Kemenhaj Ingatkan Calon Jemaah Pilih Travel Umrah Berizin, Jangan Tergiur Promosi di Media Sosial  

Penulis -

Senin, 29 Juni 2026 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan FGD dan Talk Show dalam International Islamic Expo 2026 di Hall A JICC, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026). (Foto: Kemenhaj)

Kegiatan FGD dan Talk Show dalam International Islamic Expo 2026 di Hall A JICC, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026). (Foto: Kemenhaj)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengingatkan masyarakat agar lebih teliti saat memilih Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Calon jemaah diminta tidak mudah percaya pada promosi maupun popularitas travel di media sosial, melainkan memastikan legalitas penyelenggara melalui aplikasi resmi SatuHaji.

Pesan tersebut disampaikan Kasubdit Pengembangan Umrah Kemenhaj, Edayanti Dasril, saat menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) dan Talk Show bertema “Membaca Masa Depan Industri Umrah Indonesia di Tengah Berbagai Gejolak dan Perubahan”.

Kegiatan itu berlangsung dalam International Islamic Expo 2026 di Hall A JICC, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Menurut Edayanti, perlindungan jemaah harus menjadi fondasi utama dalam membangun industri umrah yang sehat, transparan, dan berkelanjutan.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak menjadikan popularitas di internet sebagai satu-satunya acuan saat memilih biro perjalanan umrah. Sebaliknya, calon jemaah perlu memeriksa status perizinan dan akreditasi penyelenggara melalui aplikasi SatuHaji.

“Bapak Ibu harus aware. Jangan tergoda dengan rating di internet dan selebgram yang tidak punya ikatan. Travel yang bagus bisa dilihat di aplikasi SatuHaji, mulai dari tahun berdiri, perizinan, hingga akreditasinya. Pastikan PPIU-nya berizin dan terakreditasi,” tegas Edayanti.

Paket Umrah Murah Jadi Sorotan

Selain membahas perlindungan jemaah, forum tersebut juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi industri umrah nasional.

Moderator diskusi, H. Tri Winarto, menilai maraknya penawaran paket umrah dengan harga yang tidak wajar berpotensi merugikan masyarakat.

Kondisi itu, menurutnya, turut memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap penyelenggara perjalanan ibadah akibat ulah sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab.

Karena itu, pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha dinilai perlu memperkuat sinergi untuk menciptakan tata kelola industri umrah yang lebih kredibel.

Baca Juga :  Transit 4 Jam di BIM, Kloter PDG 02 Asal Bengkulu Berangkat Lebih Awal ke Madinah
Pemerintah Tegaskan Komitmen Lindungi Jemaah

Edayanti menegaskan pemerintah akan terus mendampingi jemaah maupun penyelenggara perjalanan ibadah dalam meningkatkan kualitas layanan.

“Kami mengutamakan Trisukses Haji. Pemerintah tidak akan pernah meninggalkan jemaah umrah dan haji, maupun kawan-kawan penyelenggara. Karena one spirit, one goal,” ujarnya.

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah perwakilan asosiasi penyelenggara umrah, yakni Fatma Kartika Sari selaku Wakil Ketua Umum Umrah HIMPUH, Retno Anugrah Andriyani sebagai Sekretaris Jenderal ASPHIRASI.

Rizky Sembada selaku Ketua Umum ASTAGATRA RI, serta Nuralim yang menjabat Ketua Umum Atthari. Acara dipandu oleh Tri Winarto dari Forum Sekjen Lintas Asosiasi Haji Umrah Indonesia.

Melalui forum itu, para pemangku kepentingan membahas strategi memperkuat tata kelola industri umrah agar lebih adaptif menghadapi perubahan dan semakin kompetitif. Serta mampu memberikan perlindungan yang optimal bagi jemaah.

Kehadiran Kemenhaj dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah membangun ekosistem penyelenggaraan umrah yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan. (*/red)

Berita Terkait

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, Cek Status Keberangkatan di Sini
Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure
Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia
Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli
Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April
Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terbaru