Kisah Yuni Mardanis saat Haji 2026: Petani Asal Solok yang Tulus Mendampingi Jemaah Lansia Layaknya Ibu Kandung

Penulis -

Minggu, 14 Juni 2026 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jemaah haji asal Nagari Sungai Nanam, Kabupaten Solok, Yuni Mardanis mencuri perhatian karena ketulusannya membantu para lansia. (Foto: Humas Kemenhaj Sumbar)

Jemaah haji asal Nagari Sungai Nanam, Kabupaten Solok, Yuni Mardanis mencuri perhatian karena ketulusannya membantu para lansia. (Foto: Humas Kemenhaj Sumbar)

Padang, Javanusa—Di tengah padatnya rangkaian ibadah haji 2026 di Tanah Suci, seorang jemaah asal Kabupaten Solok mencuri perhatian karena ketulusannya membantu para lansia.

Yuni Mardanis, jemaah haji asal Nagari Sungai Nanam, Kabupaten Solok tak hanya fokus menjalankan ibadah pribadi, tetapi juga menghabiskan banyak waktu mendampingi jemaah lanjut usia agar dapat beribadah dengan aman dan nyaman.

Ketulusan Jemaah Haji Asal Solok Dampingi Lansia

Saat jutaan jemaah bergerak menuju lokasi ibadah, Yuni sering berjalan lebih lambat dari rombongannya. Ia sengaja menyesuaikan langkah demi memastikan para lansia yang didampinginya tetap aman.

Tak jarang ia membantu memapah jemaah lanjut usia menuju tempat ibadah. Pada kesempatan lain, ia menunggu mereka yang berjalan tertatih atau mengantar ke toilet hingga kembali ke kamar dengan selamat.

Meski tidak memiliki hubungan keluarga, Yuni merawat para lansia tersebut dengan penuh kesabaran. Baginya, membantu sesama menjadi bagian penting dari perjalanan spiritual di Tanah Suci.

“Alhamdulillah, saya seperti menemukan dua orang tua di Tanah Suci. Saya melayani mereka dengan penuh kesabaran selama proses berhaji,” ujar Yuni kepada Tim Humas Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, Sabtu (13/6/2026).

Melayani Seperti Merawat Ibu Sendiri

Kenangan mendampingi para lansia membuat Yuni tak kuasa menahan haru. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan perasaan yang selama ini menjadi sumber semangatnya dalam membantu para jemaah lanjut usia.

“Raso maabehan amak jo induak awak rasonyo,” katanya.

Ungkapan dalam bahasa Minang tersebut berarti rasanya seperti melayani ibu sendiri.

Perasaan itu yang membuat Yuni selalu sabar saat mendampingi para lansia. Setiap kali membantu mereka berjalan atau memenuhi kebutuhan sehari-hari selama berhaji, ia membayangkan sedang merawat ibunya sendiri.

Baca Juga :  Proses Pemvisaan Jemaah Haji Sudah Ditutup

Karena itu, tugas membantu jemaah lansia tidak pernah dianggap sebagai beban. Sebaliknya, ia justru menemukan ketenangan dan kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Penantian Haji Lebih dari Satu Dekade

Di kampung halamannya, Yuni dikenal sebagai petani yang sehari-hari mengelola ladang di kawasan Sungai Nanam. Di tengah kesederhanaan hidupnya, ia menyimpan satu cita-cita besar, yakni menjadi tamu Allah di Tanah Suci.

Yuni mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji pada 2013. Setelah menunggu lebih dari sepuluh tahun, impiannya akhirnya terwujud pada musim haji 2026.

Penantian panjang itu membawanya ke Makkah dan Madinah untuk menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji. Namun, pengalaman yang paling membekas justru bukan tentang perjalanan jauh atau besarnya jumlah jemaah yang berkumpul dari berbagai negara.

Baginya, kesempatan membantu orang lain menjadi pelajaran paling berharga selama berada di Tanah Suci.

Apresiasi untuk Petugas Haji Indonesia

Selain memperoleh pengalaman spiritual yang mendalam, Yuni juga merasakan berbagai kemudahan selama menjalankan ibadah haji berkat dukungan petugas yang mendampingi jemaah Indonesia.

“Dengan adanya petugas, semua proses ibadah haji sangat terbantu dan jauh lebih mudah. Fasilitas akomodasi hotel nyaman, dan ketersediaan makanan juga sangat berlimpah,” ujarnya.

Menurut Yuni, pelayanan yang diberikan petugas membantu jemaah menjalani setiap tahapan ibadah dengan lebih tenang dan nyaman.

Keteladanan Yuni Mendapat Apresiasi

Sikap tulus Yuni ternyata mendapat perhatian dari rekan-rekan satu rombongan. Ketua Rombongan (Karom), Rinaldi Bahar, menyebut dedikasi Yuni sebagai teladan yang patut diapresiasi.

“Ibu Yuni Mardanis ini luar biasa. Beliau melayani jemaah lansia benar-benar seperti merawat orang tuanya sendiri,” kata Rinaldi.

Kini Yuni telah kembali ke Kabupaten Solok dan melanjutkan aktivitasnya sebagai petani. Namun, pengalaman mendampingi para lansia selama berhaji menjadi kenangan yang akan selalu melekat dalam ingatannya.

Baca Juga :  Wagub Sumbar Minta Pemkab Solok Segera Buka Kantor Pelayanan Darurat Pascagalodo Arosuka

Bagi Yuni, ibadah haji tahun ini bukan sekadar perjalanan menuju Baitullah. Di Tanah Suci, ia juga menemukan kesempatan untuk berbuat baik dan melayani sesama dengan ketulusan, layaknya merawat orang tua sendiri. (*/red)

Berita Terkait

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, Cek Status Keberangkatan di Sini
Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure
Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia
Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli
Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April
Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terbaru