Madinah, Javanusa—Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf turun langsung mengecek dapur penyedia makanan di Kota Madinah, Rabu (18/2/2026).
Kunjungan dilakukan di sejumlah dapur penyedia katering yang melayani ribuan jemaah Indonesia selama berada di Madinah.
Menhaj menegaskan pentingnya penggunaan bahan baku asal Indonesia. “Pemerintah ingin dapur-dapur ini menggunakan bumbu masak langsung dari Indonesia, termasuk juga untuk beras,” ujar Irfan Yusuf.
Ia menambahkan, perlakuan terhadap beras Indonesia harus mengikuti teknik memasak seperti di Tanah Air. Dengan begitu, tekstur dan cita rasa nasi tetap sesuai dengan selera mayoritas jemaah.
Juru Masak Indonesia Jadi Kunci Konsistensi Rasa
Selain bahan baku, pemerintah mendorong penyedia katering mempertahankan tenaga juru masak asal Indonesia. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga konsistensi rasa dan aroma masakan Nusantara.
“Sebisa mungkin masakan untuk jemaah haji kita serupa rasanya dengan yang ada di Tanah Air. Kehadiran juru masak asli Indonesia sangat membantu,” katanya.
Menurut data Kementerian Haji dan Umrah, Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah jemaah terbesar setiap musim haji. Karena itu, aspek kenyamanan konsumsi menjadi perhatian utama selama fase tinggal di Madinah.
Selain rasa, aspek keamanan pangan menjadi sorotan dalam supervisi ini. Menteri berkeliling memeriksa area penyimpanan bahan, ruang produksi, hingga pengemasan makanan.
“Tempat penyimpanan bahan-bahan harus dipastikan bersih dan higienis. Kapasitas produksi, mulai dari area memasak hingga tempat pengemasan, harus mampu memenuhi kebutuhan tanpa mengurangi kualitas,” tegasnya.
Pemerintah memastikan dapur katering memenuhi standar kebersihan internasional serta mampu melayani distribusi makanan tepat waktu. Setiap dapur dituntut menjaga suhu penyimpanan, sanitasi alat masak, dan sistem kontrol kualitas secara berkala.
Supervisi ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan operasional haji 2026. Pemerintah menargetkan layanan konsumsi yang aman, layak, dan sesuai selera untuk mendukung kelancaran ibadah jemaah.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PEEHU) Jaenal Efendy, Staf Khusus Menteri Abd. Wahid, serta Plt. Staf Teknis Urusan Haji Jeddah Zakaria Anshori. (*/red)






