Padang, Javanusa—Aktivitas di Asrama Haji Tabing Padang meningkat saat jemaah Kloter 07 tiba pada Kamis, 30 April 2026.
Sejak rombongan turun dari bus, petugas langsung menyambut dan mengarahkan jemaah menuju ruang layanan.
Petugas tampak sigap di pelataran asrama dengan membantu menurunkan barang dan menuntun jemaah menuju lokasi layanan.
Mereka juga menyediakan kursi roda bagi jemaah lanjut usia dan yang membutuhkan pendampingan.
Kedatangan jemaah turut disambut perwakilan Kakanwil Kemenhaj melalui Kabid Pelayanan Yudi Hidayat.
Kabag TU Kanwil Kemenag Sumbar Edison hadir sebagai tim pengawas bersama Kepala UPT Asrama Haji Afrizen dan PPIH Embarkasi.
Layanan Jemput Bola Permudah Proses Administrasi
Setelah tiba, jemaah langsung mengikuti proses layanan terpadu berbasis one stop service tanpa harus berpindah tempat.
Petugas menerapkan sistem jemput bola dengan mendatangi jemaah untuk membagikan gelang, paspor, nomor kamar, dan manifes penerbangan.
Salah seorang jemaah, Taslim, mengaku terbantu dengan pola layanan tersebut karena proses berjalan di satu tempat.
“Semua dilayani di tempat. Kami hanya duduk, petugas yang datang membantu,” ujarnya.
Ia menilai sistem ini membuat jemaah tidak bingung menentukan alur layanan selama proses berlangsung. Selain itu, suasana aula kedatangan tetap kondusif tanpa antrean panjang yang berdesakan.
“Jemaah lansia juga menjadi prioritas tanpa harus mengantre,” tambahnya.
Fokus Utama: Kenyamanan Jemaah
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, menegaskan pihaknya sengaja mengubah pola layanan untuk meningkatkan kenyamanan jemaah.
“Kita ubah pola layanan, bukan jemaah yang datang ke layanan, tetapi petugas yang mendatangi jemaah,” ujarnya.
Ia menjelaskan pendekatan tersebut bertujuan mengurangi kelelahan jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci. Seluruh layanan dipusatkan di satu titik agar proses berjalan lebih efisien.
Data Keberangkatan Jemaah Embarkasi Padang
Embarkasi Padang tahun ini melayani total 5.402 jemaah dari Sumatera Barat dan Bengkulu. Sebanyak 3.992 jemaah berasal dari Sumatera Barat dan 1.354 jemaah dari Bengkulu.
Seluruh jemaah terbagi dalam 14 kloter yang terdiri dari 10 kloter Sumatera Barat, tiga kloter Bengkulu, serta satu kloter gabungan. Setiap kloter didampingi empat petugas dengan total 56 petugas kloter.
Hingga Kamis, 30 April 2026, sebanyak 2.347 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Jumlah tersebut termasuk jemaah Kloter 6 yang berangkat pada subuh hari melalui Bandara Internasional Minangkabau. (*/red)






