Dari Tanah Air ke Dapur Haji: Rasa Nusantara Siap Temani Jemaah di Tanah Suci

Penulis -

Selasa, 30 Desember 2025 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah dengan para importir Arab Saudi, Minggu (28/12/2025). (Foto: Kemenhaj)

Pertemuan Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah dengan para importir Arab Saudi, Minggu (28/12/2025). (Foto: Kemenhaj)

Jeddah, Javanusa—Produk Ready to Eat (RTE) Indonesia dan bumbu pasta Nusantara mulai disiapkan pemerintah untuk mendukung layanan konsumsi jemaah haji 2026. Langkah ini bertujuan menghadirkan cita rasa familiar agar jemaah lebih nyaman beribadah di Tanah Suci.

Keseriusan tersebut ditunjukkan melalui pertemuan Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah dengan para importir Arab Saudi, Minggu (28/12/2025). Forum ini membahas kesiapan implementasi penggunaan produk RTE dan bumbu pasta asal Indonesia.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, menegaskan kebijakan ini berfokus pada kebutuhan jemaah. Menurutnya, konsumsi yang sesuai selera berperan penting dalam menjaga kenyamanan selama ibadah.

“Ini bukan sekadar soal pasokan makanan, tetapi layanan yang responsif terhadap kebutuhan jemaah,” ujar Jaenal.

Ia menambahkan, standar mutu dan rasa menjadi faktor utama dalam penyelenggaraan haji modern.

Peran UMKM dalam Rantai Pasok Haji

Di balik penyajian produk RTE Indonesia, terdapat kontribusi UMKM dan produsen pangan nasional. Pemerintah memastikan rantai pasok berjalan optimal, mulai dari produksi hingga distribusi di dapur haji Arab Saudi.

Pendekatan ini sejalan dengan penguatan ekosistem ekonomi haji. Selain meningkatkan kenyamanan jemaah, kebijakan ini membuka peluang pasar global bagi produk pangan Indonesia.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid, menekankan pentingnya kepastian pelaksanaan. Ia menyebut kerja sama antara dapur katering, importir, dan supplier Indonesia harus terukur dan profesional.

“Kami mendorong kepastian penggunaan produk Indonesia dengan skema harga dan pembayaran yang jelas,” kata Harun. Menurutnya, kepastian ini krusial agar layanan konsumsi jemaah berjalan optimal.

52 Dapur Makkah dan 23 Dapur Madinah Disiapkan

Sebagai kesiapan operasional, pemerintah menetapkan 52 dapur di Makkah dan 23 dapur di Madinah. Seluruh dapur wajib menggunakan produk Indonesia sesuai kontrak penyelenggaraan haji.

Baca Juga :  Sambut Kloter 1 Debarkasi Padang, Sekda Sumbar Ingatkan Jemaah Jaga Kemabruran Haji

Produk yang digunakan mencakup RTE, bahan pangan segar, hingga bumbu pasta. Ketentuan ini menjadi bagian dari standar layanan jemaah haji Indonesia 2026.

Importir Sambut Baik Kepastian Kebijakan

Para importir Arab Saudi menyambut positif langkah pemerintah Indonesia. Kepastian peran dan dukungan kelembagaan dinilai memperlancar proses transaksi.

Kepastian pembayaran juga menjadi perhatian utama. Faktor ini penting agar produsen dan UMKM di Tanah Air dapat berproduksi secara berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan membagikan data dapur, daftar supplier tersertifikasi, serta importir yang memenuhi syarat. Langkah ini mempercepat koordinasi pemesanan dan distribusi produk.

Dengan persiapan terstruktur, produk RTE Indonesia diharapkan tersedia tepat waktu. Kehadiran cita rasa Nusantara di Makkah dan Madinah menjadi simbol peningkatan kualitas layanan jemaah haji Indonesia. (*/red)

Berita Terkait

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, Cek Status Keberangkatan di Sini
Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure
Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia
Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli
Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April
Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:20 WIB

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru