Jemaah Haji Gelombang 2 di Jeddah Makin Tertib Kenakan Ihram saat Tiba di Bandara

Penulis -

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pembimbing Ibadah Daerah Kerja Bandara, Anis Diyah Puspita. (Foto: Kemenhaj)

Kepala Pembimbing Ibadah Daerah Kerja Bandara, Anis Diyah Puspita. (Foto: Kemenhaj)

Jeddah, Javanusa—Kesiapan jemaah haji Indonesia gelombang 2 dalam mengenakan ihram setibanya di Bandara King Abdul Aziz Jeddah terus membaik.

Jemaah yang langsung menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib kini dinilai lebih tertib dibandingkan masa awal kedatangan.

Kepala Pembimbing Ibadah Daerah Kerja Bandara, Anis Diyah Puspita, mengatakan kondisi jemaah di Bandara Jeddah secara umum sudah lebih kondusif.

Namun, petugas masih menemukan beberapa jemaah yang perlu diarahkan terkait ketentuan berpakaian setelah berniat ihram.

“Secara umum, alhamdulillah sudah kondusif. Jemaah sudah semakin tertib, meskipun masih ada kita temukan beberapa jemaah laki-laki memakai kaus kaki atau sepatu saat tiba di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, padahal statusnya sudah berniat ihram,” ujar Anis di Jeddah, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Anis, kondisi saat ini jauh lebih baik dibandingkan hari-hari awal kedatangan jemaah gelombang 2. Pada awal kedatangan, petugas masih menemukan jemaah dan sebagian petugas kloter tiba dengan pakaian biasa. Selain itu, ada jemaah yang belum melaksanakan salat sunah ihram hingga memaksakan diri mandi ihram di bandara.

“Jika awal-awal masih ditemui jemaah bahkan petugas kloter yang memakai pakaian biasa, belum salat sunah ihram, bahkan memaksakan diri mandi ihram di Bandara Jeddah, setelah dilakukan pengarahan langsung oleh Kemenhaj kepada petugas di embarkasi, saat ini kondisi di lapangan sudah nampak lebih tertib,” jelasnya.

Kendala yang Masih Ditemukan Petugas

Anis menyebut beberapa kendala banyak muncul pada awal kedatangan. Jemaah laki-laki masih mengenakan kaus dan celana, memakai jaket, kaus kaki, serta sepatu. Selain itu, sebagian jemaah belum melaksanakan salat wajib selama di pesawat.

Petugas juga menemukan jemaah yang belum melaksanakan salat sunah ihram. Kondisi itu membuat mereka ingin melaksanakannya setibanya di bandara, padahal area kedatangan tidak memungkinkan.

Baca Juga :  Kemenhaj Mulai Siapkan Haji 2027, Fokus Perkuat Layanan dan Tata Kelola

Saat ini, lanjut Anis, sebagian besar jemaah dan petugas kloter sudah memahami alur serta ketentuan sebelum tiba di Jeddah.

Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan dan pendampingan, terutama bagi jemaah yang belum sempurna mengenakan kain ihram.

“Dari embarkasi tertentu masih banyak kita temui jemaah laki-laki yang belum sempurna mengenakan baju ihram, misalnya nampak pusar, kain ihram bawah belum tepat sehingga aurat terbuka saat berjalan, masih memakai kaus kaki dan sepatu. Untuk jemaah perempuan, masih ada yang memakai cadar,” terang Anis.

Kepatuhan SOP Ihram Meningkat

Anis menegaskan perubahan paling signifikan terlihat dari meningkatnya kepatuhan jemaah dan petugas kloter dalam menerapkan standar operasional prosedur. Jemaah umumnya sudah memakai ihram dengan benar dan melaksanakan sunah-sunah ihram sebelum tiba di Jeddah.

“Yang jelas, baik petugas kloter maupun jemaah lebih tertib dalam menerapkan SOP. Mereka sudah berpakaian ihram dengan benar, melakukan sunah-sunah ihram, sehingga setibanya di Jeddah tinggal memastikan apabila masih ada satu atau dua jemaah yang lupa belum berniat ihram,” katanya.

Untuk jemaah lanjut usia dan risiko tinggi, petugas memberikan pendampingan khusus. Pendampingan itu mencakup bimbingan niat ihram bersyarat atau isytirath.

Bimbingan tersebut diberikan sebagai antisipasi apabila jemaah mengalami gangguan kesehatan atau kendala lain selama perjalanan ibadah.

Dengan cara itu, jemaah dapat langsung bertahalul tanpa terkena kewajiban dam apabila tidak mampu menyelesaikan ibadah secara sempurna.

“Untuk jemaah lansia dan risti, kami bimbing niat ihram dengan syarat atau isytirath. Ini untuk mengantisipasi apabila dalam perjalanan ibadahnya tidak bisa selesai dengan sempurna akibat halangan, seperti faktor kesehatan atau hal lain yang menjadi kendala. Dengan demikian, jika betul terjadi, jemaah tersebut dapat langsung bertahalul tanpa terkena kewajiban dam,” jelasnya.

Baca Juga :  Disuguhi Bubur Hangat di Atas Bus, Jemaah Haji Sumbar Apresiasi Pelayanan PPIH Embarkasi Padang
Imbauan Menjaga Kesehatan Jelang Puncak Haji

Anis mengimbau jemaah yang akan mendarat di Jeddah dan langsung menuju Makkah agar menjaga kesehatan. Ia meminta jemaah tidak memaksakan diri melakukan amalan sunah apabila kondisi fisik tidak memungkinkan.

Menurutnya, menjaga stamina sangat penting karena jemaah masih harus menjalani rangkaian ibadah hingga puncak haji.

“Jemaah kami imbau agar tetap menjaga kesehatan, beribadah sesuai dengan kemampuan, tidak memaksakan diri untuk hal-hal yang sifatnya sunah agar kondisi tetap sehat sehingga bisa menghadapi puncak haji dengan kesehatan yang prima,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan jemaah agar memperbanyak talbiyah, zikir, dan doa selama perjalanan dari Jeddah menuju Makkah. Selain itu, jemaah diminta mematuhi larangan ihram agar pelaksanaan ibadah berjalan tertib dan sempurna.

“Selama perjalanan dari Jeddah ke Makkah, jemaah hendaknya memperbanyak talbiyah, zikir, dan doa, serta mematuhi larangan-larangan ihram agar ibadahnya lebih sempurna,” tutup Anis. (*/red)

Berita Terkait

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, Cek Status Keberangkatan di Sini
Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure
Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia
Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli
Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April
Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB