :  Ingin Kulit Sehat dan Cerah? Konsumsi 6 Makanan Bergizi Ini Secara Rutin

Segera cari pertolongan medis jika kelelahan disertai nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar cepat atau tidak teratur, atau sensasi hampir pingsan. (*)

Berita Terkait

Menu Diet Seminggu: Contoh Pola Makan Sehat dan Fakta soal Target Turun 10 Kg
Bau Badan Tak Kunjung Hilang? Ini Cara Mengatasinya
Rambut Kering dan Kusam? Coba 6 Masker Rambut Alami Ini
7 Kebiasaan yang Membuat Seseorang Makin Menarik Seiring Bertambahnya Usia
Jangan Abaikan Gigi Ngilu, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Bau Badan Mengganggu? Ini 7 Cara Mengatasinya Tanpa Deodoran
Rekomendasi Menu Diet Sehat 30 Hari yang Mudah dan Praktis
Jangan Tunggu Rusak, Ini 5 Peralatan Dapur Sebaiknya Diganti Secara Berkala

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru