Pantau Kontribusi Ekonomi Haji, Kemenhaj Susun Modul Pengendalian Ekosistem Ekonomi Haji

Penulis -

Minggu, 8 Maret 2026 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyusunan modul pengendalian ekosistem ekonomi haji 2026. (Foto: Kemenhaj)

Penyusunan modul pengendalian ekosistem ekonomi haji 2026. (Foto: Kemenhaj)

Bogor, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) menyusun modul pengendalian ekosistem ekonomi haji sebagai pedoman pemantauan aktivitas ekonomi dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Penyusunan modul tersebut dibahas dalam kegiatan yang berlangsung di Bogor pada 6–8 Maret.

Direktur Jenderal PE2HU, Jaenal Effendi, mengatakan modul tersebut disiapkan untuk memastikan seluruh rantai pasok dalam layanan haji dapat memberikan manfaat ekonomi bagi Indonesia.

“Modul ini akan menjadi panduan bagi petugas di lapangan untuk memantau penggunaan produk nasional, kinerja mitra, serta memastikan seluruh proses berjalan transparan dan akuntabel,” kata Jaenal dalam keterangan resmi.

Menurutnya, pengendalian ekosistem ekonomi haji penting dilakukan karena banyak sektor usaha yang terlibat dalam penyelenggaraan haji, mulai dari penyedia produk hingga layanan bagi jemaah.

Dalam modul tersebut, pemerintah akan memantau sejumlah aspek utama, di antaranya pengendalian rantai pasok produk Indonesia, pengawasan pemasok dan mitra ekosistem, monitoring ekspor produk nasional untuk kebutuhan jemaah, serta optimalisasi ekonomi hotel dan kawasan haji.

Selain itu, modul juga memuat mekanisme pengendalian keuangan operasional dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Sebagai alat ukur, Ditjen PE2HU akan menggunakan Indeks Pemberdayaan Ekonomi Haji untuk menilai sejauh mana aktivitas ekonomi haji memberikan dampak bagi perekonomian nasional.

Pengukuran tersebut mencakup berbagai layanan utama dalam penyelenggaraan haji, seperti konsumsi, akomodasi, transportasi, asuransi, layanan kesehatan, telekomunikasi, dan logistik.

Jaenal menambahkan, pemantauan ekosistem ekonomi haji ke depan juga akan didukung sistem digital agar pengumpulan data dapat dilakukan secara lebih komprehensif.

Dengan sistem tersebut, perkembangan aktivitas ekonomi yang terkait dengan penyelenggaraan haji dapat dipantau secara waktu nyata (real time).

Baca Juga :  Salat di Hotel Makkah Berpahala 100 Ribu Kali Lipat, PPIH Minta Jemaah Lansia Tak Paksakan ke Masjidil Haram

Data yang dihimpun diharapkan dapat menjadi rujukan dalam menilai kinerja penyedia layanan di Arab Saudi sekaligus memantau kontribusi ekonomi haji terhadap perekonomian Indonesia. (*/red)

Berita Terkait

BPIH 2027 Disepakati Rp98,46 Juta, Jemaah Haji Cukup Lunasi Rp23,04 Juta
Lindungi Dana Jemaah Umrah, Kemenhaj dan OJK Kaji Rekening Penampungan
Kemenhaj dan Kemendagri Padankan Data Jemaah Haji, Nomor Antrean Tetap Aman
Travel Umrah Diperingatkan Tak Promosikan Haji Khusus Tanpa Izin PIHK
368 ASN Lulus Seleksi Mutasi Karier Batch II, Mulai Bergabung 1 November 2026
189 Pengaduan Travel Haji dan Umrah Masuk hingga September 2026, Kemenhaj Perketat Pengawasan
Kemenhaj Sumbar Ingatkan Travel Umrah Gunakan Identitas Sesuai Izin, ID Card Wajib Diberikan H-1
Perkuat Perlindungan Jemaah, Kemenhaj Sumbar Bentuk Satgas Awasi Travel Umrah di Bandara

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Berita Terbaru