Antrean Faktual Haji Kini 14 Tahun, Pemerintah Validasi 5,7 Juta Data Jemaah

Penulis -

Rabu, 30 September 2026 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menerima laporan Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin (28/9/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto menerima laporan Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin (28/9/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah menyebut masa tunggu keberangkatan jemaah haji Indonesia kini rata-rata mencapai 14 tahun setelah melakukan validasi jutaan data jemaah.

Angka tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam upaya pemerintah memangkas antrean haji yang sebelumnya tercatat jauh lebih panjang.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan perkembangan itu setelah mendampingi Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah melaporkan perkembangan penyelenggaraan haji kepada Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (28/09/2026).

Presiden Prabowo Dorong Antrean Haji Dipangkas

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap masa tunggu keberangkatan jemaah haji.

Dahnil mengatakan, Presiden mendukung langkah Kementerian Haji dan Umrah untuk mencari formula yang dapat memperpendek antrean haji di berbagai daerah.

“Presiden menyampaikan bahwasannya langkah Kementerian Haji untuk memperpendek antrean, itu beliau dukung penuh dan terus mencari formula,” ujar Dahnil dalam keterangannya kepada awak media.

Menurut Dahnil, pemerintah sebelumnya menghadapi antrean terlama hingga 49 tahun. Presiden kemudian meminta kementerian mencari solusi agar masa tunggu tersebut dapat ditekan.

Formula Penghitungan Antrean Diubah

Kementerian Haji dan Umrah kemudian melakukan perubahan terhadap formula penghitungan antrean. Hasil awal perubahan tersebut menunjukkan rata-rata masa tunggu haji secara nasional berada di angka 26 tahun.

Namun, angka itu masih dinilai terlalu panjang sehingga pemerintah melanjutkan pembenahan.

“Alhamdulillah kemudian tahun lalu kami ubah formulasinya, dan kita temukan rata-rata antrean di seluruh Indonesia 26 tahun. Tapi tahun lalu Presiden juga menyatakan itu masih lama,” kata Dahnil.

Langkah berikutnya berfokus pada pemeriksaan dan validasi data jemaah haji yang menjadi dasar penghitungan antrean.

5,7 Juta Data Jemaah Divalidasi

Kementerian Haji dan Umrah memeriksa 5,7 juta data jemaah yang tercatat dalam sistem. Dari proses tersebut, pemerintah menemukan sekitar 400 ribu data yang dinyatakan tidak valid.

Baca Juga :  14 Perempuan Diamankan Satpol PP Padang Tanpa KTP

Dahnil mengatakan proses validasi melibatkan Menteri Haji dan Umrah, dirinya, serta seluruh tim kementerian.

“Akhirnya Pak Menteri, saya, dan seluruh tim di Kementerian Haji itu membersihkan atau memvalidasi 5,7 juta data jemaah haji yang ada sekarang, dan kami temukan ada 400 ribu data invalid,” ujarnya.

Temuan tersebut kemudian menjadi bagian dari pembenahan penghitungan masa tunggu keberangkatan jemaah.

Masa Tunggu Haji Kini Rata-rata 14 Tahun

Setelah pemerintah melakukan validasi data dan menghitung kembali antrean secara faktual, masa tunggu jemaah yang berangkat tahun ini disebut rata-rata mencapai 14 tahun.

Angka tersebut menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan angka antrean sebelumnya yang mencapai rata-rata 26 tahun.

“Jadi dari 49 kemudian jadi 26 tahun, sekarang antrean faktual haji itu 14 tahun sesuai dengan perintah Presiden mencari formula dan membereskan data-data yang invalid 400 ribuan itu,” tutur Dahnil.

Pemerintah selanjutnya akan meneruskan pembenahan data serta tata kelola penyelenggaraan haji. Langkah tersebut diharapkan membuat informasi masa tunggu lebih akurat dan memberikan kepastian keberangkatan yang lebih baik bagi calon jemaah. (*/BPMI Setpres)

Berita Terkait

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, Cek Status Keberangkatan di Sini
Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure
Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia
Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli
Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April
Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB