Usulan BPIH 2027 Naik Jadi Rp107,34 Juta, Pemerintah Ingin Jemaah Hanya Bayar 40 Persen

Penulis -

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto: Kemenhaj)

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto: Kemenhaj)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah mengusulkan perubahan skema pembiayaan ibadah haji 1448 H/2027 M agar beban yang ditanggung jemaah lebih ringan.

Dalam usulan terbaru, jemaah hanya membayar sekitar 40 persen dari total Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Sementara 60 persen sisanya berasal dari nilai manfaat yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengajukan perubahan komposisi pembiayaan BPIH 1448 H/2027 M. Skema tersebut membalik komposisi pembiayaan dibanding penyelenggaraan haji tahun sebelumnya.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan perubahan itu bertujuan menjaga keterjangkauan biaya bagi calon jemaah di tengah meningkatnya biaya operasional penyelenggaraan haji.

Pernyataan tersebut disampaikan Dahnil saat menghadiri Muktamar XXIII Al Washliyah di Asrama Haji Kelas I Jakarta, Rabu (8/7/2026).

“Jadi, kalau Rp107 juta, berarti yang dibayarkan oleh jemaah itu sekitar Rp42,8 juta, sedangkan yang dibayarkan melalui nilai manfaat BPKH itu sekitar Rp64,2 jutaan,” ujar Wamenhaj.

Rata-rata BPIH Diusulkan Rp107,34 Juta

Sebelumnya, pemerintah mengusulkan rata-rata BPIH 1448 H/2027 M sebesar Rp107,34 juta untuk setiap jemaah. Usulan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI pada Selasa (7/7/2026) malam.

Nilai tersebut merupakan total biaya penyelenggaraan ibadah haji. Angka itu berbeda dengan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), yakni porsi biaya yang dibayarkan langsung oleh calon jemaah.

Menurut Dahnil, penyesuaian BPIH dilakukan setelah pemerintah menghitung berbagai komponen biaya yang diperkirakan meningkat pada musim haji 2027.

Komponen tersebut meliputi nilai tukar mata uang, harga avtur, tarif penerbangan, biaya akomodasi, transportasi, hingga berbagai layanan yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi, termasuk pelayanan di kawasan Masyair.

Jemaah Diusulkan Menanggung 40 Persen Biaya

Meski total biaya penyelenggaraan diproyeksikan naik, pemerintah berupaya agar kenaikan tersebut tidak langsung dibebankan kepada jemaah.

Baca Juga :  Padang Raih Sertifikat Adipura, Penghargaan Tertinggi Pengelolaan Sampah Nasional 2026

Karena itu, Kemenhaj mengusulkan komposisi pembiayaan baru, yakni sekitar 40 persen berasal dari Bipih dan 60 persen ditutup menggunakan nilai manfaat BPKH.

Komposisi tersebut berbeda dengan penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M. Saat itu, sekitar 62 persen biaya ditanggung melalui Bipih yang dibayar jemaah, sedangkan sekitar 38 persen berasal dari nilai manfaat BPKH.

Nilai Manfaat BPKH Masih Mampu Menopang

Dahnil menjelaskan, usulan peningkatan porsi nilai manfaat didasarkan pada hasil pengelolaan dana haji yang dinilai masih memungkinkan.

Menurutnya, akumulasi dana kelolaan meningkat karena tidak ada pemberangkatan jemaah pada 2020 dan 2021 akibat pandemi Covid-19. Selain itu, jumlah jemaah yang diberangkatkan pada 2022 juga masih terbatas sehingga dana kelolaan tetap terjaga.

Pembahasan Bersama DPR Masih Berlanjut

Meski demikian, Dahnil menegaskan bahwa besaran BPIH maupun komposisi pembiayaan belum menjadi keputusan akhir.

Seluruh rincian biaya masih akan dibahas bersama Komisi VIII DPR RI melalui Panitia Kerja BPIH sebelum ditetapkan secara resmi.

“Usulan ini belum bersifat final. Setelah Panitia Kerja BPIH dibentuk, pemerintah bersama DPR RI akan membahas secara rinci seluruh komponen biaya, termasuk besaran BPIH dan komposisi pembiayaannya. Kami berharap pembahasan tersebut menghasilkan keputusan yang adil, rasional, serta tetap menjaga keterjangkauan biaya bagi jemaah dan keberlanjutan pengelolaan dana haji,” ujar Wamenhaj.

Pemerintah berharap pembahasan tersebut menghasilkan skema pembiayaan yang adil, tetap terjangkau bagi masyarakat. Serta mampu menjaga keberlanjutan pengelolaan dana haji. Di sisi lain, kualitas pelayanan kepada jemaah juga diharapkan terus meningkat pada penyelenggaraan haji 2027. (*/red)

Berita Terkait

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, Cek Status Keberangkatan di Sini
Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure
Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia
Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli
Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April
Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB