Kemenhaj Sumbar dan Pemprov Siapkan Ekosistem Ekonomi Haji, Wakaf Haji hingga Kampung Haji Masuk Program Prioritas

Penulis -

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Sumbar, H. M. Rifki. (Foto: Kemenhaj Sumbar)

Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Sumbar, H. M. Rifki. (Foto: Kemenhaj Sumbar)

Bukittinggi, Javanusa—Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat bersama Pemprov Sumbar mulai merancang pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah yang terintegrasi.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada pelayanan jemaah, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi daerah, memberdayakan UMKM, serta menciptakan manfaat sosial yang berkelanjutan.

Gagasan tersebut dipaparkan Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Sumbar, H. M. Rifki, di hadapan Gubernur Sumbar, Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, dan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Senin (29/6).

Haji Didorong Menjadi Penggerak Ekonomi Daerah

Menurut Rifki, penyelenggaraan ibadah haji perlu memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar proses keberangkatan dan pemulangan jemaah.

Potensi ekonomi yang lahir dari aktivitas haji dan umrah dinilai mampu mendorong pertumbuhan usaha, memperkuat sektor keuangan syariah, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ekosistem ekonomi haji dan umrah harus kita bangun bersama. Haji tidak hanya menghadirkan manfaat spiritual bagi jemaah, tetapi juga mampu melahirkan manfaat ekonomi, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat,” ujarnya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Kemenhaj Sumbar menawarkan sepuluh program strategis sebagai fondasi pembangunan ekosistem ekonomi haji dan umrah di Sumatera Barat.

Wakaf Haji Jadi Salah Satu Program Andalan

Salah satu program yang mendapat perhatian ialah pengembangan Wakaf Haji. Skema ini memanfaatkan wakaf uang dari jemaah maupun keluarga haji yang dikelola secara profesional melalui Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS PWU).

Rifki menjelaskan, dana wakaf tersebut berpotensi membiayai pembangunan rumah sakit khusus haji dan umrah, klinik haji. Serta berbagai program pendidikan dan kegiatan sosial keagamaan yang memberikan manfaat jangka panjang.

“Ibadah haji tidak berhenti ketika jemaah kembali ke tanah air. Melalui wakaf, manfaatnya akan terus mengalir sebagai amal jariah sekaligus menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” katanya.

Baca Juga :  Muzdalifah Sudah Steril, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Kini Berada di Mina
Usulkan Museum Sejarah Haji Minangkabau

Selain memperkuat sektor ekonomi, Kemenhaj Sumbar juga mengusulkan pembangunan Museum dan Pusat Sejarah Haji Minangkabau.

Fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang pelestarian sejarah panjang masyarakat Minangkabau dalam perjalanan menuju Tanah Suci.

Rifki menilai Sumbar memiliki warisan sejarah yang kuat dalam tradisi perhajian. Banyak tokoh nasional lahir dari pengalaman berhaji yang kemudian memberi pengaruh besar di bidang pendidikan, dakwah, hingga perjuangan kebangsaan.

Tokoh-tokoh seperti Haji Sumanik, Haji Piobang, Haji Miskin, Haji Agus Salim, Buya Hamka, dan Mohammad Yamin menjadi bagian dari sejarah tersebut.

“Sejarah itu jangan sampai hilang. Kita ingin generasi mendatang mengetahui bahwa perjalanan haji masyarakat Minangkabau bukan sekadar perjalanan ibadah. Tetapi juga melahirkan tokoh-tokoh peradaban yang memberikan pengaruh besar bagi bangsa,” ujarnya.

Delapan Program Strategis Lain

Selain Wakaf Haji dan Museum Sejarah Haji Minangkabau, Kemenhaj Sumbar juga mengusulkan delapan program lainnya. Yaitu Haji Umrah Store sebagai platform digital pemberdayaan UMKM, Gerakan Tabungan Haji Muda.

Pemanfaatan penerbangan kosong (empty flight) pesawat haji, penguatan Embarkasi Padang sebagai pusat layanan haji dan umrah kawasan Sumatera Tengah. Pembangunan Kampung Haji di setiap kabupaten dan kota. Pendirian Institut Haji dan Umrah Nusantara (IHUN), pembentukan Koperasi Keluarga Haji. Serta layanan terpadu atau One Stop Service bagi jemaah umrah.

Rifki optimistis Sumbar memiliki modal sejarah, sumber daya manusia, dan posisi strategis untuk berkembang menjadi salah satu pusat ekosistem ekonomi haji dan umrah di Indonesia.

“Kami percaya, ketika seluruh potensi ini disinergikan, haji tidak hanya menjadi ibadah yang mengantarkan seseorang menjadi tamu Allah. Tetapi juga menjadi kekuatan yang menggerakkan ekonomi, memberdayakan UMKM, melahirkan inovasi, serta menghadirkan kemaslahatan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas,” tuturnya.

Baca Juga :  Banjir Bandang Sumbar Telan 34 Korban Jiwa, 5 Hilang
Pemprov Sumbar Bentuk Tim Tindak Lanjut

Paparan tersebut mendapat respons positif dari Pemerintah Provinsi Sumbar. Gubernur Sumbar, Mahyeldi. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh program yang diajukan karena dinilai mampu memberi dampak bagi pembangunan daerah.

Bahkan, Gubernur langsung menginstruksikan pembentukan tim untuk menindaklanjuti rancangan tersebut. Asisten I Pemerintah Provinsi Sumbar ditunjuk sebagai ketua tim yang akan mengoordinasikan penguatan program.

“Kita sudah sama-sama mendengar bagaimana program yang ditawarkan oleh Kakanwil Kemenhaj ini semua berpeluang memberikan keuntungan positif bagi Sumbar,” kata Mahyeldi.

Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan syariah, dan masyarakat, Kemenhaj Sumbar berharap seluruh program dapat direalisasikan secara bertahap.

Selain meningkatkan kualitas layanan haji dan umrah, inisiatif tersebut diharapkan menjadikan ibadah haji sebagai motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat. (*/red)

Berita Terkait

Lindungi Dana Jemaah Umrah, Kemenhaj dan OJK Kaji Rekening Penampungan
Kemenhaj dan Kemendagri Padankan Data Jemaah Haji, Nomor Antrean Tetap Aman
Travel Umrah Diperingatkan Tak Promosikan Haji Khusus Tanpa Izin PIHK
368 ASN Lulus Seleksi Mutasi Karier Batch II, Mulai Bergabung 1 November 2026
189 Pengaduan Travel Haji dan Umrah Masuk hingga September 2026, Kemenhaj Perketat Pengawasan
Kemenhaj Sumbar Ingatkan Travel Umrah Gunakan Identitas Sesuai Izin, ID Card Wajib Diberikan H-1
Perkuat Perlindungan Jemaah, Kemenhaj Sumbar Bentuk Satgas Awasi Travel Umrah di Bandara
Sidak Travel Umrah di BIM, Kemenhaj Sumbar Temukan Jemaah Batal Berangkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB