Polda Sumbar Bongkar Dugaan Fraud Kredit Bank Nagari Siberut, Tiga Tersangka Rugikan Negara Rp50,3 Miliar

Penulis -

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konferensi pers penanganan perkara dugaan tindak pidana perbankan di PT Bank Nagari Cabang Pembantu Siberut, Mentawai bertempat di Mapolda Sumbar, Senin (13/7/2026). (Foto: Polda Sumbar)

Konferensi pers penanganan perkara dugaan tindak pidana perbankan di PT Bank Nagari Cabang Pembantu Siberut, Mentawai bertempat di Mapolda Sumbar, Senin (13/7/2026). (Foto: Polda Sumbar)

Padang, Javanusa—Polda Sumbar mengungkap dugaan tindak pidana perbankan di PT Bank Nagari Cabang Pembantu Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Kasus ini diduga melibatkan penyimpangan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit konvensional dengan nilai plafon mencapai Rp50,335 miliar.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Dugaan praktik curang tersebut melibatkan 125 debitur sepanjang periode 2022 hingga Mei 2025.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, mengatakan penyidik mengungkap kasus tersebut setelah melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyimpangan dalam penyaluran fasilitas kredit, baik konvensional maupun syariah.

“Hasil penyidikan, saat ini telah ditetapkan tiga orang tersangka. Kasus ini melibatkan 125 orang debitur dengan total plafon kredit fantastis. Yakni sebesar Rp50,335 miliar,” ujar Kombes Pol Susmelawati Rosya saat memberikan keterangan resmi, Senin (13/7/2026).

Modus Rekayasa Debitur dan Pemalsuan Dokumen

Dalam penyidikan, polisi menemukan berbagai bentuk manipulasi yang diduga dilakukan para tersangka untuk meloloskan pencairan kredit.

Menurut Susmelawati, para pelaku merekayasa profil calon debitur, memanipulasi data usaha beserta agunan, hingga memalsukan tanda tangan nasabah pada slip penarikan dana. Modus tersebut memungkinkan dana kredit cair atas nama 125 debitur.

Selanjutnya, penyidik menelusuri aliran dana dan mekanisme pencairan kredit untuk memperkuat pembuktian perkara.

Kepala Subdirektorat 2 Ditreskrimsus Polda Sumbar, Kompol Purwanto, menjelaskan dugaan fraud itu pertama kali terungkap melalui audit internal Bank Nagari. Audit tersebut menemukan indikasi kuat adanya penyimpangan dalam proses penyaluran kredit.

Tiga Tersangka Berbagi Peran

Polisi mengidentifikasi tiga tersangka yang memiliki peran berbeda dalam menjalankan dugaan tindak pidana tersebut.

Mereka adalah REP, mantan Pimpinan Bank Nagari Cabang Pembantu Siberut; HWH sebagai petugas kredit; serta MS yang bertugas mencari data calon debitur di lapangan.

Baca Juga :  Kejagung Geledah Kantor BGN, Dadan Hindayana Dikabarkan Diperiksa Penyidik

Menurut Purwanto, motif utama para tersangka ialah mengejar target penyaluran kredit sekaligus memperoleh keuntungan pribadi dari setiap pencairan.

“Motifnya adalah untuk mengejar target bank agar mencapai prestasi. Dari penyimpangan ini, para tersangka mendapatkan fee. Pimpinan menerima Rp10 juta hingga Rp20 juta per pencairan, petugas kredit Rp5 juta, dan MS sekitar Rp1,7 juta per debitur,” ungkap Kompol Purwanto.

Polisi Sita 132 Dokumen

Untuk melengkapi alat bukti, penyidik telah menyita sedikitnya 132 dokumen yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Dokumen itu mencakup surat keputusan pengangkatan pejabat bank, berkas pengajuan kredit, hingga dokumen permohonan pembiayaan milik para debitur.

Ketiga Tersangka Ditahan

Dalam proses hukum, REP dan HWH dijerat Pasal 49 ayat (1) huruf a dan/atau Pasal 63 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Keduanya menghadapi ancaman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun atas dugaan pelanggaran di sektor perbankan konvensional maupun syariah.

Sementara itu, MS sebagai pihak di luar bank dijerat Pasal 49 ayat (2) huruf a dan/atau Pasal 63 ayat (4) UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang P2SK. Ancaman hukumannya berupa pidana penjara minimal tiga tahun dan maksimal delapan tahun.

Saat ini, ketiga tersangka telah ditahan. Penyidik juga masih melengkapi berkas perkara sesuai petunjuk jaksa penuntut umum (P-19) sebelum dilimpahkan ke tahap penuntutan setelah berstatus lengkap atau P-21. (*)

Berita Terkait

Mobil Hiace Slip dan Hantam Truk di Jalan Solok-Padang, 7 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
Polres Pariaman Bongkar Penimbunan 360 Liter Bio Solar Bersubsidi, Pria Lansia Ditangkap  
Satpol PP Padang Tertibkan Lapak PKL yang Gunakan Fasum di Jalan Khatib Sulaiman
Residivis Pencurian Ponsel Ditangkap  di Belakang Plaza Andalas
Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur
Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita
Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan
Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terbaru