Menhaj Perketat Istitaah Kesehatan Jemaah Haji, Imbau Travel Pilih Penerbangan Langsung

Penulis -

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menhaj Mochamad Irfan Yusuf saat kegiatan di Taman Sultan Hasanuddin, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/10/2026). (Foto: Kemenhaj)

Menhaj Mochamad Irfan Yusuf saat kegiatan di Taman Sultan Hasanuddin, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/10/2026). (Foto: Kemenhaj)

Gowa, Javanusa—Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan calon jemaah haji agar mempersiapkan kondisi fisik sejak dini.

Pemerintah juga akan memperketat pemeriksaan istitaah kesehatan untuk menekan angka kematian jemaah di Tanah Suci.

Imbauan tersebut disampaikan Irfan Yusuf saat menjalankan kegiatan di Taman Sultan Hasanuddin, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/10/2026).

Selain persiapan ibadah haji, Menhaj juga meminta masyarakat yang hendak menjalankan umrah agar mempertimbangkan penerbangan langsung ke Arab Saudi. Langkah ini dinilai lebih aman dari risiko penundaan panjang yang berpotensi terjadi pada penerbangan transit.

Pemeriksaan Kesehatan Jemaah Haji Diperketat

Irfan Yusuf menegaskan, pemerintah akan menerapkan persyaratan istitaah kesehatan yang lebih ketat dibandingkan penyelenggaraan haji tahun lalu.

Kebijakan tersebut menjadi langkah preventif sebelum calon jemaah melunasi biaya haji. Pemerintah menargetkan penurunan angka kematian jemaah melalui pemeriksaan kesehatan yang lebih optimal.

“Saya ingatkan kesehatan tahun ini mungkin lebih ketat dibanding tahun lalu. Tahun lalu kita bisa menekan angka kematian, tahun ini kita upayakan supaya angka kematian lebih ditekan lagi sehingga berkurang lagi dari tahun lalu,” tegas Menhaj.

Karena itu, ia meminta calon jemaah mempersiapkan diri secara menyeluruh. Persiapan tersebut mencakup kemampuan finansial, pemahaman ilmu manasik, serta kesiapan fisik untuk menjalankan rangkaian ibadah haji.

Calon jemaah juga perlu memahami rukun, wajib, dan sunah haji agar dapat menjalankan ibadah sesuai ketentuan.

Menhaj Imbau Jemaah Umrah Pilih Penerbangan Langsung

Dalam kesempatan yang sama, Irfan Yusuf menyampaikan perkembangan situasi penerbangan menuju Arab Saudi bagi jemaah umrah.

Kementerian Haji dan Umrah terus memantau kondisi penerbangan serta berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, dan Kantor Urusan Haji di Jeddah.

Baca Juga :  Fast Track Bandara Madinah Siap Layani Jemaah Haji

Berdasarkan pemantauan tersebut, penerbangan langsung atau direct flight menuju Arab Saudi masih relatif aman dan tetap beroperasi.

Meski demikian, sejumlah penerbangan langsung mengalami keterlambatan sekitar satu hingga dua jam. Namun, menurut Menhaj, penerbangan pada rute tersebut tetap berjalan tanpa pembatalan.

Sebaliknya, penerbangan dengan skema transit berpotensi menghadapi kendala berupa penundaan dalam waktu yang lebih panjang.

“Saya mengimbau, kalau mau memilih jadwal penerbangan, lebih baik memilih yang penerbangan direct (langsung) saja,” tandas Menhaj.

Imbauan ini ditujukan kepada calon jemaah umrah dan biro perjalanan agar mempertimbangkan kondisi penerbangan saat menentukan jadwal keberangkatan.

WNI di Riyadh Dipastikan Selamat

Menhaj juga memberikan keterangan mengenai kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Riyadh menyusul dinamika situasi di wilayah tersebut.

Ia memastikan WNI yang berada di sana, termasuk beberapa orang yang sedang menunggu jadwal penerbangan, dalam kondisi sehat dan selamat.

Untuk mengantisipasi perkembangan situasi, Kementerian Haji dan Umrah terus menjalin komunikasi dengan berbagai asosiasi biro perjalanan umrah.

Pemerintah meminta penyelenggara perjalanan tetap memantau informasi terbaru agar dapat mengambil langkah yang tepat bagi jemaah. Dengan demikian, aspek keselamatan dan kelancaran perjalanan tetap menjadi perhatian selama proses keberangkatan menuju Arab Saudi. (*)

Berita Terkait

484 Mahasiswa Timur Tengah Ikuti Tes CAT Daring Seleksi Petugas Haji Arab Saudi 2027
Menhaj Minta Dana Haji Rp184 Triliun Dikelola Lebih Produktif, Ini Alasannya
Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Imbau WNI di Arab Saudi Waspada
Jadi Narasumber Manasik Haji, Maigus Nasir Ingatkan Jemaah Jaga Akhlak dan Adab
BPIH 2027 Disepakati Rp98,46 Juta, Jemaah Haji Cukup Lunasi Rp23,04 Juta
Lindungi Dana Jemaah Umrah, Kemenhaj dan OJK Kaji Rekening Penampungan
Kemenhaj dan Kemendagri Padankan Data Jemaah Haji, Nomor Antrean Tetap Aman
Travel Umrah Diperingatkan Tak Promosikan Haji Khusus Tanpa Izin PIHK

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:20 WIB

484 Mahasiswa Timur Tengah Ikuti Tes CAT Daring Seleksi Petugas Haji Arab Saudi 2027

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Menhaj Minta Dana Haji Rp184 Triliun Dikelola Lebih Produktif, Ini Alasannya

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Imbau WNI di Arab Saudi Waspada

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:48 WIB

Jadi Narasumber Manasik Haji, Maigus Nasir Ingatkan Jemaah Jaga Akhlak dan Adab

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:07 WIB

BPIH 2027 Disepakati Rp98,46 Juta, Jemaah Haji Cukup Lunasi Rp23,04 Juta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lindungi Dana Jemaah Umrah, Kemenhaj dan OJK Kaji Rekening Penampungan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Kemenhaj dan Kemendagri Padankan Data Jemaah Haji, Nomor Antrean Tetap Aman

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Travel Umrah Diperingatkan Tak Promosikan Haji Khusus Tanpa Izin PIHK

Berita Terbaru