Bukittinggi, Javanusa—Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat bersama Pemprov Sumbar mulai merancang pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah yang terintegrasi.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada pelayanan jemaah, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi daerah, memberdayakan UMKM, serta menciptakan manfaat sosial yang berkelanjutan.
Gagasan tersebut dipaparkan Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Sumbar, H. M. Rifki, di hadapan Gubernur Sumbar, Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, dan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Senin (29/6).
Haji Didorong Menjadi Penggerak Ekonomi Daerah
Menurut Rifki, penyelenggaraan ibadah haji perlu memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar proses keberangkatan dan pemulangan jemaah.
Potensi ekonomi yang lahir dari aktivitas haji dan umrah dinilai mampu mendorong pertumbuhan usaha, memperkuat sektor keuangan syariah, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ekosistem ekonomi haji dan umrah harus kita bangun bersama. Haji tidak hanya menghadirkan manfaat spiritual bagi jemaah, tetapi juga mampu melahirkan manfaat ekonomi, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat,” ujarnya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Kemenhaj Sumbar menawarkan sepuluh program strategis sebagai fondasi pembangunan ekosistem ekonomi haji dan umrah di Sumatera Barat.
Wakaf Haji Jadi Salah Satu Program Andalan
Salah satu program yang mendapat perhatian ialah pengembangan Wakaf Haji. Skema ini memanfaatkan wakaf uang dari jemaah maupun keluarga haji yang dikelola secara profesional melalui Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS PWU).
Rifki menjelaskan, dana wakaf tersebut berpotensi membiayai pembangunan rumah sakit khusus haji dan umrah, klinik haji. Serta berbagai program pendidikan dan kegiatan sosial keagamaan yang memberikan manfaat jangka panjang.
“Ibadah haji tidak berhenti ketika jemaah kembali ke tanah air. Melalui wakaf, manfaatnya akan terus mengalir sebagai amal jariah sekaligus menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” katanya.
Usulkan Museum Sejarah Haji Minangkabau
Selain memperkuat sektor ekonomi, Kemenhaj Sumbar juga mengusulkan pembangunan Museum dan Pusat Sejarah Haji Minangkabau.
Fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang pelestarian sejarah panjang masyarakat Minangkabau dalam perjalanan menuju Tanah Suci.
Rifki menilai Sumbar memiliki warisan sejarah yang kuat dalam tradisi perhajian. Banyak tokoh nasional lahir dari pengalaman berhaji yang kemudian memberi pengaruh besar di bidang pendidikan, dakwah, hingga perjuangan kebangsaan.
Tokoh-tokoh seperti Haji Sumanik, Haji Piobang, Haji Miskin, Haji Agus Salim, Buya Hamka, dan Mohammad Yamin menjadi bagian dari sejarah tersebut.
“Sejarah itu jangan sampai hilang. Kita ingin generasi mendatang mengetahui bahwa perjalanan haji masyarakat Minangkabau bukan sekadar perjalanan ibadah. Tetapi juga melahirkan tokoh-tokoh peradaban yang memberikan pengaruh besar bagi bangsa,” ujarnya.
Delapan Program Strategis Lain
Selain Wakaf Haji dan Museum Sejarah Haji Minangkabau, Kemenhaj Sumbar juga mengusulkan delapan program lainnya. Yaitu Haji Umrah Store sebagai platform digital pemberdayaan UMKM, Gerakan Tabungan Haji Muda.
Pemanfaatan penerbangan kosong (empty flight) pesawat haji, penguatan Embarkasi Padang sebagai pusat layanan haji dan umrah kawasan Sumatera Tengah. Pembangunan Kampung Haji di setiap kabupaten dan kota. Pendirian Institut Haji dan Umrah Nusantara (IHUN), pembentukan Koperasi Keluarga Haji. Serta layanan terpadu atau One Stop Service bagi jemaah umrah.
Rifki optimistis Sumbar memiliki modal sejarah, sumber daya manusia, dan posisi strategis untuk berkembang menjadi salah satu pusat ekosistem ekonomi haji dan umrah di Indonesia.
“Kami percaya, ketika seluruh potensi ini disinergikan, haji tidak hanya menjadi ibadah yang mengantarkan seseorang menjadi tamu Allah. Tetapi juga menjadi kekuatan yang menggerakkan ekonomi, memberdayakan UMKM, melahirkan inovasi, serta menghadirkan kemaslahatan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas,” tuturnya.
Pemprov Sumbar Bentuk Tim Tindak Lanjut
Paparan tersebut mendapat respons positif dari Pemerintah Provinsi Sumbar. Gubernur Sumbar, Mahyeldi. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh program yang diajukan karena dinilai mampu memberi dampak bagi pembangunan daerah.
Bahkan, Gubernur langsung menginstruksikan pembentukan tim untuk menindaklanjuti rancangan tersebut. Asisten I Pemerintah Provinsi Sumbar ditunjuk sebagai ketua tim yang akan mengoordinasikan penguatan program.
“Kita sudah sama-sama mendengar bagaimana program yang ditawarkan oleh Kakanwil Kemenhaj ini semua berpeluang memberikan keuntungan positif bagi Sumbar,” kata Mahyeldi.
Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan syariah, dan masyarakat, Kemenhaj Sumbar berharap seluruh program dapat direalisasikan secara bertahap.
Selain meningkatkan kualitas layanan haji dan umrah, inisiatif tersebut diharapkan menjadikan ibadah haji sebagai motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat. (*/red)






