Padang, Javanusa—Proses pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Padang tahun 2025 resmi berakhir.
Kloter 15 menjadi kloter pamungkas yang menutup rangkaian keberangkatan 6.324 jemaah haji dan petugas.
Keberangkatan kloter 15 dilepas langsung oleh Plh. Kakanwil Kemenag Sumbar, Abrar Munanda. Hadir pula Kabid PHU M. Rifki, Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis, Kabid Urais Yosef Chairul, serta sejumlah pejabat Kemenag kabupaten dan kota.
Baca Juga: Gubernur Sumbar Imbau Jemaah Haji Jaga Citra Daerah dan Fokus Beribadah
Plh. Kakanwil yang juga Kabid Penais Zawa ini menyebut seluruh jemaah sudah diterbangkan dalam 15 kloter.
Sebanyak tujuh kloter berangkat melalui rute Padang-Madinah (gelombang 1), sementara delapan kloter berangkat melalui rute Padang-Jeddah (gelombang 2).
“Alhamdulillah, 6.264 jemaah ditambah 60 petugas telah diberangkatkan dari tanah air menuju tanah suci,” ungkap Abrar.
Baca Juga: Calon Jamaah Haji Kloter 14 Dilepas, Wako Fadly Ingatkan Jaga Kesehatan
Abrar menjelaskan, kloter 15 ini merupakan kloter gabungan jemaah dari 17 kabupaten dan kota se-Sumbar.
“Kloter 15 ini cerminan keberagaman Sumatera Barat yang menjadi modal kekompakan,” ujarnya.
Abrar berharap para ketua regu dan ketua rombongan aktif mengayomi dan membimbing jemaah.
Baca Juga: Pemerintah Fasilitasi Badal Haji Bagi Jemaah Wafat, 140 Petugas Siap Bertugas
Hal ini penting mengingat saat ini semua jemaah gelombang dua sudah tiba di Makkah.
“Saat ini fase kedatangan gelombang dua sudah berlangsung, di mana pusat aktivitas jemaah beralih ke Makkah,” kata Abrar.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental karena suhu udara di Kota Makkah yang sangat panas.
Baca Juga: Parmi, Jemaah Haji Berkursi Roda dengan Satu Mata, Tetap Optimis Jalankan Ibadah
“Jemaah harus bersabar menghadapi kepadatan layanan transportasi dan akomodasi di Arab Saudi,” lanjutnya.
Jaga Kekompakan dan Kebersamaan
Menutup sambutannya, Abrar meminta para jemaah menjaga kekompakan dan saling membantu. Hal ini dinilai penting, terutama bagi jemaah lansia dan risiko tinggi.
“Kompak itu berarti mau berbagi tenaga, perhatian, dan saling melayani di bawah koordinasi ketua regu dan petugas kloter,” tandasnya. (*/red)






