Javanusa.com—Penderita diabetes tidak harus menghindari semua buah, termasuk nangka.
Buah tropis ini tetap boleh dikonsumsi karena mengandung serat, vitamin, dan antioksidan yang bermanfaat.
Namun, penyandang diabetes perlu membatasi porsinya agar kadar gula darah tetap stabil.
Banyak orang menganggap nangka sebagai buah pantangan diabetes karena rasanya manis. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Nangka mengandung serat yang membantu memperlambat penyerapan glukosa ke dalam aliran darah.
Proses ini membuat kenaikan gula darah berlangsung lebih bertahap setelah makan.
Selain serat, buah nangka juga kaya antioksidan yang membantu melawan peradangan.
Kandungan mineral di dalamnya turut mendukung kesehatan pembuluh darah dan jantung, organ yang sering mengalami gangguan akibat diabetes.
Meski demikian, buah ini tetap mengandung gula alami. Karena itu, konsumsi berlebihan berpotensi meningkatkan kadar gula darah, terutama pada penderita diabetes tipe 2.
Manfaat Buah Nangka untuk Penderita Diabetes
1. Membantu Menjaga Kadar Gula Darah
Serat dalam nangka berperan memperlambat proses pencernaan dan penyerapan glukosa. Dengan mekanisme tersebut, lonjakan gula darah setelah makan dapat ditekan.
Tak hanya daging buahnya, biji nangka juga menunjukkan potensi manfaat. Penelitian yang dipublikasikan dalam Open Access Macedonian Journal of Medical Science melaporkan bahwa biji nangka mampu meningkatkan produksi insulin sehingga membantu menurunkan kadar gula darah.
Namun, temuan tersebut masih berasal dari penelitian pada hewan sehingga efektivitasnya pada manusia masih memerlukan kajian lebih lanjut.
2. Mengurangi Peradangan dalam Tubuh
Diabetes dapat memicu peradangan kronis yang berdampak pada pembuluh darah, ginjal, hati, hingga jaringan saraf.
Nangka mengandung senyawa antioksidan, termasuk flavonoid, yang membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan. Dengan demikian, risiko kerusakan jaringan akibat diabetes berpotensi berkurang.
3. Mendukung Kesehatan Jantung
Penyakit jantung menjadi salah satu komplikasi yang paling sering dialami penderita diabetes. Kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan saraf yang mengatur fungsi jantung.
Kalium dalam buah nangka membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dengan merelaksasi pembuluh darah. Efek ini mendukung sirkulasi darah yang lebih baik dan berkontribusi pada kesehatan sistem kardiovaskular.
4. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi karena fungsi sistem kekebalan tubuh cenderung menurun.
Vitamin C dalam nangka membantu meningkatkan produksi sel darah putih yang berperan melawan bakteri, virus, dan patogen lainnya. Dengan daya tahan tubuh yang lebih baik, risiko infeksi juga dapat ditekan.
5. Menjadi Pilihan Camilan yang Lebih Sehat
Mengontrol berat badan merupakan bagian penting dalam pengelolaan diabetes tipe 2. Kelebihan berat badan dapat memperburuk resistensi insulin dan menyulitkan pengendalian gula darah.
Serat pada nangka memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga dapat membantu mengurangi keinginan mengonsumsi camilan tinggi gula maupun lemak.
Karena itu, buah ini bisa menjadi alternatif camilan sehat selama porsinya tetap diperhatikan.
Aturan Konsumsi Nangka untuk Penderita Diabetes
Meski menawarkan berbagai manfaat, penderita diabetes tetap perlu mengatur jumlah konsumsi nangka.
Nangka kuning memiliki indeks glikemik sekitar 35. Nilai ini menunjukkan buah tersebut masih dapat meningkatkan kadar gula darah apabila dikonsumsi secara berlebihan. Porsi yang dianjurkan sekitar setengah cangkir atau sekitar 75 gram per hari.
Jumlah tersebut dinilai lebih aman untuk membantu menjaga gula darah tetap terkendali.
Jika memungkinkan, pilih nangka yang belum terlalu matang. Buah yang masih muda umumnya memiliki indeks glikemik lebih rendah sehingga pelepasan glukosanya berlangsung lebih lambat.
Nangka muda juga dapat diolah menjadi berbagai menu sehat, seperti sayur nangka atau sayur asem, yang dipadukan dengan aneka sayuran berserat tinggi.
Selain mengatur konsumsi buah, penderita diabetes juga perlu menerapkan pola makan seimbang.
Batasi makanan tinggi gula dan perbanyak asupan serat, protein, serta makanan kaya antioksidan untuk membantu menjaga kadar gula darah sekaligus mengurangi risiko komplikasi. (*)






