Padang, Javanusa—Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang memasuki status siaga penuh menjelang kedatangan jemaah haji kloter pertama. Jemaah dijadwalkan mulai masuk asrama pada Kamis (23/4/2026).
Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Sumbar, M. Rifki, saat saat apel perdana pada Rabu (22/4/2026).
Rifki menekankan seluruh petugas PPIH, P3IH, serta tenaga pendukung dan relawan harus menempati pos layanan sebelum jemaah tiba. Ia meminta semua unsur bekerja disiplin dan tepat waktu.
“Jemaah masuk asrama pukul 06.00 WIB, sedangkan keberangkatan ke Tanah Suci berlangsung pukul 01.00 WIB. Kita harus disiplin dan siaga sebelum jemaah datang,” ujarnya.
Pelayanan Jemaah Sebagai Bentuk Ibadah
Ia juga menegaskan pelayanan kepada jemaah tidak hanya bersifat administratif. Petugas menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada tamu Allah atau Duyufurrahman.
“Jika kita luruskan niat untuk melayani tamu Allah SWT, maka setiap pekerjaan bernilai ibadah,” katanya.
Menurutnya, pelayanan yang baik menciptakan kenyamanan bagi jemaah dan membuka pintu doa bagi petugas. Ia menyebut doa jemaah menjadi keberkahan tersendiri.
“Ketika jemaah merasa terbantu dan nyaman, mereka akan mendoakan kita,” ujarnya.
Momentum Penting Tahun Perdana Kemenhaj
Rifki menyebut penyelenggaraan haji tahun ini memiliki nilai strategis. Tahun ini menjadi pelaksanaan perdana di bawah Kementerian Haji dan Umrah.
“Kita bagian dari perintis. Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi fondasi ke depan,” katanya.
Ia meminta petugas tidak bekerja secara sektoral. Seluruh unsur harus saling membantu dalam memberikan pelayanan kepada jemaah.
“Jangan terpaku pada tugas masing-masing. Jika jemaah butuh bantuan, segera bantu dengan empati,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik daerah, embarkasi, dan institusi selama bertugas.
“Satu kesalahan kecil bisa berdampak besar. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Layanan Ramah Lansia dan Kelompok Rentan
Kementerian Haji dan Umrah tahun ini mengusung layanan ramah lansia, disabilitas, dan perempuan. Petugas diminta memberi perhatian khusus kepada kelompok tersebut.
Penguatan kesiapan ini diharapkan memastikan proses penyambutan hingga keberangkatan jemaah berjalan tertib, aman, dan lancar. (*/red)






